Selamat Datang Wuling, Raja Pasar MPV Asal Tiongkok

Oleh : Dhiyan H Wibowo | Senin, 29 Mei 2017 - 17:10 WIB

Mobil Wuiling. (Foto: IST)
Mobil Wuiling. (Foto: IST)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Produk kendaraan multi purpose vehicle (MPV) dari produsen otomotif asal Tiongkok, Wuling Motors dalam waktu dekat akan mulai meluncur di jalan-jalan di Tanah Air. Produk besutan PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) ini diproyeksikan bakal dilansir pada kuartal ketiga tahun ini.

Disampaikan Arif Pramadana, Direktur Senior Manufaktur Wuling Motors, pabrik PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) di Greenland International Industrial Centre (GIIC), Cikarang, Jawa Barat, kini sudah siap beroperasi dan akan mulai memproduksi produk pertama Wuling untuk pasar Indonesia. Jika tak ada kendala, produk pertama Wuling Motors ini menurutnya siap diluncurkan pada kuartal ketiga 2017.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Agustus 2015 lalu, Wuling mengadakan upacara peletakan batu pertama sebagai tanda pembangunan pabrik dan Supplier Park dengan total investasi mencapai US$ 700 juta untuk keseluruhan proyek Wuling di Indonesia.

Pabrik Wuling akan menciptakan rantai industri hulu dan hilir, memberikan kontribusi bagi industri otomotif Indonesia, dan juga menciptakan 3.000 lapangan kerja untuk masyarakat lokal. Dengan kapasitas produksi tahunan pabrik yang mencapai 120.000 unit, pabrik Wuling  dilengkapi dengan teknologi ‘Global Manufacturing System’ (GMS).

"Kami sangat bangga dengan pabrik pertama kami di Indonesia. Pabrik ini menunjukkan keseriusan kami untuk memasuki pasar Indonesia, dan merupakan pencapaian penting bagi Wuling di Indonesia.

Dalam waktu dekat, kami siap untuk memproduksi dan meluncurkan produk pertama kami di kuartal ketiga 2017," kata Arif Pramadana dalam pernyataannya yang diterima redaksi Industry.co.id baru-baru ini

Dikatakan Arif, pabrik Wuling telah dilengkapi dengan teknologi global General Motors (GM), yaitu 'Global Manufacturing System' (GMS) yang digunakan di seluruh pabrikan GM di seluruh dunia, termasuk Wuling di Indonesia untuk memastikan pabrik Wuling telah memenuhi standar internasional.

Sistem ini memungkinkan Wuling untuk mencapai proses produksi yang efisien dan berkualitas tinggi. Selain itu, Wuling juga membangun Supplier Park dalam area pabrik untuk mendukung proses produksi.

Saat ini Wuling telah membawa 15 pemasok komponen internasional ternama dan juga bekerja sama dengan sekitar 20 pemasok komponen lokal untuk dapat berproduksi di Supplier Park Wuling. Para pemasok diharapkan untuk memulai kegiatan produksi di Supplier Park Wuling tahun ini.

"Seperti yang sudah direncanakan, lebih dari separuh komponen untuk produk pertama Wuling akan menggunakan produk lokal. Ke depannya, diharapkan kontribusi pemasok komponen lokal dapat meningkat seiring dengan berkembangnya produksi Wuling," tambah Arif.

Sedikit cerita soal Wuling Motors,  SAIC-GM-Wuling Automobile,  merupakan perusahaan joint venture  antara Shanghai Automotive Industry Corp (SAIC Motor), General Motors, dan Liuzhou Wuling Motors Co Ltd.  Didirikan pada 18 November 2002, produsen otomotif yang satu ini berbasis di Liuzhou, di wilayah otonomi Guangxi Zhuang di barat daya Tiongkok. Sejauh ini di negeri asalnya Wuling Motors merajai pasar kelas low MPV pada tahun lalu, dan berhasil mencatatkan penjualan sebesar  2,13 juta  unit.  

Wuling juga telah menduduki peringkat pertama dalam hal volume penjualan untuk perusahaan otomotif tunggal selama 11 tahun di Tiongkok. Tahun lalu, dalam kesempatan pertemuannya dengan media, disampaikan oleh Presiden Direktur PT SGMW Motor Indonesia,  Xu Feiyun   fasilitas produksi Wuling di Cikarang tersebut akan menjadi basis produksi untuk mobil low MPV yang akan dipasarkan di Indonesia.

Tak semata ditujukan bagi pasar domestik, hasil produksi dari kawasan Deltamas ini juga diproyeksikan untuk memenuhi permintaan di pasar Asia Tenggara. Disebutkan Feiyun,    SGMW Motor Indonesia  akan mulai mengekspor hasil produksinya  pada tahun 2019. “Benar bahwa kami berencana  menjadikan pabrik di Indonesia ini sebagai basis produksi," ujarnya.

Salah satu pasar yang akan dijadikan sasaran hasil produksinya di Indonesia antara lain Malaysia dan Thailand, yang sistem kemudi pada kendaraan roda empatnya ditempatkan di sebelah kanan seperti Indonesia. 

SGMW Motor Indonesia juga telah menyiapkan pembukaan dealership yang selain melayani penjualan, juga akan memberikan layanan purna jual dan untuk memastikan  ketersediaan suku cadang di dalam negeri.  Sebuah  skema finansial yang menarik pun disiapkan demi memberikan kemudahan dan kecepatan pelayanan bagi pelanggan Indonesia.

Terkait produk yang disiapkan untuk pasar Indonesia, disebut-sebut bahwa  dua model  yang akan diproduksi pertama di pabrik Cikarang adalah kendaraan low MPV bernama Hong Guang S1 serta Baojun 730.  

Hong Guang S1 merupakan MPV tujuh penumpang bermesin P-TEC DVVT 1.5 Liter yang  dengan transmisi manual  5 tingkat percepatan.  Banyak kalangan analis otomotif lokal menyebut bahwa  Hong Guang S1 bisa menjadi penantang  baru bagi pasar low MPV  tujuh penumpang di dalam negeri yang selama ini masih dikuasai oleh produk Toyota dan Daihatsu, yakni  Avanza dan Xenia.

Desain yang agak kotak berdimensi 4500 x 1721 x 1715 mm pada Hong Guang  tak banyak berbeda dari mobil jenis MPV pada umumnya, begitu pula  jarak panjang wheelbase yang mencapai 2.720 mm.

Sementara  Baojun 730 adalah  MPV kedua yang dimiliki SGMW  berkapasitas mesin 1,5-1,8 liter, sedikit 'mirip' dari segi ukuran jika dibandingkan dengan rivalnya yang sudah eksis.

Hanya saja pihak Wuling Motors belum  memberi bocoran kisaran harga  dua produk tersebut. Namun sekedar informasi saja,   di  Tiongkok, Hong Guang S1 dibanderol seharga 60.000 yuan atau sekitar Rp120 juta. Sementara Baojun 730 dibanderol 70.000 – 90.000 yuan atau sekitar Rp 140 juta – 180 juta.

Dikatakan Feiyun, SGMW Motor Indonesia tidak akan menjadikan Hong Guang S1 dan Baojun 730 sebagai produk yang akan diekspor dari Indonesia. Namun ia menyebut perusahaan akan menambah Sport Utility Vehicle  serta sedan dalam jajaran hasil produksinya di Indonesia.

Semenara itu baru-baru ini  Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa peresmian pabrik otomotif  sebenarnya baru akan dilakukan pada pertengahan tahun atau sekitar Juli 2017. Namun Wuling akan melakukan produksi terlebih dahulu."Kan pabriknya sudah hampir selesai, tapi akan diresmikan pada pertengahan bulan Juli," kata Airlangga.

Perusahaan  akan memproduksi dua jenis kendaraan roda empat, yakni kendaraan multiguna atau multi-purpose vehicle (MPV) dan kendaraan utilitas sport atau sport utility vehicle (SUV). MPV akan diproduksi lebih cepat,  sedangkan SUV akan diproduksi pada akhir tahun. Untuk tahap awal, kata Airlangga,  Wuling Motors akan memproduksi kendaraan sebanyak 200 ribu unit.

Ia pun belum bisa merinci akan dibandrol di harga berapa produk-produk otomotif dari Wuling tersebut. Menurut Airlangga,  kendaraan  pabrikan Cina  ini akan bisa bersaing dengan kendaraan pabrikan Jepang, sehingga akan terjadi  persaingan harga dan kekuatan produk yang akan dinikmati oleh para konsumen di Indonesia.

Soal potensi dilansirnya produk SUV dari Wuling Motors di Indonesia, diakui oleh Brand Manager PT. SGMW Motor Indonesia Dian Asmahani dalam diskusi media di Jakarta beberapa waktu lalu (21/4). Namun ia menolak merinci produk SUV yang bakal dibuat perusahaan. 

"Kami belum bisa bicara. Yang jelas produk-produk yang akan luncurkan benar-benar sesuai dan sudah kami pikirkan," katanya.

Ia mengakui bahwa pasar SUV di Indonesia masih menawarkan ceruk pasar yang menarik bagi pemain-pemain industri otomotif. "Pasar SUV makin lama makin besar. Fokus kami saat ini masih pasar LMPV tapi kami tak menutup kemungkinan (menghadirkan SUV)," lanjut dia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo

Kamis, 21 September 2017 - 21:00 WIB

Groundbreaking Tol Layang Makassar Dimulai 12 Oktober

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan "groundbreaking" atau peletakan batu pertama pembangunan proyek tol layang Pettarani Makassar sesuai rencana dimulai 12 Oktober…

 Calon Bupati Jaya Pura Nomor 3 Godlief Ohee

Kamis, 21 September 2017 - 20:25 WIB

Pilkada Kabupaten Jayapura, Calon Petahana Mathius Awitauw Didiskualifikasi Bawaslu

Jakarta- Bawaslu RI merekomendasikan pembatalan Mathius Awitauw Sebagai Calon Bupati Jayapura. Hal itu disampaikan Calon Bupati Nomor Urut Nomor 3 Godlief Ohee.

Direktur Enterprise & Business Service Telkom Dian Rachmawan dan Direktur Utama PT Inti Darman Mappangara berjabat tangan.

Kamis, 21 September 2017 - 20:16 WIB

Telkom dan PT INTI Bersinergi Garap Layanan Internet of Things Devices

Jakarta-PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI) menandatangani nota kesepahaman untuk meningkatkan sinergi kedua BUMN, serta untuk mendukung…

Direktur Wholesale & Internasional Service Telkom Abdus Somad Arief (kedua dari kanan) bersama Staf Khusus Kementerian BUMN bidang Rumah Kreatif BUMN (RKB) Asmawi Syam (tengah).

Kamis, 21 September 2017 - 20:07 WIB

TelkomGroup Latih E-Commerce dan Pemasaran Online UMKM Indonesia Go Global

Jakarta-Dalam rangka mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia menembus pasar global di era digital, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus optimalkan keberadaan…

PT Paramount Land

Kamis, 21 September 2017 - 19:30 WIB

Paramount Land Raih Penghargaan Dot Property Indonesia

Paramount Land meraih 3 penghargaan sekaligus atas komitmennya dalam menciptakan produk-produk properti terbaik dalam ajang Dot Property Indonesia Awards 2017.