Jelang Lebaran, Kemendag Terjunkan Seluruh Eselon 1-2 Pantau Komoditas

Oleh : Irvan AF | Senin, 05 Juni 2017 - 04:27 WIB

Ilustrasi pasar tradisional. (Foto: Sumut24)
Ilustrasi pasar tradisional. (Foto: Sumut24)

INDUSTRY.co.id, Semarang - Kementerian Perdagangan menerjunkan seluruh pejabat eselon 1 dan 2 untuk turun memantau langsung pasokan komoditas di daerah selama Ramadhan dan menjelang Lebaran.

"Setiap saat kami pantau, semua pejabat eselon 1-2 Kemendag diturunkan ke daerah," kata Staf Khusus Kemendag Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan Eva Yuliana di Semarang, Minggu (4/6/2017).

Mereka, kata dia, bertugas memantau pasokan berbagai komoditas pokok di daerah-daerah, sebab jika pasokan bagus maka kondisi harga komoditas cenderung stabil di pasaran.

Ia mencontohkan harga cabai yang sudah turun karena kondisi cuaca yang mendukung sehingga kondisi di lapangan stoknya banyak, sementara "demand" tetap yang membuat harga cenderung turun.

Eva menjelaskan pemerintah memang tidak memberikan subsidi untuk menekan harga komoditas, melainkan menetapkan HET (harga eceran tertinggi) untuk beberapa komoditas, seperti gula pasir dan daging.

"Untuk komoditas kan sudah diputuskan pemerintah, seperti pertama gula pasir. Sudah diputuskan HET-nya Rp12.500/kilogram, kemudian daging beku tidak boleh dijual di atas Rp80 ribu/kg," katanya.

Untuk HET minyak goreng sudah ditetapkan Rp11.000/liter dengan kemasan sederhana.

Kemendag juga sedang menertibkan pasokan minyak goreng curah di semua tempat.

Mengenai bawang putih, dia mengakui, setidaknya ada dua jenis yang beredar di pasaran, yakni jenis kating dan honan, sementara pemerintah hanya bisa membantu pasokan bawang honan untuk menekan harga.

"Kalau untuk bawang putih kating, sebenarnya kan jenis premium. Sementara ini pemerintah pusat memang belum melakukan standar dan acuan harga untuk jenis kating," katanya.

Akan tetapi, kata Eva, sebenarnya dua jenis bawang putih itu memiliki rasa yang sama.

Hingga sekarang ini bawang honan masih terpantau aman di pasaran dengan harga di bawah Rp30 ribu/kg.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengakui Kemendag selalu memberikan dukungan ke daerah untuk memantau harga agar tetap terjangkau, terutama selama Ramadhan.

"Pak Menteri (Mendag, red.) setiap hari telepon, nanyain, 'Pak Wali, gimana harga di sini (Semarang, red.)?' Ini memberikan pengayoman kami untuk selalu mengecek harga di pasaran," kata Hendi, sapaan akrabnya.(ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

KA Bandara Soekarno-Hatta (Ist)

Sabtu, 20 Januari 2018 - 08:15 WIB

Penyesuaian Tarif, Kini Kereta Api Bandara Batu Ceper-Soetta Hanya Rp35.000

PT Railink memutuskan menyesuaikan tarif antar-stasiun kereta Bandara Soekarno-Hatta. Dengan adanya penyesuaian tarif tersebut, kini masyarakat dari Kota Tangerang atau sekitar Stasiun Batuceper…

 Oesman Sapta Odang (OSO) Ketum Umum Hanura Oesman

Sabtu, 20 Januari 2018 - 08:07 WIB

Konflik Partai Hanura, OSO-Daryatmo Harus Temukan Kompromi Politik

Pengamat Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menyarankan para elit politik Hanura harus secepatnya bertemu untuk menemukan kompromi politik yang terbaik bagi partai…

Menhan Ryamizard Ryacudu-foto RiauOnline.com

Sabtu, 20 Januari 2018 - 07:57 WIB

Menhan Ungkap Empat Isu Krusial Ganggu Keamanan Kawasan

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, menyebutkan, saat ini dunia tengah menghadapi empat isu krusial yang dapat mengganggu keamanan kawasan regional dan wilayah.

Partai Solidaritas Indoensia (PSI) (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 20 Januari 2018 - 07:52 WIB

PSI Galang Dana Publik untuk Perbaiki Iklim Politik Tanah Air

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menggalang dana donasi publik untuk pembiayaan partai dan mendorong perbaikan iklim politik di Tanah Air.

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (Foto Ist)

Sabtu, 20 Januari 2018 - 07:39 WIB

MPR: Indonesia Butuh Haluan Negara

Ketua MPR Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan kembali pola pembangunan sejenis garis besar haluan negara(GBHN), ditengah munculnya fenomena Demokrasi Pancasila menghasilkan…