Sritex Bidik Penjualan Sebesar US$762 Juta Tahun Ini

Oleh : Hariyanto | Jumat, 12 Mei 2017 - 13:54 WIB

PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) memproyeksikan perolehan penjualan selama tahun ini sekitar US$734-762 juta. Sekretaris Perusahaan Welly Salam menuturkan, kontribusi penjualan perusahaan masih disumbang oleh benang, pakaian jadi, kain jadi, serta kain mentah.

"Sepanjang tahun ini, perseroan memproyeksikan raihan laba bersih berkisar US$65-68 juta," kata Welly.

Pada kuartal I 2017, kontribusi benang sebesar 42,2%, pakaian jadi sekitar 25,6%, kain jadi 23,3%, serta kain mentah 8,9%. Dibandingkan dengan pesaingnya, seperti PT Pan Brothers Tbk yang memproduksi pakaian jadi dengan raihan penjualan sekitar US$100,2 juta, SRIL masih berada di posisi teratas dengan capaian sekitar US$169 juta per kuartal pertama tahun ini.

Namun, penjualan SRIL masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan perusahaan sejenis negara lain, seperti Shenzhou Int. Group (China) yang mengumpulkan penjualan dalam tiga bulan pertama tahun ini sebesar US$2,189 miliar, Texhong Textile (China) mencapai US$11,979 miliar, Varddman Textile Ltd (India) sekitar US$866 juta.

Adapun kompetitor domestik untuk seragam militer adalah PT APAC Inti Corpora, PT Mulia Knitting, PT Daya Mekar Teksindo, PT Yuntex, dan PT Bhinneka Karya Manunggal.

Sementara kompetitor seragam militer internasionall, seperti Itturi (Spanyol), Fecca (Spanyol), Saintex (Belgia), Cooneen Watts & Stone (Inggris), Vaife (Belanda), Kwintet Sveira (Belanda), Oskar Pederson (Norvegia), dan Sari Leo Mihob (Prancis).

Laba bersih perseroan selama tiga bulan pertama tahun ini berhasil ditingkatkan sekitar 7,3% atau menjadi US$17,7 juta dari periode serupa tahun sebelumnya US$16,4 juta.

Sementara total aset perseroan pada kurun waktu serupa tahun ini mencapai US$1,105 miliar, dengan ekuitas sekitar US$349 juta dan utang berbunganya sebesar US$701 juta.(Hry/ Imq)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Industri kaca lembaran. (Foto Ist)

Senin, 28 Mei 2018 - 16:15 WIB

Makin di Ujung Tanduk, Asosiasi Kaca Lembaran Desak Pemerintah Turunkan Harga Gas Serta Redam Impor Kaca dari Malaysia

Membanjirnya produk impor dan masih tingginya harga gas industri di Tanah Air telah membawa industri kaca nasional berada di ujung tanduk.

Launching Calender of Event (CoE) 2018 Provinsi Riau di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) (Foto:Chodijah Febriyani/Industry.co.id)

Senin, 28 Mei 2018 - 16:00 WIB

Wisman Malaysia Pilih Riau untuk Wisata Ramadhan

Provinsi Riau memiliki daya tarik untuk mendatangkan wisatawan dari negara serumpun Malaysia untuk melakukan kunjungan wisata selama bulan Ramadhan 1439 H.

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan

Senin, 28 Mei 2018 - 15:52 WIB

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan Buat Prototipe Pesawat Tanpa Awak Pemadam Kebakaran

Pesawat tanpa awak tersebut diberi nama PROPEDER Prototype Robot Terbang Pemadam Kebakaran.

Perry Warjiyo Gubernur Bank Indonesia (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 28 Mei 2018 - 15:00 WIB

BI Antisipasi Modal Keluar Jelang Pertemuan FOMC

Bank Indonesia menyebutkan terus meningkatkan pengawasan dan mitigasi terhadap potensi keluarnya modal asing yang bisa menggerus nilai tukar rupiah terutama menjelang rapat Komite Pasar Terbuka…

Dealer Honda / http://idolosol.com

Senin, 28 Mei 2018 - 14:54 WIB

Honda Siapkan 114 Bengkel Siaga Hadapi Mudik Lebaran 2018

PT Honda Prospect Motor (HPM) kembali menghadirkan program Honda emergency service atau bengkel siaga Honda. Program ini dirancang untuk menemani konsumen Honda selama melakukan perjalanan mudik.…