PT Holcim Indonesia Transformasi Komersial Tingkatkan Kinerja

Oleh : Herry Barus | Jumat, 26 Mei 2017 - 04:25 WIB

PT Holcim Indonesia Tbk (Foto Ist)
PT Holcim Indonesia Tbk (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Holcim Indonesia Tbk menyatakan fokus dalam transformasi komersial untuk meningkatkan penjualan serta melayani kebutuhan pelanggan di dua pasar, yakni Sumatera dan pulau Jawa.

"Perusahaan terus melakukan inisiatif-inisiatif efisiensi dan penurunan beban pada proses produksi, distribusi, keuangan dan meningkatkan penggunaan bahan baku alternatif," kata Presiden Direktur Holcim Indonesia Tbk Gary Schutz dalam siaran pers diterima awak media di Jakarta, Rabu (24/5/2017)

Ia menjelaskan penambahan kapasitas produksi semen dari pabrik semen yang ada di Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh juga merupakan bagian dari inisiatif yang dilakukan perusahaan tersebut.

"Keberadaan Holcim di Sumatera diperkuat dengan operasional terminal semen di Lampung serta gudang semen baru di Palembang yang diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2018," katanya.

Menurut dia terminal semen di Lampung menjamin pasokan untuk melayani kebutuhan pasar lokal dengan total kapasitas 1 juta ton per tahun.

Ia menambahkan untuk meningkatkan nilai tambah bagi pelanggan, Holcim juga telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan CIMB Niaga untuk peluncuran aplikasi gawai penjualan produk dan solusi Holcim yang telah tersedia bagi pengguna gawai Android.

"Pelanggan bisa mendapatkan produk dan solusi dari Holcim dengan mudah secara langsung, di mana pun dan kapan pun tanpa perlu datang ke toko bangunan. Aplikasi yang bernama Solusi RumahKu ini dapat diunduh di Google Play Store," katanya.

Solusi RumahKu merupakan sebuah solusi untuk konstruksi rumah dan bangunan yang menyediakan layanan konsultasi rancang bangunan, bahan bangunan berkualitas, serta ahli bangunan bersertifikat dan pembiayaan bank di bawah satu atap.

Ia menambahkan pertumbuhan permintaan dalam waktu dekat diperkirakan masih sangat minim dan masih jauh dari yang diproyeksikan oleh ASI sebesar 5 persen.

"Holcim Indonesia yakin bahwa potensi pertumbuhan yang dibutuhkan jangka penjang akan lebih besar dari kebutuhan jangka pendek," kata Gary.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bank Bukopin Luncurkan Aplikasi Wokee (Foto Anto/INDUSTRY.co.id)

Senin, 18 Desember 2017 - 10:23 WIB

Bank Bukopin Bidik Fee Base Income Rp30 Miliar dari Wokee

Bank Bukopin membidik fee base income dari transaksi aplikasi Wokee sebanyak Rp30 miliar pada 2018. Secara resmi aplikasi Wokee dilaunching akhir pekan lalu di Bogor.

kelapa sawit

Senin, 18 Desember 2017 - 10:19 WIB

Tak Terpengaruh Kampanye Negatif, Produksi CPO Diperkirakan Capai 36,5 Juta Ton Pada Akhir Tahur

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) optimis produksi Crude Palm Oil (CPO) pada akhir tahun 2017 diperkirakan dapat mencapai 36,5 juta ton, meningkat sekitar 15,8% dibandingkan produksi CPO…

BP Batam Internasional Culture Carnival 2017 (Foto:sindobatam.com)

Senin, 18 Desember 2017 - 10:15 WIB

BP Batam Internasional Culture Carnival 2017 Harapkan Jadi Pintu Gerbang Wisman ke Batam

Festival budaya berskala internasional, BP Batam Internasional Culture Carnival 2017 yang diselenggarakan di Jalan Imam Bonjol, Nagoya, Kepulauan Riau, Batam pada Sabtu (16/12/2017). Penyelenggaraan…

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), William Surnata, Budikwanto Kuesar dan Edi Permadi (Foto Abe)

Senin, 18 Desember 2017 - 10:10 WIB

J Resources Targetkan Tambang Emas Pani dan Doup Berproduksi pada 2019

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menargetkan tambang emas Pani dan Doup dapat beroperasi pada 2019. Karena itu, perusahaan pertambangan emas tersebut saat ini mulai mengembangkan kedua…

Ilustrasi Hunian Terintegrasi dengan moda transportasi publik seperti Transit Oriented Development (TOD)

Senin, 18 Desember 2017 - 10:06 WIB

REI: TOD Merupakan Jawaban Kebutuhan Hunian Untuk Kaum Milenial

Hunian vertikal berkonsep Transit Oriented Development (TOD) beberapa waktu belakangan sedang menjadi tren tersendiri di kalangan pengembang baik swasta maupun pemerintah.