Semen Merah Putih Pede Bersaing Di Pasar Industri Semen Nasional

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 20 Mei 2017 - 17:59 WIB

Ilustrasi industri semen. (Merdeka/Dwi Narwoko)
Ilustrasi industri semen. (Merdeka/Dwi Narwoko)

INDUSTRY.co.id - Persaingan industri semen di Indonesia kian sengit. Baik lokal dan perusahaan asing berebut ceruk di Indonesia. Semen Merah Putih juga tak ingin ketinggalan momentum menikmati legitnya pasar insfrastruktur di Indonesia. Pabrik baru pun juga sudah selesai dibangun tahun lalu dengan kapasitas produksi 4 juta ton per tahun.

Berkibar di bawah PT Cemindo Gemilang, Semen Merah Putih siap mengokokohkan posisinya dalam industri semen tanah air. Belum lama ini, Semen Merah putih meresmikan pabriknya yang dibangun di lahan seluas 500 hektare (Ha) di Kecamatan Bayah, Lebak. Pabrik ini diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja hingga 500 orang dengan total investasi USD600 juta, pabrik tersebut dijadwalkan dapat beroperasi tahun ini.

Pengoperasian pabrik semen Merah Putih itu akan meramaikan pasar nasional karena permintaan semen cenderung meningkat. Diperkirakan tahun ini permintaan semen secara nasional akan mencapai lebih dari 60 juta ton.  Sedangkan, kebutuhan semen ini diperkirakan meningkat menjadi lebih dari 70 juta ton.

“Meski kondisi perekonomian nasional tidak menggembirakan, kami tetap menargetkan pembangunan pabrik tersebut akan selesai akhir 2015, sehingga semen Merah Putih bisa segera diproduksi,” ujar Direktur Cemindo Gemilang Andre Vincent Wenas beberapa waktu lalu.

Dijelaskan, pabrik ini akan memproduksi 10.000 ton klinker per hari atau setara 3,2 juta ton per tahun dan 12.000 ton semen per hari atau 4 juta ton per tahun. Di sisi lain, pabrik semen ini juga akan membantu memenuhi kebutuhan semen di Tanah Air.

Vince yakin, dengan semen berkualitas premium yang memiliki tiga keunggulan utama yaitu lebih kuat, tahan lama dan mudah diaplikasikan, Semen Merah Putih akan semakin cepat dikenal masyarakat.

Optimisme Wenas ini tak berlebihan, mengingat pasokan Semen Merah Putih akan bertambah seiring dengan beroperasinya pabrik semen terintegrasi di Bayah berkapasitas 4 juta ton pada September 2015. Didukung pula dengan pabrik penggilingan semen di Ciwandan berkapasitas 1,75 juta ton per tahun dan di Gresik berkapasitas 1 juta ton per tahun serta pabrik pengemasan di Pontianak berkapasitas 500.000 ton per tahun. Total di akhir tahun 2015 ini, kapasitas produksi Semen Merah Putih mencapai 6,75 juta ton per tahun.

Wenas menambahkan, saat ini posisi market share Semen Merah Putih saat ini sudah mencapai 3,68 persen atau tumbuh melejit 440 persen sejak diluncurkan tahun 2011. Semen Merah Putih merupakan salah satu dari sekian pabrik semen yang beroperasi di Indonesia tahun ini.

Menurut catatan Asosiasi Semen Indonesia (ASI) ada 7 pabrik baru yang beroperasi pada 2015-2016 dengan total kapasitas sekitar 16 juta ton per tahun. Pabrik-pabrik tersebut adalah Semen Holcim, Semen Garuda, Conch Semen, Semen Tiga Roda, Semen Merah Putih, Semen Jawa, Semen Bima dan Semen Bosowa Maros .

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi pelayanan Jamkrindo. (Foto: Istimewa)

Selasa, 14 Agustus 2018 - 21:54 WIB

Perum Jamkrindo Terima 30 Mahasiswa Program Magang

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia meneriman sebanyak 30 orang Mahasiswa magang dari Vokasi Universitas Indonesia, Universitas Negeri…

Agus Harmurti Yudhoyono (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 14 Agustus 2018 - 21:00 WIB

Terima Kasih AHY, GN, RR, dan MMD!

Kita dapat menilai budi pekerti seseorang dari kenyataan sikap diri menghadapi musibah yang menimpa.

Melany Dian Risiyantie,

Selasa, 14 Agustus 2018 - 20:34 WIB

Melany Dian Risiyantie Nilai Artis Nyaleg Punya Nilai Positif & Negatif

Dalam Daftar Calon Sementara (DCS) Legislatif yang sudah diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Senin, 13/8, kemarin terdapat 54 orang nama artis atau selebritas. Hal ini menunjukkan dunia…

Kementerian PUPR terapkan teknologi RISHA

Selasa, 14 Agustus 2018 - 20:32 WIB

Kementerian PUPR Terapkan Teknologi RISHA Rekonstruksi Rumah di Lombok

Konstruksi rumah tahan gempa diperlukan sebagai mitigasi bencana karena wilayah Lombok termasuk salah satu wilayah rawan gempa.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur (Foto Ist)

Selasa, 14 Agustus 2018 - 20:20 WIB

Beda Koalisi dengan Jokowi, Asman Abnur Bukan Lagi Menteri Aparatur Negara

Wakil Ketua Umum DPP PAN, Viva Yoga Mauladi, mengonfirmasi Asman Abnur telah mengundurkan diri dari Kabinet Kerja. Dengan begitu, Abnur bukan lagi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi…