Diverifikasi Tembakau Ancam Industri Kretek Nasional

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 16 Mei 2017 - 13:51 WIB

Ilustrasi Rokok (Ist)
Ilustrasi Rokok (Ist)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Maraknya kampanye anti tembakau di Indonesia belakangan ini dinilai pelaku usaha Indonesia sebagai bentuk intimidasi dari industri farmasi global. Salah satunya dengan isu diversifikasi tembakau.

Ketua DPN Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Agus Parmuji mengatakan, diversifikasi tanaman tembakau merupakan upaya penggiat anti tembakau untuk menghilangkan tembakau di Indonesia.

Padahal kata Agus, Pasal 17 dan Pasal 26 Ayat (3) dalam Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) sudah dengan jelas mengatur diversifikasi tanaman tembakau ke tanaman lain.

"Ini jelas bahwa agenda diversifikasi tembakau yang ada dalam FCTC sengaja mematikan kehidupan petani tembakau," kata Agus dalam rilis resminya, Senin (15/5/2017).

Padahal, kata Agus, tanaman tembakau masih dibutuhkan oleh sekitar 3 juta petani tembakau dan buruh tembakau untuk memenuhi hajat hidup ekonominya.

Jika ingin mengendalikan tanaman tembakau, seharusnya, lanjut Agus, yang dikendalikan bukan soal diversifikasi di negeri sendiri, akan tetapi yang sangat perlu dikendalikan adalah impor bahan baku tembakau dan rokok impor.

"Jangan sampai kami menanam tembakau, tetapi tidak bisa menjualnya. Berilah petani tembakau ruang kehidupan ekonomi di negeri sendiri," ujarnya.

Menurut Agus, para petani tembakau sebelumnya pernah melakukan audiensi dengan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Kementerian Kesehatan pada tahun lalu. Saat itu, Kementerian Kesehatan dengan tegas sepakat jika impor tembakau akan dibatasi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Selat Lembeh, di Bitung, Sulawesi Utara (Ist)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:42 WIB

Industri Pariwisata Tingkatkan Perekonomian Kota Bitung

Pemerintah Kota Bitung, Sulawesi Utara, sejak tahun lalu berfokus mendorong pengembangan sektor pariwisata setelah perekonomian dari sektor perikanan merosot tajam.

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) (Foto ist)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:36 WIB

Vale Refisi Target Produksi Menjadi 75.000 Metrik Ton

PT Vale Indonesia Tbk perusahaan tambang nikel merevisi target produksi selama tahun 2018 menjadi 75.000 metrik ton dari rencana sebelumnya yaitu 77.000 metrik ton.

Penandatanganan perjanjian kerja sama dengan United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam upaya membantu rakyat Palestina

Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:30 WIB

BAZNAS dan UNRWA Tandatangani Kerja Sama Bantu Rakyat Palestina

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menandatangani perjanjian kerja sama dengan United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) dalam upaya memberikan bantuan…

Prijono Sugiarto, Presiden Direktur ASII (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:30 WIB

Astra International Yakin Ekspor Bisa Lebih Besar

Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto, meyakini bahwa potensi jumlah ekspor yang dimiliki Indonesia masih bisa jauh lebih besar dari realisasi jumlah ekspor Indonesia…

Peluncuran Sandimas Home Center

Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:29 WIB

Jawab Kebutuhan Pelanggan, Sandimas Hadirkan Sandimas Home Center di Jakarta Utara

Dengan distribusi yang luas dan telah merambah seluruh kota besar di indonesia, Sandimas selalu berusaha untuk menjaga ketersediaan stock produk serta memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan.…