Pangsa Pasar Industri Alas Kaki Posisi ke-5 Dunia Capai 4,4 Persen

Oleh : Hariyanto | Minggu, 21 Mei 2017 - 19:27 WIB

Alas Kaki (Ilustrasi)
Alas Kaki (Ilustrasi)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Kementerian Perindustrian menyatakan sektor industri alas kaki Indonesia berhasil menduduki posisi ke-5 sebagai eksportir di dunia dengan pangsa pasar di dunia mencapai 4,4 persen.

Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengungkapkan berdasarkan data Trade Map, pertumbuhan ekspor industri ini dinilai positif, yakni dari 4,85 miliar dolar AS pada 2015 naik 3,3 persen menjadi 5,01 miliar dolar AS pada 2016.

"Peningkatan kinerja ekspor alas kaki Indonesia tersebut melebihi pertumbuhan nilai ekspor dunia yang hanya sekitar 0,19 persen. Hal ini menunjukkan bahwa produk alas kaki dalam negeri memiliki daya saing di atas rata-rata dunia," kata Gati melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (21/5/2017)

Dengan posisi Indonesia yang kini menduduki posisi ke-5 eksportir dunia setelah Tiongkok, India, Vietnam, dan Brasil, Kemenperin pun terus memacu produktivitas dan daya saing pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor alas kaki, produk kulit dan pakaian jadi agar bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri dan memperluas pasar ekspor.

Industri alas kaki, produk kulit dan pakaian juga telah memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap perekonomian nasional dengan capaian produk domestik bruto (PDB) kelompok industri ini yang naik dari Rp31,44 triliun pada 2015 menjadi Rp35,14 triliun pada 2016 atau menyumbang sekitar 0,28 persen terhadap penerimaan negara.

Gati menambahkan sepatu premium lokal berkualitas internasional bernama Ekuator diyakini mampu menembus pasar global, contohnya sepatu yang dirintis Kemenperin melalui Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI).

"Sepatu yang dirintis oleh Kemenperin melalui Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) ini telah memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 80 persen. Pada akhir tahun 2017, Ekuator akan hadir pada salah satu trade show bergengsi di Eropa," kata dia.

Sementara itu, Direktur IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kemenperin E. Ratna Utarianingrum menyampaikan pertumbuhan alas kaki didorong karena tren fashion yang cepat berkembang.

"Pada tahun 2020, pangsa pasar alas kaki nasional ditargetkan sebesar 10 persen ke pasar dunia. Kami optimis bisa tercapai karena seiring dengan pertambahan penduduk, maka semakin tinggi kebutuhan sepatu," kata Ratna.

Ratna menuturkan, industri alas kaki nasional skala kecil dan mikro sebanyak 82 persen berada di Provinsi Jawa Barat, seperti di Bogor, Bandung, dan Tasikmalaya serta Jawa Timur yang meliputi Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, dan Magetan.

Ada pun tantangan industri penyamakan kulit yang dihadapi saat ini, salah satunya kurangnya bahan baku kulit mentah karena pasokam dari domestil baru memenuhi sekitar 36 persen dari total kapasitas industri.

Selain itu, prosedur karantina untuk kulit dan pembatasan asal negara impor kulit juga menjadi kendala lainnya.

"Dengan tingginya ketergantungan impor bahan baku, bahan penolong dan aksesoris, kenaikan kurs dolar menjadi sangat berpengaruh terhadap struktur biaya produksi alas kaki," tambahnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli (Foto Ist)

Minggu, 18 November 2018 - 12:18 WIB

Selaras Pemikiran Rizal Ramli, Pemerintah dan Bank Indonesia Wajibkan Eksportir Bawa Pulang Devisa

Rencana Bank Indonesia (BI) dalam menerbitkan aturan baru yang mewajibkan eksportir membawa devisa hasil ekspor (DHE) ke dalam negeri pada 1 Januari 2019 selaras dengan ide dan gagasan ekonom…

Peneliti berprestasi ke Taiwan

Minggu, 18 November 2018 - 11:15 WIB

Kementerian Pertanian Berangkatkan Peneliti Berprestasi ke Taiwan

INDUSTRY.co.id -

Taiwan Kementerian Pertanian memberangkatkan Peneliti Berprestasi untuk mempelajari inovasi teknologi pertanian modern khususnya bidang Hortikultura…

Petani Padi (Ilustrasi)

Minggu, 18 November 2018 - 10:46 WIB

Agroekologi Bisa Jadi Solusi Pertanian Masa Depan

Agroekologi sesungguhnya memiliki kemampuan menghasilkan produksi pertanian lebih tinggi dibanding pola pertanian konvensional. Sayangnya, agroekologi masih belum mendapatkan perhatian dan dukungan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:34 WIB

KTT APEC akan Bahas Konektivitas Untuk Pertumbuhan Inklusif

Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2018 hari kedua, Minggu (18/11/2018) di Port Moresby, Papua Nugini, antara lain akan membahas konektivitas untuk pertumbuhan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:29 WIB

Presiden Jokowi Hadiri Pertemuan Dewan Bisnis APEC

Presiden Joko Widodo menghadiri pertemuan Dewan Bisnis Asia-Pacific Economic Cooperation atau APEC Business Advisory Council (ABAC) di Port Moresby, Papua Nugini, Sabtu (17/11/2018).