Nagaswara Laporkan 5 Perusahaan Pembajak Hak Cipta ke Bareskrim Polri

Oleh : Amazon Dalimunthe | Rabu, 03 Mei 2017 - 16:41 WIB

Nagaswara
Nagaswara

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Kasus pembajakan ternyata masih terus berlangsung di tengah upaya pemberantasannya yang tak kunjung henti. Kerugian milyaran rupiah menjadi momok bagi perusahaan rekaman untuk memproduksi karya cipta para musisi dan penyanyi.. Salah satu label  dengan mayoritas penyanyi dangdut,  Nagaswara, akhirnya  melaporkan lima nama perusahaan pembajak ke Bareskrim Mabes Polri dengan Nomor LP/455/V/2017/BARESKRIM.

Sebelum diterima oleh pihak Bareskrim para artis yang lagunya dibajak bersama pemilik Nagaswara, Rahayu Kertawiguna menggelar spanduk dengan tulisan "Berantas Produk Bajakan Sampai Tuntas" di depan pintu loby Bareskrim. Seperti Uci Sucita (lagu Duren Sawit), Hesty Klepek-Klepek (Curi Curi Curhat dan Telolet,  Klepek Klepek), Delon feat Siti Badriah (Cinta Tak Harus Memiliki), Susi Legit (Buronan Mertua dan Cinta Ganjil Genap).

"Kami melaporkan tindak pidana Hak Cipta 113 ayat (3 dan 4) atau 117 UU No. 29 tahun 2014. Terlapornya ada lima pabrik terbesar di dunia," jelas Rahayu Kertawiguna, kepada awak media di lobby Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2017)

"Kelima perusahaan pembajak tersebut yaitu PT. VISINDO SP, PT. RAJAWALI, PT. Cipta Prima Dharma, PT. Sinar Mulia Sejati dan Cakra Perkasa Selaras, " terang Rahayu yang didampingi para artis dengan nada geram.

Pihak Nagaswara sendiri mengalami kerugian hingga Rp 2 miliar. Pihak pembajak diketahui bisa memproduksi mulai 100 ribu-300 ribu keping sehari, sementara label hanya bisa menjual 100 ribu keping saja dalam sebulan.

"Kalau saya pribadi (Nagaswara) dirugikan sekitar kurang lebih Rp 2 miliar. Ini keterlaluan kalau kita enggak laporkan," tegas Rahayu.

Nagaswara, katanya,  telah lima tahun menyelidiki pusat penjualan CD/DVD bajakan terbesar di Jakarta yaitu daerah Glodog, Jakarta Barat untuk mengumpulkan data. Mereka bahkan telah menyampaikan teguran lewat pesan singkat kepada masing-masing perusahaan pembajak tapi tak mendapat balasan.

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Standard Chartered Bank memprediksikan tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tembus 5,2 persen.

Senin, 22 Januari 2018 - 20:37 WIB

Standard Chartered Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi RI 5,2 Persen

Standard Chartered Bank memprediksikan tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tembus 5,2 persen. Pertumbuhan tersebut didorong oleh berlanjutnya proyek infrastruktur pemerintah, pemulihan…

Bank BRI. (Irvan AF/INDUSTRY.co.id)

Senin, 22 Januari 2018 - 20:35 WIB

Bambang Tribaroto, Juru Bicara Bank BRI yang Baru

Jakarta-PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. melakukan pergantian Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan. Sebelumnya, posisi ini dijabat oleh Hari Siaga Amijarso sejak Oktober 2015. Bambang…

Proyek LRT Jabodetabek (dok INDUSTRY.co.id)

Senin, 22 Januari 2018 - 20:18 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Siap Tanggung Biaya Pengobatan Korban LRT Kayu Putih

Telah terjadi kecelakaan kerja atas pengerjaan proyek Light Rapid Transit (LRT) di Kayu Putih, Jakarta Timur, Senin (22/01). Peristiwa ini mengakibatkan 5 Korban luka-luka akibat tertimpa reruntuhan…

Proyek KA Bandara Soekarno Hatta (Ist)

Senin, 22 Januari 2018 - 20:15 WIB

Kemenhub Pastikan 13 Proyek KA Siap Beroperasi Tahun Ini

Sebanyak 13 proyek kereta api siap beroperasi sepanjang 2018 sebagai upaya percepatan kinerja Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Menteri PANRB, Asman Abnur.

Senin, 22 Januari 2018 - 20:12 WIB

Ini Fokus Kinerja Kemenpan RB di 2018

Jakarta Sejumlah program kerja Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) tahun 2018 fokus pada 6 hal yang menjadi resolusi yang tidak lepas dari nilai-nilai organisasi…