Milan Ceramics Sukses di Pasar Menengah Atas Industri Keramik Nasional

Oleh : Nandi Nanti | Minggu, 21 Mei 2017 - 13:59 WIB

CEO Milan Keramik Erlin Tanoyo meresmikan galeri keramik milan di hayam wuruk jakarta - foto Dok Milan Keramik
CEO Milan Keramik Erlin Tanoyo meresmikan galeri keramik milan di hayam wuruk jakarta - foto Dok Milan Keramik

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Milan Ceramics mengusung tiga brands, yaitu Hercules, Milan, dan Habitat. Pertumbuhannya melejit. Dimana bisnis Milan Ceramics tumbuh 1.5 juta m2 rata-rata per tahun dan mampu memenuhi kebutuhan pasar Indonesia dan internasional.

Milan Ceramics merupakan bagian dari Wings Building Material Division. Didirikan tahun 1991 dengan kapasitas produksi 5,000m2 per hari. Perusahaan ini bertumbuh di Indonesia Timur dengan terus meningkatkan output produksi di Surabaya.

Sejurus dengan pertumbuhannya dan sukses diterima pasar, kemudian melebarkan sayap ke Indonesia Barat. Pada tahun 1997 mendirikan pabrik Milan Ceramics di Jakarta, sehingga total output mencapai 60,000m2 per hari atau 22 juta m2 per tahun dengan mengusung tiga brands, yaitu Hercules, Milan, dan Habitat.

Pertumbuhan besar tersebut menunjukan, bisnis Milan Ceramics tumbuh 1.5 juta m2 rata-rata per tahun untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia dan internasional.

Commercial Director of Milan Ceramics, Sigit Tanoyo, kepada INDUSTRY.co.id mengatakan, dengan mengusung brand HABITAT by Milan Ceramics yang menitikberatkan pada market segment menengah keatas, pihaknya berkomitmen untuk terus berinovasi dan melakukan continues improvements baik dari segi produk, material, pengembangan teknologi, maupun kompetensi sumberdaya manusia, demi tercapainya kepuasan pelanggan yang menjadi tolak ukur kesuksesan perusahaan.

Menurutnya, inovasi produk dan material adalah faktor penting dalam menciptakan diferensiasi kualitas produk Milan Ceramics. Dimulai dengan pemilihan motif, warna, ukuran, sistem instalasi, dan konsep design padu-padan ditambah dengan full decorative tiles, menjadikan produk Milan Ceramics yang memiliki jumlah motif lebih dari 300 varian, sebagai pilihan tepat bagi interior designer & arsitek. Sedangkan inovasi dari segi material, menjadikan Milan Ceramics bernilai tambah yang mengedepankan fitur kekuatan, ketepatan, kerapihan, dan keindahan keramik.

Peduli Lingkungan

Kepedulian Milan Ceramics terhadap lingkungan tercermin pada inovasi yang dilakukan melalui penggunaan fitur iCare ceramic system pada produk Habitat dinding mengkilap (glossy).Teknologi ini melapisi permukaan paling atas pada keramik, menutup pori kecil yang tidak bisa terlihat dengan mata telanjang, yang memungkinkan keramik menjadi sangat mudah dibersihkan tanpa penggunaan detergen ataupun zat kimia pembersih lainnya.

Teknologi tersebut dapat mengurangi kemungkinan bakteri menempel pada kalsium karbonat yang biasa ditinggalkan sabun pada permukaan keramik berpori lainnya. Hal tersebut membuat Habitat (lingkungan) menjadi lebih bersih dan sehat.

Sementara untuk produk Habitat lantai matt, menurut Sigit, pihaknya melengkapi dengan fitur anti slip. Hal ini sering menjadi pertanyaan di market, Keramik tidak mengkilap pasti tidak licin, lalu mengapa harus dilengkapi dengan fitur anti slip?

Jawabannya adalah keramik lantai matt itu belum tentu tidak licin pada saat terkena air. Oleh karena itu, Habitat ingin benar-benar memberikan kepuasan pada pelanggan sambil tetap menjaga keamanan saat menggunakan produk Milan Ceramics. Ditambah lagi dengan rectification proses pada semua produk Habitat Milan Ceramics, menjadikan produk jauh lebih presisi, bebas window frame atau area putih di sekeliling keramik, dan rapih dalam pemasangannya.

Menurut Sigit Tanoyo, teknologi yang diinvestasikan juga mengikuti laju perkembangan teknologi industri keramik dengan segala inovasinya, sehingga dapat meningkatkan efisiensi secara keseluruhan dan juga penghematan energy yang berpengaruh bagi lingkungan. Inovasi teknologi terbaru yang diterapkan adalah digital printing technology, yang kini tidak hanya mampu menghasilkan kualitas gambar beresolusi tinggi, melainkan juga bisa menciptakan tekstur halus micro relief pada permukaan keramik, dengan tetap meningkatkan efisiensi pada penggunaan material dan proses cetak.

Investasi juga dilakukan pada penerapan heat recovery pada teknologi pembakaran keramik.Sedangkan peningkatan kompetensi sumberdaya manusia dimulai sejak recruitment system, pemberian pelatihan baik secara swadaya maupun dari lembagan pelatihan professional lainnya, hingga sertifikasi mutu management 9001 sebagai system controller dalam organisasi Milan Ceramics, menciptakan tenaga professional di bidangnya.

Dengan segala nilai tambah yang dimiliki Milan Ceramics, produknya sangat bersaing dibandingkan dengan produk luar negeri. Hal ini kembali direfleksikan dengan banyaknya permintaan untuk melakukan export keluar negeri, seperti Malaysia, Thailand, Korea, Australia, Dubai, dan masih banyak lagi lainnya. Menurut Sigit, pihaknya terus melakukan diferensiasi produk & layanan, melalui pengembangan-pengembangan kualitas produk misalnya dengan menyetarakan produk Milan Ceramics pada system sertifikasi Internasional seperti Sirim dan TIS. Dengan demikian, pihaknya tidak terlena dengan berfokus hanya pada pasar lokal saja, tetapi terus mempertahankan eksistensi Milan Ceramics di pasar internasional.

Perusahaan Milan Ceramics kata Sigit akan lebih mendalam pada bisnis keramik. Pihaknya juga tidak dapat menutup mata pada banyaknya keramik impor yang masuk ke Indonesia, yang kabarnya hingga saat ini diperkirakan mencapai 30% dari total pasar keramik Indonesia. Tentu saja Milan Ceramics, selaku produsen keramik di Indonesia, mendukung gerakan pemerintah untuk melindungi produk dalam negeri, antara lain melalui pemberlakuan SNI (StandarNasional Indonesia) dengan meningkatkan kualitas produk Milan Ceramics, tidak hanya setara tetapi lebih baik dari pada kualitas produk luar negeri yang dimpor masuk ke Indonesia.

Pihaknya berharap pemerintah juga sangat mendukung industri keramik Indonesia melalui pasokan energi gas & listrik, dengan harga yang belum bisa menggunakan basis perekonomian pasar dunia.

Dengan demikian, Milan Ceramics tidak lagi memandang produsen Indonesia sebagai pesaing, tetapi dengan mengusahakan apa yang pihaknya lakukan di Milan Ceramics, yaitu konsistensi kualitas dan inovasi yang berkesinambungan sebagai nilai tambah, produsen keramik Indonesia akan siap bersaing di pasar ASEAN.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Asuransi Jiwasraya (Foto Industry.co.id)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 00:55 WIB

OJK Monitor Penyelesaian Kewajiban Jiwasraya

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik upaya yang telah dilakukan oleh Direksi dan pemegang saham PT. Jiwasraya (Persero) berkaitan…

BRI Syariah

Senin, 15 Oktober 2018 - 21:37 WIB

Produk Halal BRIsyariah Sukses Gaet Milenial Jogja

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Jogja Halal Fest 2018 yang digelar di Yogyakarta pada tanggal 11 sd 14 Oktober lalu, menjadi bukti besarnya animo masyarakat terhadap produk…

Japan Airlines (JAL) (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 21:00 WIB

Japan Airlines Beroperasi di Terminal 3 Bandara Soetta

Japan Airlines (JAL) beroperasi di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai 26 Oktober 2018 mendatang.

Christine Lagarde Terkesan dengan Paviliun Indonesia (Foto Humas BUMN)

Senin, 15 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Indonesia Pavilion Pukau Ribuan Peserta Annual Meeting IMF-WB 2018

Kehadiran Indonesia Pavilion sebagai wajah pembangunan dan budaya Indonesia yang digagas oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak 8 Oktober - 14 Oktober 2018, mendapat banyak perhatian…

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 20:15 WIB

Pemerintah Usulkan Asumsi Rupiah 2019 Rp15.000

Pemerintah mengusulkan perubahan asumsi nilai tukar rupiah dalam RAPBN 2019 menjadi Rp15.000 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.500 per dolar AS.