Ekspansi PT Pan Brothers Tbk, Positioning di Industri Apperal

Oleh : Arya Mandala | Kamis, 25 Mei 2017 - 13:05 WIB

PT Pan Brothers Tbk (PBRX)
PT Pan Brothers Tbk (PBRX)

INDUSTRY.co.id - Setumpuk agenda ekspansi dirancang PT Pan Brothers Tbk dalam memperkuat posisinya di industri apperal. Selain menambah kapasitas produk garmen, perseroan siap merambah sektor hulu serta melebarkan sayap di Asean dan Asia.

Meski dibayang-bayangi kondisi ekonomi global yang lesu, bagi PT Pan Brother Tbk, fokus melanjutkan setumpuk agenda ekspansi yang telah direncanakan.

Tahun ini, emiten dengan kode transaksi saham PBRX di bursa ini memang berencana membangun tiga paik garmen baru bersama mitranya Mitsubishi Corporation di Boyolali Jawa Tengah dengan nilai investasi sekitar US$ 25 juta. Tiga paik tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap di tahun 2017. Dengan begitu, pada periode tersebut perseroan akan memiliki 24 unit paik garmen yang tersebar di Boyolali, Sragen, Tangerang, Sukabumi, Bandung, Ungaran, Demak, dan Tasikmalaya.

Tetap on track (rencana pembangunan tiga paik garmen) meskipun terjadi pergeseran waktu, tiga paik tersisa ditargetkan sudah selesai dan berproduksi komersil di akhir tahun 2017.Secara investasi akan disesuaikan dengan teknologi yang ada di market, dan juga tetap memperhatikanROI dan ROE dan investasi berkisar US$ 25 juta, papar Wakil Direktur Utama PT Pan Brothers Tbk, Anne Patricia Sutanto dalam keterangan tertulisnya kepada INDUSTRY.co.id

Dipaparkan Anne, tiga paik yang akan dibangun tersebut merupakan lanjutan dari tujuh paik yang direncanakan Perseroan bersama Mitsubishi. Sebelumnya pada kuartal III 2015, PT Eco Smart Garment nama perusahaan patungan antara PBRX dengan Mitsubishi telah mengoperasikan empat unit paik di Boyolali dengan nilai investasi US$ 34 juta atau setara Rp 459 miliar. Empat paik tersebut menyerap 12.000 sekitar tenaga kerja.

Setelah pengoperasian tujuh paik baru tadi, dan ditambah dengan penambahan perluasan paik di Tasikmalaya, maka kapasitas terpasang produksi garmen Perseroan akan mencapai lebih dari 100 juta potong garmen dengan basis polo per tahun. Naik dari total kapasitas terpasang di tahun 2015 sebesar 75 juta potong yang didukung sebanyak 22.186 mesin jahit yang terletak di fasilitas produksi perseroan di provinsi Jawa Barat, Banten dan Jawa Tengah.

Fasilitas produksi tersebut bekerja berdasarkan Job Order dari ands dan buyer diantaranya Japanese Brands (via Mitsubushi Corporation),Adidas, The North Face, Salomon,Arcteryx,Calvin Klein, J Crew, S. Oliver,Dillard,Belk, Ping,Victorinox, LL Bean,Peak Performance,Macys,Orvis, Stadium, Gerbing Clothing, Stella Mc Cartney.

New Balance, Spyder,Mavic, Guess Inc,Strellson, Joop, Oviesse, Coin Spa, Brooks Brothers, Holy Fashion,H & M,Kate Spade, Sierra Design, Solaris, Atomic, Nikita, Ferrari,Lacoste,GEOX, Kathmandu, Yonex, Duluth,Hannah Anderson, Buggati,Indygena,Tactical 511,Prada, Tigha, LF Corp, Damart, Sun Valley, Joe Brown, Outerstuff, Puma, Charles Vogele, Bonton, Sears, dll.

Melihat nama-nama tersebut, wajar bila PBRX mengklaim menyandarkan sekitar 90% revenuenya dari pasar ekspor langsung. Sementara 10 persen dari total sales revenue PBRX di tahun lalu disumbang divisi retail,faic dan sewing & emoidery threads dari unit domestik, baik direct domestik maupun domestik yang indirect ekspor dari sisi retail, faic mills, dan benang jahit dan benang emoidery.

Rambah Sektor Hulu

Bergelut di sektor hilir atau garmen rupanya belum cukup membuat PBRX puas. PBRX berkomitment dalam industri apparel ini, dan pilar bisnis kami adalah memperkuat seluruh sektor dalam supply chain industri apparel ini.Semua peluang terus kami jajaki seiring dengan perkembangan jaman, dan bilateral agreement antarnegara. Dan kami juga terus mengembangkan nilai tambah di industri apparel ini, papar Anne.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, PBRX berencana merambah sektor hulu dengan mambangun paik bahan baku tekstil sitensis. Namun mengingat bisnis ini cukup berbeda dengan bisnis garmen yang selama ini digeluti, maka Perseroan berencana menggandeng mitra strategis. Kini penjajakan mitra strategi dari Taiwan masih terus dijajaki dan Perseroan cukup optismistis mampu menggaet partner baru terlebih bila Free Trade dengan Eropa apalagi TPP sudah berjalan. Tentu akan lebih mudah mengajak investasi asing di sektor TPT masuk ke Indonesia, ujarnya.

Masuk ke sektor hulu bagi PBRX dianggap mendatangkan banyak manfaat. Terutama soal kepastian bahan baku, sebab sekitar 70%-80% masih bergantung impor. Selain itu bahan baku yang diproduksi sendiri akan memotong waktu produksi. Apalagi lead time dari pihak pengorder (ands) yang semakin pendek. Keuntungan antara lain dari kecepatan delivery, penerapan Just in Time, Produk Development yang lebih cepat, Kolaborasi dalam pengembangan produk inovatif akan lebih mudah, yang ujungnya akan menambah daya saing Indonesia umumnya dan PBRX khususnya di internasional market, tandasnya.

Meski begitu, kembali lagi Anne menandaskan bahwa ekspansi yang dilakukan tetap mengutamakan faktor kehati-hatian dengan memperhatikan pangsa pasar baik secara domestik maupun internasional. Begitu pula dengan posisi ROI dan ROE perusahaan terhadap investasi yang ditanam tadi.

Terkait pasar di Asean, Anne mengemukakan pihaknya memang mengusung sebuah rencana besar di Vietnam. Selain kolaborasi produksi dengan paik di Vietnam, sejauh ini aktivitas anak usahanya mereka di sana mengemban misi untuk penjajakan dan mempelajari kondisi bisnis, sehingga saat waktunya tiba Perseroan siap masuk sebagaipemegang saham, baik JVmaupun akuisisi. Semua kembali ke pertimbangan ROI dan ROE, imbuhnya.

Rencana mengepakkan sayap ke Vietnam tentu saja dilatari oleh sederet pertimbangan bisnis yang dianggap penting. diantaranya negara itu sudah menanda tangani beberapa Free Trade Agreement juga Vietnam merupakan anggota TPP dan ini akan membuat produk Vietnam lebih komersial dan kompetitif dari produk negara non member TPP dari sisi bea masuk di negara tujuan.

Tidak kalah penting Perseroan juga harus mengakomodir permintaan secara tidak langsung dari beberapa ands yang memasarkan produknya di negara TPP untuk masuk kesana, agar mereka dapat menambah portofolio mereka ke PBRX dan ini peluang yang harus direbut.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar (Foto: Dok. Kemenperin)

Kamis, 20 September 2018 - 19:07 WIB

Jurus Jitu Kemenperin Wujudkan Indonesia Kuat

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berperan aktif mewujudkan Indonesia Kuat melalui peningkatan produktivitas dan daya saing industri potensial di dalam negeri.

BGR Jalin Kerjasama dengan AirNav Indonesia

Kamis, 20 September 2018 - 18:35 WIB

Perkuat Bisnis Perusahaan, BGR Jalin Kerjasama dengan AirNav Indonesia

PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyedia jasa logistik menandatangani nota kesepahaman dengan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia…

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Kamis, 20 September 2018 - 17:38 WIB

Menunggu Data BPS untuk Masalah Impor Beras

INDUSTRY.co.id

Jakarta – Polemik impor beras medium antara Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Budi Waseso (Buwas) dan…

Direksi Radana Bhaskara Finance

Kamis, 20 September 2018 - 15:59 WIB

Radana Bhaskara Finance Dapat Warning Credit Watch Negatif

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - PT Radana Bhaskara Finance peringkat dan medium term notes MTN II 2016 seri A,B,C, MTN I 2017 seri A,B,C dan MTN II 2018 menjadi idBBB dari…

Menteri Perindustrian Airlangga hartarto saat menerima pelakat penghargaan opini WTP yang diserahkan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Dok. Kemenperin)

Kamis, 20 September 2018 - 15:45 WIB

Lagi, Kemenperin Gondol Penghargaan Opini WTP Lima Tahun Berturut-Turut

Pemerintah kembali memberikan penghargaan kepada Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang dinilai mampu konsisten mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas audit laporan keuangan…