Asuransi Jiwa Syariah Allianz Life Berikan Tambahan Manfaat kepada Nasabah

Oleh : Herry Barus | Senin, 29 Mei 2017 - 15:22 WIB

PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Foto Ist)
PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id -

Jakarta Unit bisnis Syariah PT Asuransi Allianz Life Indonesia terus berkomitmen memberikan manfaat proteksi yang lebih tinggi dengan memperluas perlindungan penyakit kritis (critical illness) yang bisa dimiliki peserta.

Jika sebelumnya peserta hanya diperbolehkan memilih satu jenis manfaat asuransi tambahan (rider) critical illness dalam satu polis, mulai tahun 2016 peserta diberikan kebebasan memilih hingga tiga rider critical illness.

Manfaat lainnya diberikan melalui peningkatan batas uang pertanggungan critical illness yang menjadi Rp 10 milliar, sehingga akan semakin membantu memenuhi kebutuhan Peserta akan perlindungan asuransi yang memadai.

Selain itu pada tahun 2016, sudah ditetapkan bahwa Allianz Life Syariah akan mulai membagikan surplus underwriting. Dalam artian, Peserta yang masuk dalam ketentuan yang ditetapkan, akan menerima penambahan dana ke dalam saldo investasinya di setiap tahun kalendar.

Ini merupakan bentuk tanggung jawab Allianz Life Syariah sebagai pemegang amanah Dana Tabbarru yang memiliki komitmen jangka panjang dan senantiasa ingin memberikan manfaat lebih kepada Pesertanya.

Ronny Iskandar selaku Managing Director Sharia Allianz Life Indonesia Senin (29/5/2017) mengatakan, Sebelumnya surplus Dana Tabarru Allianz Life Syariah belum pernah dibagikan kepada para Peserta, karena Allianz ingin memastikan Dana Tabarru yang terkumpul dari tahun ke tahun mencapai hasil yang maksimal terlebih dahulu. Tahun 2016 ini hasil pengumpulan Dana Tabarru sudah mampu memberikan manfaat yang besar kepada para Peserta.

Kinerja finansial yang positif di tahun 2016

Tahun 2016 merupakan tahun yang baik bagi bisnis Allianz Life Syariah karena mencatatkan pertumbuhan Pendapatan Premi Bruto (PPB) sebesar 14,4% menjadi Rp 845,44 miliar dibandingkan dengan tahun 2015 sebesar Rp 739,10 miliar.

Dana Kelolaan juga mengalami peningkatan pada 2016 sebesar 24,5% menjadi Rp 2,12 triliun dibandingkan dengan tahun 2015 sebesar Rp 1,70 triliun. Dana Tabarru Allianz Life Syariah di tahun 2016 kembali memberikan kontribusi positif dengan meningkat sebesar 29,0% menjadi Rp 477,12 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 369,85 miliar.

Pada tahun 2016 ini Allianz Life Syariah tetap menunjukkan komitmen dalam melakukan tanggung jawabnya dalam membayarkan klaim sebesar Rp 276,28 miliar, meningkat 19,3% dibanding tahun sebelumnya.

Melihat perkembangan bisnis asuransi jiwa syariah di Indonesia, Allianz Life Syariah akan semakin optimis meraih pasar syariah dengan menawarkan perlindungan yang menyeluruh serta memastikan dana dikelola sesuai dengan prinsip syariah secara aman dan hati-hati.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi dan KH Maruf Amin (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 21 September 2018 - 21:32 WIB

Jokowi-Ma`ruf Amin Nomor Urut 1, Prabowo - Sandiaga Uno Nomor Urut 2

Pasangan Joko Widodo-KH. Ma`ruf Amin mendapatkan nomor urut 1 dalam Pemilu Presiden 2019. Dengan demikian, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga S Uno memperoleh nomor urut 2.

Ilustrasi Rokok Ilegal ((Ist)

Jumat, 21 September 2018 - 19:59 WIB

Dampak Peredaran Rokok Ilegal, Negara Dirugikan Rp 1 Triliun Pertahun

Peredaran rokok ilegal (tanpa cukai) di Tanah Air ternyata masih cukup besar. Berdasar temuan tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui survei cukai rokok ilegal sepanjang tahun 2018, ditemukan…

Hikvision Luncurkan EZVIZ

Jumat, 21 September 2018 - 19:50 WIB

Dolar AS Naik, Pasar CCTV Alami Penurunan Penjualan

Nilai tukar rupiah masih menunjukan tren pelemahan. Kurs mata uang Garuda masih bertengger di level Rp 14.898 per dolar Amerika Serikat.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Jumat, 21 September 2018 - 19:30 WIB

Menperin Yakinkan Investor Singapura untuk Tingkatkan Investasi di Indonesia

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto meyakinkan kepada investor dan pelaku usaha Singapura untuk meningkatkan investasinya di Indonesia.

Beras Impor (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 21 September 2018 - 19:20 WIB

Polemik Impor Beras, Siapa Layak Dievaluasi ?

Hembusannya seperti menemukan momentum saat terjadi polemik impor beras antara Dirut Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) dan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita.