APSyFI Minta Pemerintah Perjelas Roadmap Selamatkan Industri TPT

Oleh : Ridwan | Jumat, 12 Mei 2017 - 10:04 WIB

Industri Tekstil
Industri Tekstil

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia terus tergerus sementara negara berpopulasi besar seperti China dan India serta negara berkembang lain seperti Vietnam dan Bangladesh terus merasakan pertumbuhan pada sektor ini.

Dengan begitu, daya saing industri TPT domestik semakin tertekan memasuki kuartal kedua di tahun ini.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Ravi Shankar mengatakan, Perkembangan TPT Indonesia yang mengarah ke stagnansi ini harus dilihat sebagai peringatan bagi pemangku kepentingan untuk segera membuat skema bersama yang berisi arah demi tercapainya kepastian usaha(business certainty).

"Pemerintah harus segera menghentikan tren pelemahan ini dengan melibatkan semua pemangku kepentingan terkait untuk merumuskan peta jalan (roadmap) penyelamatan dan  pengembangan TPT nasional jangka menengah," ungkap Ravi di Jakarta (12/5/2017).

Menurut Ravi, terdapat beragam upaya yang dapat dioptimalkan para pemangku kepentingan dalam mengembalikan kejayaan TPT Indonesia.
Dengan posisi strategisnya, Indonesia diharapkan memiliki strategi untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional yang tentu harus diikuti dengan investasi untuk domestik.

“Indonesia merupakan pasar potensial, terbesar di Asia Tenggara yang tentu tingkat konsumsinya meningkat terus. Di sisi lain, kita juga punya beragam manufaktur yang bisa mensubstitusi produk yang selama ini didapatkan melalui impor," terangnya.

Fasilitas pemerintah dinilai sangat penting demi menggerakkan kembali industri TPT dalam negeri untuk memaksimalkan potensi nasional dengan skema yang jelas.

"Dengan kejelasan pada roadmap ini akan menggerakkan pelaku bisnis untuk kembali optimis dalam memandang masa depan industri," tegas Ravi.

APSyFI menghimbau pemerintah untuk dapat memberikan perhatian dan serius dalam menghadapi kondisi kritis ini. Strategi dan roadmap yang tepat sangat diharapkan agar industri strategis ini dapat segera diselamatkan.

“Kita punya kemampuan untuk bangkit lagi, tapi tentu harus dilakukan secara bersama-sama. Jika pesimisme ini dibiarkan, perusahaan akan menderita kerugian yang makin besar dan berakhir pada penutupan usaha secara permanen," imbuhnya.

APSyFI melihat bahwa roadmap TPT Indonesia harus berisi perencanaan dan target yang jelas dan harus disertai dengan komitmen industri yang didukung dengan insentif atraktif dari pemerintah.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Patuna Travel Fair Turut Meriahkan Pameran Garuda Indonesia Travel Fair 2017

Jumat, 22 September 2017 - 21:27 WIB

Patuna Travel Bertabur Diskon di Ajang Garuda Travel Fair 2017

Jelang akhir tahun saatnya bagi Anda untuk merencanakan liburan, yuk datangi pameran Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2017 yang berlangsung Jumat, 22 hingga 24 September ini. Ada banyak sekali…

Ketua DPR Setya Novanto (Foto ist)

Jumat, 22 September 2017 - 21:24 WIB

KPK: Tidak Benar Setya Novanto Telah Ditahan

Kepala Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setiadi menyatakan tidak benar pihaknya telah menahan Setya Novanto seperti yang disebutkan dalam dalil permohonan praperadilan Ketua DPR…

Kartu E-toll (ist)

Jumat, 22 September 2017 - 21:19 WIB

Masih Gratis Lima Kali Beli Isi Ulang Uang Elektronik Rp200 Ribu

Masyarakat dapat mengisi ulang uang elektronik tanpa dikenakan biaya maksimal Rp200 ribu, ini dapat berlaku pengisian lima kali dalam satu waktu. Ini merupakan cara menghindari pengenaan beban…

Bank Indonesia

Jumat, 22 September 2017 - 21:16 WIB

Jangka Panjang Bank Peroleh Pendapatan e Money

Bank Indonesia (BI) mensinyalir masa depan bank penerbit uang elektronik akan mendapatkan keuntungan berupa fee base income atau pendapatan non bunga.

Ilustrasi e-money. (Foto: Istimewa)

Jumat, 22 September 2017 - 21:14 WIB

BI Segera Terbitkan Aturan Lanjutan Biaya Top Up e Money

Bank Indonesia (BI) segera menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) lanjutan tentang uang elektronik, terutama terkait on us atau isi ulang dalam satu kanal bank penerbit.