Kuartal I-2017, Penjualan di Pasar Tanah Abang Meningkat 60 Persen

Oleh : Ridwan | Jumat, 19 Mei 2017 - 18:20 WIB

Produk Tekstil (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)
Produk Tekstil (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id -Jakarta, Menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri, permintaan akan kebutuhan non sandang meningkat cukup signifikan.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu kordinator pedagang Tanah Abang, Haris saat ditemui industry.co.id dalam acara Focus group Discusion Industri TPT di Hotel Bidakara, Jakarta.

"Kuartal I-2017, penjualan di pasar Tanah Abang meningkat 60 persen dari hari biasa. Diharapkan dengan adanya momen bulan Ramadhan dan Idul Fitri bisa meningkat mencapai 100 persen," ungkap Haris di Jakarta (19/5/2017).

Menurut Haris, untuk saat ini busana yang banyak dicari konsumen pasar Tanah Abang meliputi batik dan kebaya, sedangkan untuk baju koko dan yang lainnya masih sebesar 40 persen.

"Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri kali ini, para pedagang masih mengeluhkan bahan impor yang tertunda, karena industri dalam negeri masih belum bisa memenuhi," terangnya.

Haris juga mengeluhkan kurangnya supply chan bahan baku bagi para pedagang. Impor bahan baku yang masih tinggi dan kurang kreatifnya industri nasional dalam produksi bahan baku menjadi permasalahan yang rumit di pasar Tanah Abang," imbuh Haris.

"Sata berharap harga gas segera turun, serta kawasan berikat yang dikelola swasta tidak seenaknya menaikkan tarif, baik tarif listrik, air dan keamanan. Dengan naiknya semua tarif akan berefek kepada penjualan produksi yang akan mahal," ucapnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, Kementerian Perindustrian telah menetapkan dua pelabuhan baru untuk mengendalikan produk-produk impor yang kini membanjiri tanah air. Bahkan, Kemenperin telah bekerjasama dengan Kementerian keuangan dan Bea Cukai untuk pengendalian impor, dan sampai saat ini impor TPT sudah turun sebesar 33 persen dari tahun lalu.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar (Foto: Dok. Kemenperin)

Kamis, 20 September 2018 - 19:07 WIB

Jurus Jitu Kemenperin Wujudkan Indonesia Kuat

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berperan aktif mewujudkan Indonesia Kuat melalui peningkatan produktivitas dan daya saing industri potensial di dalam negeri.

BGR Jalin Kerjasama dengan AirNav Indonesia

Kamis, 20 September 2018 - 18:35 WIB

Perkuat Bisnis Perusahaan, BGR Jalin Kerjasama dengan AirNav Indonesia

PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyedia jasa logistik menandatangani nota kesepahaman dengan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia…

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Kamis, 20 September 2018 - 17:38 WIB

Menunggu Data BPS untuk Masalah Impor Beras

INDUSTRY.co.id

Jakarta – Polemik impor beras medium antara Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Budi Waseso (Buwas) dan…

Direksi Radana Bhaskara Finance

Kamis, 20 September 2018 - 15:59 WIB

Radana Bhaskara Finance Dapat Warning Credit Watch Negatif

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - PT Radana Bhaskara Finance peringkat dan medium term notes MTN II 2016 seri A,B,C, MTN I 2017 seri A,B,C dan MTN II 2018 menjadi idBBB dari…

Menteri Perindustrian Airlangga hartarto saat menerima pelakat penghargaan opini WTP yang diserahkan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Dok. Kemenperin)

Kamis, 20 September 2018 - 15:45 WIB

Lagi, Kemenperin Gondol Penghargaan Opini WTP Lima Tahun Berturut-Turut

Pemerintah kembali memberikan penghargaan kepada Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang dinilai mampu konsisten mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas audit laporan keuangan…