Permainkan Stok Pangan, Mendag Bekukan Izin 6 Perusahaan Importir dan Industri

Oleh : Ahmad Fadli | Jumat, 02 Juni 2017 - 10:03 WIB

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

INDUSTRY co.id, Jakarta -  Baru-baru ini, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita membekukan izin enam perusahaan importir dan industri yang telah mempermainkan pasokan dan harga pangan. Hal tersebut bertujuan memberikan efek jera kepada oknum baik perusahaan maupun perorangan yang tidak bertanggung jawab.

"Mereka yang sudah terkena (kasus) kalau importir pasti sudah kami bekukan dahulu (izinnya). Ada yang sudah kami bekukan kira-kira enam (perusahaan)," ujar Mendag Enggartiasto Lukita di Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Mendag menambahkan, enam perusahaan tersebut terdiri dari importir produk hortikultura hingga pelaku industri yang menjual gula industri atau rafinasi ke pasar.

"Ada dari hortikultura, kemudian kalau gula itu industri makanan minuman, dipastikan tidak lagi dapat jatah gula (rafinasi) lagi karena dia bocorkan," tegas Enggartiasto.

Mendag mencontohkan, jika sebuah perusahaan industri mendapatkan jatah gula rafinasi dari Kemendag sebanyak 100 ton dalam satu tahun, kemudian tertangkap menjual gula industri tersebut ke pasar, maka dipastikan perusahaan tersebut tidak akan mendapatkan jatah gula industri sebagai bahan baku makanan minuman.

"Misalnya jatah 100 ton, tetapi 2 ton saja yang di bocorkan, kemudian 100 tonnya tidak akan didapatkan lagi, kalau tidak begitu tidak ada efek jera bagi mereka, jadi kami tega-tega sajalah," ungkapnya.

Seperti diketahui, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 74 tahun 2015 tentang perdagangan antar pulau, dan Nomor 117 tahun 2015 tentang ketentuan impor gula.

Gula rafinasi hanya diperuntukkan untuk industri dan tidak diperuntukkan bagi konsumen langsung karena harus melalui proses terlebih dahulu.

Sebelumnya, Satuan tugas (Satgas) pangan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mengungkap penyimpangan gula rafinasi di sebuah gudang di Makassar.

Dalam gudang tersebut, pelaku mengemas ulang gula untuk industri kedalam kemasan 1 kilogram dan diperjual belikan ke konsumen

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST (Foto Ist)

Jumat, 24 November 2017 - 18:42 WIB

Penjualan Tanah Bekasi Fajar Industrial Estate Telah Lampaui Target 2017

PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), perusahaan pengelola kawasan industri MM2100, hingga akhir November 2017 telah menjual lahan seluas 42 hektar. Padahal target penjualan tanah 2017…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Sekjen Kemenperin Haris Munandar

Jumat, 24 November 2017 - 18:09 WIB

2018, Pertumbuhan Manufaktur Masih Ditopang Sektor Konsumsi

Industri makanan dan minuman diproyeksi masih menjadi salah satu sektor andalan penopang pertumbuhan manufaktur dan ekonomi nasional pada tahun depan. Peran penting sektor strategis ini terlihat…

Menuju Holding BUMN Industri Pertambangan

Jumat, 24 November 2017 - 18:00 WIB

Holding Tambang akan Resmi Efektif Akhir November

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan Holding BUMN Tambang akan resmi efektif mulai akhir November 2017.

PT Vivo Energy Indonesia (Ist)

Jumat, 24 November 2017 - 17:30 WIB

Vivo Energy Indonesia Akan Bangun 3 Kilang Minyak di Indonesia

PT Vivo Energy Indonesia semakin serius menggarap bisnis hilir migas dengan membangun sebanyak 3 kilang minyak di Indonesia mulai tahun depan.

Kikan Terlibat Drama Musikal Kolosal Tekad Indonesia Jaya,

Jumat, 24 November 2017 - 17:16 WIB

Demi Perannya di Drama Kolosal Kikan Ingin Dibenci Setengah Mati

Demi Penghayatan perannya dalam Drama Kolosal yang bertajuk Tekad Indonesia Jaya yang akan dipentaskan di The Kasablanka Hall Kuningan Jakarta Selatan, Sabtu 25 November 2017 pukul 20.00 WIB,…