Waralaba Bisa Jadi Solusi Stabilisasi Harga Industri Makanan Minuman

Oleh : Ahmad Fadli | Sabtu, 20 Mei 2017 - 23:26 WIB

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Tjahya Widayanti
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Tjahya Widayanti

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar menyatakan bahwa Indonesia memiliki berbagai kekayaan yang bisa dieksplorasi dan dikembangkan melalui waralaba, di luar bidang kuliner.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Tjahya Widayanti, dalam sambutannya saat membuka IFRA 2017 mengatakan salah satu bidang yang bisa menjadi pilihan untuk dikembangkan adalah waralaba agribisnis.

“Tugas Kementerian Perdagangan salah satunya adalah stabilisasi harga pangan. Jika kita bisa mewujudkan waralaba di bidang agro, hal ini bisa mengatasi masalah yang kita hadapi. Dengan adanya waralaba agro, diharapkan tidak ada lagi masalah terkait ketiadaan stok pangan, harga naik, dan lain-lain,” ujarnya.

 Ia mengatakan pihaknya akan berdiskusi lebih lanjut dengan AFI mengenai pengembangan waralaba ini.

Lebih lanjut ia mengatakan pemerintah terus menunjukkan komitmen untuk mendorong perekonomian melalui berbagai paket kebijakan. Paket kebijakan yang telah digulirkan pemerintah berhasil membuat inflasi di Indonesia relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir. “Pertumbuhan ekonomi kita pada triwulan pertama tahun ini naik 5,01% dibanding periode yang sama tahun lalu. Inflasi kita dalam beberapa tahun terakhir cukup stabil dan ini menunjukkan daya beli konsumen cukup kuat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta, mengatakan seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin baik, pengembangan bisnis franchise ke depannya juga akan semakin meningkat. Ia mengatakan masih banyak potensi franchise di daerah yang bisa dikembangkan agar bisa semakin dikenal oleh masyarakat.

 “Kita memiliki banyak potensi waralaba yang bisa dikembangkan di luar bidang makanan dan minuman, termasuk para pelaku UMKM di daerah. Kehadiran IFRA kami harap bisa mengangkat pelaku UMKM melalui kegiatan franchise,” ujar Wayan Dipta.  

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi kredit perbankan

Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:31 WIB

Kontribusi Kredit Perbankan di Palu Capai 0,5 Persen

INDUSTRY.co.id

Jakarta - Berdasarkan data sementara yang diterima OJK, jumlah kredit perbankan di Provinsi Sulawesi Tengah sebesar Rp 27 triliun atau 0,5% dari…

Jababeka Morotai Night (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:30 WIB

Promosikan Pariwisata Morotai, Jababeka Gelar "Jababeka Morotai Night"

PT Jababeka Morotai berkolaborasi dengan KAUM Restorant menggelar acara yang bertajuk "Jababeka Morotai Night".

 Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso (kmps)

Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:00 WIB

OJK Perkirakan Potensi Kredit Macet Sulteng Rp4 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan memperkirakan potensi kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di Sulawesi Tengah akibat gempa dan tsunami mencapai Rp4,063 triliun dari total Rp27 triliun kredit…

Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jakarta

Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:00 WIB

OJK dan Industri Bantu Korban Bencana di Palu

INDUSTRY.co.id

Palu - OJK bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) menggalang dana untuk membantu korban bencana gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Donggala…

Menkeu Sri Mulyani (Foto Setkab)

Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:40 WIB

Delapan Perusahaan Terima Tax Holiday Sejak Revisi PMK

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan sebanyak delapan perusahaan atau wajib pajak sudah menerima insentif pengurangan pajak penghasilan sejak revisi PMK mengenai "tax holiday".