Hingga April 2017, Pertumbuhan Manufaktur di Jateng Turun

Oleh : Herry Barus | Rabu, 03 Mei 2017 - 09:02 WIB

Ilustrasi truk dalam pameran otomotif. (Robertus Pudyanto/Getty Images)
Ilustrasi truk dalam pameran otomotif. (Robertus Pudyanto/Getty Images)

INDUSTRY.co.id - Semarang- Pertumbuhan industri manufaktur di Jawa Tengah pada triwulan pertama 2017 mengalami penurunan seiring dengan berkurangnya permintaan pasar global.

"Untuk pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang pada Triwulan I 2017, turun sebesar 3,57 persen dari produksi triwulan IV tahun lalu," kata Kepala Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Totok Tavirijanto kepada awak media di Semarang, Selasa (2/4/2017)

Penurunan juga terjadi jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Menurut Totok, penurunan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 4,11 persen.

Berdasarkan data, ada tujuh kelompok industri yang mengalami penurunan produksi, di antaranya adalah farmasi, produk obat kimia, dan obat tradisional turun sebesar 10,32 persen, disusul oleh penurunan pada sektor industri logam dasar sebesar 9,63 persen.

Selanjutnya adalah industri pengolahan tembakau turun sebesar 9,61 persen dan industri minuman turun sebesar 9,30 persen.

Meski demikian, ada beberapa kelompok industri manufaktur yang mengalami kenaikan produksi cukup besar yaitu kayu, barang dari kayu, dan gabus serta anyaman bambu dan rotan sebesar 9,24 persen.

Selanjutnya, kenaikan juga terlihat pada kelompok furnitur sebesar 8,95 persen, serta bahan kimia dan barang dari bahan kimia naik sebesar 8,05 persen.

Sementara itu, kondisi berbeda ditunjukkan pada produksi manufaktur mikro dan kecil pada triwulan I tahun 2017 yang mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Dia mengatakan untuk kenaikannya sebesar 0,22 persen dibandingkan triwulan IV tahun 2016.

"Kenaikan ini sangat baik mengingat industri kecil dan mikro juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi khususnya sektor industri baik dalam skala regional maupun nasional," katanya.

Oleh karena itu, dikatakannya, perlu adanya alat kontrol usaha industri manufaktur mikro dan kecil agar tetap dapat tumbuh kembang dengan baik, salah satunya dengan mengetahui pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil secara berkala.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Lapas Sukamiskin Bandung (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 22 Juli 2018 - 20:40 WIB

OTT di Lapas Sukamiskin Hanya Puncak Gunung Es

Pengamat hukum Margarito Kamis menilai terjadinya OTT KPK terhadap kalapas Sukamiskin menunjukkan sistem yang bekerja di Kementerian Hukum dan HAM berjalan tidak baik.

Lapas Sukamiskin Bandung (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 22 Juli 2018 - 20:20 WIB

Kasus Suap di Lapas Sangat Logis Atasannya Mengetahui

Pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menyatakan berulang kali kasus suap di dalam lembaga pemasyarakatan terbongkar hingga sangat logis pejabat atasannya sebenarnya sudah…

Film Aquaman (Foto: Warner Bros)

Minggu, 22 Juli 2018 - 20:00 WIB

Segera Tayang, Ini Penampakan Superhero DC Aquaman

Warner Bros telah merilis poster film superhero terbaru Aquaman. film ini akan dirilis akhir tahun mendatang yang akan menyuguhkan film superhero terbaru dari DC.

Wahid Husein Kapalaps Sukamiskin Bandung (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 22 Juli 2018 - 20:00 WIB

Wahid Husein Kalapas Sukamiskin Diduga Minta Mobil Secara Gamblang

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyatakan permintaan, mobil, uang, dan sejenisnya oleh Kepala Lapas Sukamiskin Bandung Wahid Husein diduga secara gamblang.

 Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso (kmps)

Minggu, 22 Juli 2018 - 19:18 WIB

Penerapan Mata Uang Digital Masih Perlu Kajian

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan perubahan gaya hidup masyarakat dan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, telah membuat menjamurnya bisnis berbasis digital yaitu…