PT Pismatex Textile Industri, Gajah Yang Siap Duduki Pasar Global

Oleh : Nandi Nanti | Kamis, 25 Mei 2017 - 11:20 WIB

Produk Gajah Duduk -images DMID Grup
Produk Gajah Duduk -images DMID Grup

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pismatex selalu menggali, mengenalkan dan melestarikan motif atau corak dan warna asli dari Indonesia ke dalam design-design sarung Brand Gajah Duduk, sehingga melahirkan Tag Line Kreasi Indonesia.

Sebagai salah perusahaan tekstil terdepan saat ini, PT Pismatex Textile Industri, kian menunjukan kiprahnya dalam memproduksi polyester dan viscose. Melalui salah satu unit bisnisnya yaitu PT Pisma Putra Textile, Pismatex menjadi salah satu produsen pemintalan benang terpercaya di pasar dunia. Hasil produksinya terserap sekitar 26 persen untuk memenuhi permintaan Pabrik tenun yang memproduksi sarung dengan merek Gajah Duduk. Selebihnya sekitar 37 persen untuk memenuhi pasar lokal dan sekitar 37 persen di export ke beberapa negara seperti; Jepang, Mesir, Turki, Korea, Brazil, Sudan dan lain lain.

Kendati telah merambah ke pasar ekspor, Pismatex Textile Industri, tetap memiliki rencana untuk menjajaki pasar ekspor baru. Seperti yang dikatakan oleh Wakil Direktur Utama PT Pismatex Textile Industri Lukas Prowoto kepada INDUSTRY.co.id, dimana, rencana tersebut sudah menjadi bagian yang sangat penting bagi perusahaan, sesuai dengan Visinya yaitu menjadi salah satu perusahaan textile yang berdaya saing tinggi, terpercaya dalam kualitas dan pelayanan.

Pismatex kata Lukas, menawarkan Orisinalitas dan keberagaman produk untuk memenuhi keinginan konsumen seluruh dunia, proses pemintalan benang kami menerapkan teknologi terbaru dan inovasi di setiap level proses produksi. Dari hal tersebut diatas kami yakin untuk selalu melihat peluang yang terbuka untuk pengembangan export yang lebih luas lagi,ujarnya.

Berbicara mengenai Brand Gajah Duduk, tidak terlepas dengan Brand positioningnya yaitu memberikan value added bagi konsumen kaitannya dengan quality dan pemenuhan akan design-design yang inovatif & lebih customize dibanding produk sejenis. Menurut Lukas, pihaknya ingin menggali, mengenalkan dan melestarikan motif atau corak dan warna asli dari Indonesia ke dalam design-design sarung Brand Gajah Duduk, sehingga pihaknya mempunyai Tag Line Kreasi Indonesia.

Beberapa penghargaan yang saat ini diterima seperti : Super Brand, Top Brand, Brand Satria, Primaniyarta sebagai Development Brand Global tahun 2013, MVB (Most Valued Brand) tahun 2016 dll tidak terlepas dari penguasaan sekitar 40% Market Share Nasional & 50 persen market Share di Asia Tenggara. Selain itu juga Brand Gajah Duduk mempunyai Brand Index diatas 40 persen dan jauh diatas brand-brand lain dikatagori sarung.

Dari sisi kinerja keuangan, menurut Lukas, tidak bisa dipungkiri tahun 2015 dan 2016, dimana juga dialami banyak dari pelaku usaha yang lain adalah dampak dari perekonomian di dalam negri dan global yang kurang bergairah atau cenderung agak lesu. Namun pihaknya bersyukur bisa melalui itu dengan baik, Lukas berharap kondisi di tahun 2017 lebih baik.

Terkait dengan rencana pengembangan produk lainnya, menurut Lukas, sesuai dengan Visi perusahaanya yaitu sebagai perusahaan yang siap bersaing di pasar global, PISMATEX tidak pernah berhenti berinovasi menghadirkan produk-produk baru dengan bahan & desain berkualitas tinggi. Sehingga selain sarung yang menjadi tulang punggung perusahaan, kami akan lebih mengembangkan produk-produk Fashion baik itu casual maupun moslem wear seperti; Kabana, GD, Shiro & Marrakech.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gulai Lemea, Kuliner Khas Ramadan Suku Rejang Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu (Ist)

Jumat, 25 Mei 2018 - 17:30 WIB

Mencicipi Gulai Lemea, Kuliner Lezat Khas Bengkulu Saat Ramadan

Indonesia, kaya akan keanekaragam kuliner yang lezat seperti kuliner khas Suku Rejang Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, yakni Gulai "Lemea" yang saat ini banyak dicari oleh kalangan…

Memasuki pekan kedua Ramadan, Pertamina mencatat konsumsi LPG menunjukkan peningkatan 5% dari rata-rata konsumsi normal.

Jumat, 25 Mei 2018 - 17:30 WIB

Jelang Lebaran 2018, Pertamina Bentuk Satgas BBM dan LPG

Pertamina memproyeksikan selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri 2018 konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji harian secara nasional naik rata-rata 15% bila dibandingkan dengan hari biasanya.

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Jumat, 25 Mei 2018 - 17:28 WIB

IHSG Jumat Ditutup Menguat 29,20 Poin

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, ditutup menguat sebesar 29,20 poin seiring dengan kondisi pasar yang mulai pulih.

Memasuki pekan kedua Ramadan, Pertamina mencatat konsumsi LPG menunjukkan peningkatan 5% dari rata-rata konsumsi normal.

Jumat, 25 Mei 2018 - 17:14 WIB

Pertamina: Selama Ramadhan Konsumsi LPG Meningkat Lima Persen

PT Pertamina (Persero) telah mengantisipasi peningkatan konsumsi LPG selama Ramadan hingga mudik Idul Fitri dengan menambah pasokan sejak awal Ramadan. Memasuki pekan kedua Ramadan, Pertamina…

Wakil Ketua DPR, Agus Hermanto

Jumat, 25 Mei 2018 - 17:00 WIB

Paripurna DPR Antiklimaks Setujui RUU Terorisme

Rapat paripurna pengambilan keputusan atas revisi Rancangan Undang Undang Tindak Pidana Terorisme seakan antiklimaks tanpa adanya interupsi dan perdebatan, akhirnya secara aklamasi menyetujui…