Pasar Tekstil Dalam Negeri 70 Persen Dikuasai Produk Impor

Oleh : Ridwan | Kamis, 04 Mei 2017 - 03:35 WIB

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat (Kanan) bersama Kedubes AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. (Fadli/ INDUSTRY.co.id)
Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat (Kanan) bersama Kedubes AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. (Fadli/ INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Baru-baru ini Direktorat Jenderal Bea Cukai bekerjasama dengan Ditjen Pajak berhasil membongkar tiga kasus penyelundupan ekspor produk tekstil dengan potensi kerugian negara mencapai lebih dari Rp125 miliar.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat memberikan apresiasi kepada pemerintah khususnya kepabeanan yang sudah melakukan pekerjaannya dengan sangat baik.

"Saya pikir ini kewaspadaan dari kawan-kawan bea cukai untuk diapresiasi dan ditingkatkan lagi sehingga pasar dalam negeri hanya untuk produsen Indonesia," ungkap Ade Sudrajat di Jakarta (3/5/2017).

Menurut Ade, saat ini pasar dalam negeri dikuasai oleh produk impor, hampir 70 persen produk impor, sisanya 30 persen produk dalam negeri.

Seperti diketahui, sebelumnya Kementerian Perindustrian telah mengusulkan adanya dua pelabuhan resmi yang dikhususkan untuk melakukan impor tekstil dan produk tekstil (TPT). Hal ini guna menekan angka impor tekstil ilegal yang biasanya masuk dari berbagai pelabuhan di Indonesia.

‎Adanya pelabuhan khusus ini akan disertai dengan pembatasan pelabuhan untuk impor tekstil yang akan dikoordinasikan dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

"Selain itu, data importir harus link dengan Dirjen pajak. Penggunaan IT yang terintegrasi satu sama lain juga perlu ditingkatkan, sehingga dapat mendeteksi dini adanya unsur-unsur yang sifatnya surfensi ekonomi," terang Ade.

Ade manambahkan, saat ini industri tekstil dalam negeri masih mempunyai permasalahan dengan mesin-mesin yang sudah berangsur tua.

"Harga mesin mahal dan juga bunga uang kita mahal, karena itu kita minta bantuan dari pemerintah untuk hal ini," imbuhnya.

Sampai saat ini menurut Ade, restrukturisasi yang sudah terjadi baru menyentuh angka 14 persen dari industri yang terjadi, masih ada 86 persen lagi yang belum restrukturisasi.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ridwan Kamil

Senin, 24 September 2018 - 21:30 WIB

Kang Emil akan Berikan Santunan kepada Korban Pengeroyokan Oknum Bobotoh

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil) , akan memberikan santunan kepada keluarga korban pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum Bobotoh, jelang pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta,…

Tersangka Tindak Pidana (Foto Ist)

Senin, 24 September 2018 - 21:00 WIB

Polisi Bandung Tangkap Tujuh Pelaku Pengeroyokan Anggota Jakmania

Polisi telah menangkap tujuh tersangka pelaku dugaan pengeroyokan terhadap seorang pendukung Persija bernama Haringga Sirla (23) yang berujung tewasnya pemuda tersebut.

Teluk Bintuni

Senin, 24 September 2018 - 20:38 WIB

Butuh Dana Rp 1,7 Triliun Kembangkan Industri Teluk Bintuni

Kementerian Perindustrian mendorong percepatan pembangunan kawasan industri Teluk Bintuni, Papua Barat. Langkah yang akan dilakukan melalui skema kerja sama Permerintah dan Badan Usaha (KPBU)…

Pertamina (Foto: Ist)

Senin, 24 September 2018 - 20:00 WIB

Kejagung: Investasi di Australia Rugikan Pertamina Rp568 Miliar

Kejaksaan Agung menegaskan kerugian keuangan negara akibat dugaan korupsi investasi PT Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada tahun 2009 mencapai Rp568 miliar.

BRI Sediakan Pembiayaan Tagihan Faskes Mitra BPJS Kesehatan (Foto Meirino)

Senin, 24 September 2018 - 19:45 WIB

BRI Sediakan Pembiayaan Tagihan Faskes Mitra BPJS Kesehatan

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk menyediakan skema pembayaran tagihan fasilitas kesehatan mitra Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Hal ini ditandai dengan adanya penandatangan…