BPS Catat Produski Industri Manufaktur Besar-Sedang Naik 4,33 Persen

Oleh : Herry Barus | Selasa, 02 Mei 2017 - 15:58 WIB

Ilustrasi industri mamin. (Foto: IST)
Ilustrasi industri mamin. (Foto: IST)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (IBS) pada triwulan pertama 2017 mengalami kenaikan sebesar 4,33 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Suhariyanto, mengatakan bahwa kenaikan produksi tersebut utamanya disebabkan kenaikan pada produksi industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia sebesar 9,59 persen, diikuti industri makanan 8,20 persen.

"Selain itu juga ada kenaikan produksi dari industri karet, barang dari karet dan plastik sebesar 7,80 persen," kata Suhariyanto, di Jakarta, Selasa (2/5/2017)

Sedangkan jenis-jenis industri yang mengalami penurunan produksi, BPS mencatat antara lain adalah industri tekstil, turun 6,87 persen, industri minuman, turun 5,42 persen, dan industri kayu, barang dari kayu dan gabus yang tidak termasuk furnitur dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya, turun 4,49 persen.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan I 2017 YoY pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, naik 21,35 persen, Provinsi Jambi, naik 12,59 persen, dan Provinsi DKI Jakarta, naik 12,47 persen.

Sedangkan provinsi-provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Provinsi Bengkulu, turun 9,05 persen, Sumatera Utara, turun 7,60 persen, dan Provinsi Kepulauan Riau, turun 7,50 persen.

Jika dibandingkan dengan triwulan IV 2016, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan I tahun 2017 naik sebesar 0,86 persen.

Jenis-jenis industri yang mengalami kenaikan produksi adalah industri mesin dan perlengkapan ytdl, naik 7,57 persen, industri karet, barang dari karet dan plastik, naik 6,02 persen, dan industri kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya, naik 3,79 persen.

Sedangkan jenis-jenis industri yang mengalami penurunan terbesar adalah industri pengolahan tembakau, turun 4,63 persen, industri minuman, turun 4,36 persen, dan industri peralatan listrik, turun 3,53 persen.

Tercatat, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan I 2017 q-to-q pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Sumatera Selatan, naik 15,55 persen, Provinsi Sumatera Barat, naik 7,26 persen, dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, naik 6,17 persen.

Provinsi-provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Provinsi Lampung, turun 21,94 persen, Provinsi Jambi, turun 9,79 persen, dan Provinsi Riau, turun 6,45 persen.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menkeu Sri Mulyani (Foto Setkab)

Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:40 WIB

Delapan Perusahaan Terima Tax Holiday Sejak Revisi PMK

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan sebanyak delapan perusahaan atau wajib pajak sudah menerima insentif pengurangan pajak penghasilan sejak revisi PMK mengenai "tax holiday".

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:32 WIB

AS , Tiongkok dan Arab Saudi Pengaruhi Bursa Global

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Kembalinya aksi jual membuat sejumlah bursa saham Asia melemah. Pelaku pasar merespon negatif turunnya bursa saham AS setelah dirilisnya…

Direksi BNI (Foto Rizki Meirino)

Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:20 WIB

BNI Perkirakan Kredit Tumbuh 13-15 Persen 2019

PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk memperkirakan pertumbuhan kredit masih bertahan 13-15 persen (tahun ke tahun/yoy) pada 2019, meskipun pengetatan likuiditas di pasar global diperkirakan…

WIKA

Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:19 WIB

Peluang Kenaikan IHSG Cukup Besar Akhir Pekan

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada dalam level 5702 - 5911. Sembilan saham direkomendasikan kepada pemodal.

JAPFA Hadirkan Kampung Warna Kolaborasi

Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:16 WIB

IHSG Bergerak Tertahan, Lirik Tujuh Saham

INDUSTRY.co.id

Diperkirakan IHSG masih akan bergerak tertahan cenderung melemah kembali menguji MA20 dan MA5 pada support 5800-5858. Saham-saham yang masih dapat…