Pelaku Industri Keramik Nasional Optimis Penjualan Naik Dobel Digit

Oleh : Robert | Sabtu, 20 Mei 2017 - 18:36 WIB

Ilustrasi Keramik (ist)
Ilustrasi Keramik (ist)

INDUSTRY.co.id - Pelaku industri keramik mulai optimistis menatap penjualan keramik tahun 2017 ketimbang tahun 2016. Mereka melihat proyeksi positif pertumbuhan properti di tahun 2017 yang diharapkan bisa menjadi obat kuat bagi industri keramik.

Elisa Sinaga, Ketua Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), memproyeksikan, penjualan keramik tahun 2017 berpotensi naik dobel digit dibandingkan realisasi penjualan tahun 2016 yang di kisaran 350 juta meter persegi (m²). Hitungan Elisa, bisa, sebagaimana yang disampaikannya kepada berapa media masa, naik 15% sampai 20%.

Dengan proyeksi tersebut, penjualan industri keramik diproyeksikan naik menjadi 402,5 juta m²–420 juta m². Hanya saja, meski naik signifikan, menurut Elisa, proyeksi kenaikan penjualan masih di bawah kapasitas produksi keramik Indonesia sebesar 550 juta m².

Salah satu onak penghalang kesulitan industri keramik mencapai target penjualan, ialah, masih soal  daya beli melemah. Kendati ada  pelonggaran aturan loan to value (LTV), rupanya kebijakan itu belum ampuh. Begitu juga dengan kebijakan pengampunan pajak, yang di tahun 2016 efeknya belum terasa. Intinya, kinerja industri keramik tahun 2016 jauh dari memuaskan. Karena dari hitungan Elisa, dari target penjualan 400 juta m², pencapaian baru 350 juta m². “Utilisasi pabrik tahun 2016 lalu baru 60%.

Terlihat, efek kebijakan pemerintah diproyeksikan terasa tahun 2017. Efek kebijakan tersebut pertama kali dinikmati industri properti, setelah itu baru industri keramik . Selain efek kebijakan pelonggaran LTV dan tax amnesty.

Harapan Elisa, pemerintah segera menurunkan harga gas industri keramik. Tak sekadar menurunkan harga, tapi ada acuan harga gas yang sama antardaerah. Asaki mendambakan, ada di harga US$ 7 per mmbtu. Sebagai gambaran, harga gas industri keramik di Thailand antara US$ 7 mmbtu– US$ 8 mmbtu.

Bahkan, harga gas untuk industri keramik di Malaysia bisa lebih murah, yakni US$, 5,6 per mmbtu. Sementara di dalam negeri, anggota Asaki mendapatkan harga gas sekitar US$ 9,17 per mmbtu. Khusus di Jawa Timur seharga US$ 8,06 per mmbtu. Karena produksi energi lebih mahal, berakibat kepada daya saing kami.

Namun dia melihat Industri keramik nasional diperkirakan mulai bangkit tahun ini karena didorong penurunan harga gas industri dan stabilnya pertumbuhan ekonomi. Pada tahun ini, penjualan keramik diperkirakan naik 5% menjadi 357 juta meter persegi (m2).

Pada tahun lalu, penjualan keramik diperkirakan merosot 10% menjadi 340 juta m2 dari tahun lalu 380 juta m2. Per September 2016, penjualan keramik masih turun 30%. Penurunan penjualan keramik tahun 2016 dipicu masih tingginya harga gas, yakni US$ 8-9 per million metric british thermal unit (mmbtu).

Jika pemerintah jadi menurunkan harga gas menjadi di bawah US$ 6 per mmbtu, industri keramik berpotensi rebound tahun 2017 ini.

Elisa menuturkan, industri keramik mengalami masa sulit sejak tahun 2014. Tren ini terus berlanjut pada 2016. Dia berharap tahun 2017 industri keramik mulai bergairah, karena harga gas diturunkan ke level yang diinginkan pengusaha.Dia menjelaskan, jika harga gas mencapai level US$ 6 per mmbtu, biaya produksi industri keramik turun 30%. Alhasil, industri keramik dapat menggenjot produksi dan siap bersaing.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Senin, 20 November 2017 - 10:31 WIB

Start-up E-Commerce Asal Thailand Dapat Pendanaan Seri B Senilai US$ 65 Juta

start-up yang menyediakan berbagai layanan e-commerce asal Thailand, aCommerce hari ini, Senin (20/11/2017) resmi mengumumkan bahwa mereka telah mendapat pendanaan Seri B senilai US$ 65 juta…

Friderica Widyasari Dewi, Direktur Utama KSEI (Foto: Tribunnews)

Senin, 20 November 2017 - 10:28 WIB

Ini Saran KSEI Terhadap Investor

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mendorong investor turut berpartisipasi ke pasar modal dengan analisa dua hal.

Siloam Manado: Mencegah Risiko Jantung Koroner dengan Pola Hidup Sehat

Senin, 20 November 2017 - 10:20 WIB

Minat Tinggi Masyarakat di Manado akan Informasi Kesehatan Seputar Jantung

Talk show Mencegah Risiko Jantung Koroner dengan Pola Hidup Sehat rupanya diminati masyarakat di kota Manado. Atensi tersebut terlihat saat RS Siloam Manado menggelar talkshow itu diloby rumah…

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian

Senin, 20 November 2017 - 10:11 WIB

Indonesia Punya Prospek Kekuatan Ekonomi Besar

Kapolri Jenderal Tito Karnivian memperkirakan ekonomi Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi nomor 5 pada 2035, analisanya berdasarkan survei IMF dan Bloomberg

Matahari Department Store

Senin, 20 November 2017 - 09:55 WIB

Meski Tutup Dua Gerai, Matahari Department Store Tetap Lakukan Ekspansi

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) akan menutup dua gerai Matahari Department Store (MDS) yang berada di Taman Anggrek dan MDS Lombok City Center.