APP Tingkatkan Perhatian Pengelolaan Lahan Gambut

Oleh : Herry Barus | Minggu, 23 April 2017 - 04:23 WIB

Tanah Gambut (Ali Fahmi / jurnalbumi)
Tanah Gambut (Ali Fahmi / jurnalbumi)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pemerintah diminta memperhatikan kelangsungan industri sektor Kehutanan yang telah berperan besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Hal itu dikemukakan Deputi Direktur APP-Forestry Sinar Mas, Iwan Setiawan di Jakarta, Sabtu (22/4/2017)  menyikapi keresahan para pekerja di bidang hutan tanaman industri yang memasok bahan baku ke industri pulp dan kertas pascaterbitnya Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.17 tahun 2017 tentang Pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI) awal tahun ini.

Regulasi baru yang merevisi peraturan Nomor P.12 tahun 2015 tersebut dinilai meresahkan oleh berbagai kalangan, salah satunya para pekerja di bidang hutan tanaman industri yang memasok bahan baku ke industri pulp dan kertas.

Menurut Iwan, perusahaan akan mengambil langkah secara hati-hati dalam menyikapi situasi ini.

"Sebagai upaya untuk meredam kekhawatiran ini, pihak perusahaan akan terus berupaya untuk berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak pemerintah melalui Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) terkait solusi terbaik untuk industri sektor kehutanan," ujar Iwan dalam keterangan tertulisnya.

Sebelumnya dalam pertemuan bertajuk Silaturahim Manajemen dan Serikat Pekerja Sinar Mas Forestry pada Selasa (18/04) di Jakarta, sejumlah pihak menyuarakan kegundahan atas dikeluarkannya Permen LHK No P.17 tahun 2017 yang salah satu isinya adalah mengatur perubahan tata kelola lahan gambut tersebut.

Perwakilan mitra Sinar Mas Forestry di Riau, PT. Arara Abadi mengungkapkan kecemasan terhadap penerapan regulasi baru ini, karena akan berdampak terhadap semakin sempitnya ruang pengelolaan perusahaan HTI.

Penyempitan ruang pengelolaan perusahaan dinilai akan mempersempit ruang kerja, sehingga berujung pada pengurangan terhadap tenaga kerja.

Di tempat yang sama, Serikat Pekerja Kahutindo Jambi mengkhawatirkan, Permen tersebut akan berdampak langsung terhadap kelangsungan para pekerja di sektor industri HTI.

Sementara itu Iwan meminta kepada pemerintah untuk mempertimbangan dampak sosial masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan.

Menurut dia, industri pulp dan kertas memiliki sumbangan besar bagi perekonomian nasional. Menurut Kementerian Perindustrian, pada 2016 lalu industri ini menyumbangkan 5,01 miliar dolar AS dalam perolehan devisa negara. Sebanyak 1,49 juta tenaga kerja baik langsung maupun tak langsung yang menghidupi sekitar 5,96 juta jiwa turut bersandar pada industri ini.

"Saat ini perusahaan mempunyai program untuk masyarakat sekitar kawasan hutan, mulai dari program perbaikan ekonomi hingga program perbaikan lingkungan yang dinamakan Desa Makmur Peduli Api," tambahnya.

Melalui serikat-serikat pekerjanya, Sinar Mas Forestry meminta para pekerja untuk tidak khawatir, tetap tenang, dan tetap bekerja seperti biasa. Perusahaan optimis bahwa dengan sinergi yang baik antara perusahaan dan pekerja akan mampu meningkatkan kinerja dan produktivitas sehingga dapat menjamin keberlangsungan hidup dan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Tokocrypto Tawarkan Keunggulan Ekosistem Blockchain yang Terintegrasi (Foto Kormen)

Jumat, 16 November 2018 - 13:27 WIB

Tokocrypto Gandeng Infonesia Sebagai Sarana Edukasi Publik Terkait Blockchain dan Aset Kripto

Salah satu platform jual beli aset kripto, Tokocrypto menggandeng aplikasi sosial media baru produk anak bangsa, Infonesia, sebagai salah satu saluran resmi untuk mengedukasi publik.

Tiga artis senior, Ratna Riantiarno, Ninikl Karim dan Widyawati beradu akting dalam film "Mama Mama Jagoan" (Foto Amz)

Jumat, 16 November 2018 - 12:00 WIB

Tiga Aktris Wanita Senior Masuk Penjara di Film 'Mama-Mama Jagoan'

Sungguh suatu keberanian luar biasa dari produser film pendatang baru Buddy-buddy Pictures ketika meluncurkan film terbaru bergene komedi berjudul Mama-mama Jagoan. Film yang digarap oleh sutradara…

Monumen Kapsul Waktu

Jumat, 16 November 2018 - 12:00 WIB

Hari ini Presiden Jokowi Dijadwalkan Resmikan Monumen Kapsul Waktu di Merauke

Monumen Kapsul Waktu di Merauke, Papua, yang menyimpan Impian Indonesia 2015-2085, telah rampung dibangun. Rencananya, Presiden Joko Widodo akan meresmikan monumen seluas 2,5 ha tersebut pada…

Dirut BRI Suprajarto Dinobatkan Sebagai Tokoh Profesional Terbaik (Rizki Meirino)

Jumat, 16 November 2018 - 11:53 WIB

Dirut BRI Suprajarto Dinobatkan Sebagai Tokoh Profesional Terbaik

Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Suprajarto dinobatkan sebagai sebagai Tokoh Profesional terbaik dalam acara Indonesia Awards 2018 yang digelar di Jakarta, Kamis (15/11). Sosok Suprajarto…

Bendungan Logung Kudus

Jumat, 16 November 2018 - 11:34 WIB

Pembangunan Rampung, Bendungan Logung Kudus Akan Tingkatkan Suplai Air Untuk Lahan Pertanian

Pembangunan Bendungan Logung di Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah saat ini telah rampung dan siap diisi air atau impounding pada akhir November 2018.