Menperin Berharap RI-AS Perkuat Sektor Perekonomian

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 22 April 2017 - 19:07 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menanggapi kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat Michael Richard Pence ke Indonesia, Menteri Perindustrian Airlangga berharap hubungan bilateral kedua negara khususnya di sektor perekonomian dapat terus diperkuat, termasuk kegiatan ekspor Indonesia ke negara itu. 

"Sektor perekonomian diperkuat, termasuk ekspor. Selain itu kunjungan kenegaraan tersebut juga bisa lebih meningkatkan kerja sama dan investasi di sektor industri," katanya melalui keterangan tertulis Kemenperin, Sabtu (22/4/2017)

Airlangga mengatakan, selama ini neraca dagang Indonesia dengan AS berjalan positif. Kemenperin juga terus mendorong AS agar berinvestasi di sektor industri pembangkit listrik, industri digital dan industri consumer product. 

Menurutnya, sektor-sektor yang cukup berkembang di Indonesia itu dapat ditingkatkan kerja sama yang lebih baik dengan AS lantaran Indonesia masih membutuhkan transfer teknologi dari negeri Paman Sam tersebut.

"Kami juga mendorong bahwa apa yang diproduksi di Indonesia tidak diproduksi di AS, dalam arti complimentary. Ekspor kita banyak di tekstil dan sepatu," tuturnya.

Presiden Joko Widodo sebelumnya menyambut kedatangan Pence di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin. Pada saat yang sama, Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyelenggarakan spouse program untuk menerima kunjungan kerja Istri Wakil Presiden Amerika Serikat, Karen Pence ke Republik Indonesia.

Wapres AS juga telah melaksanakan pertemuan bilateral dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Nasir mengatakan sejumlah isu yang dibahas antara Indonesia dengan AS di antaranya kerja sama ekonomi bilateral dan peningkatan kemitraan strategis antara AS-RI.

Sementara itu, Menteri Perindusterian Airlangga Hartarto saat berkunjung ke paik Sritex Solo, kemarin mengungkapkan rasa bangganya atas kualitas produk buatan dalam negeri yang menurutnya tidak kalah dengan produk buatan dari luar negeri.

Airlangga juga mengatakan, program vokasi industri akan terus dilakukan oleh Pemerintah sebagai salah satu upaya mengembangkan serta meningkatkan pertumbuhan Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Nasional.

"Pemerintah akan terus melakukan upaya untuk memfasilitasi peningkatan kemampuan SDM melalui program vokasi industri, hal ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden agar Industri TPT Nasional dapat terus meningkatkan daya saingnya, baik dari aspek modal, teknologi, dan sumber daya manusia yang kompeten," ujarnya.

Tampak mendampingi Presiden, selain Menperin , hadir Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman Tbk Iwan Setiawan Lukminto.

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ridwan Kamil

Senin, 24 September 2018 - 21:30 WIB

Kang Emil akan Berikan Santunan kepada Korban Pengeroyokan Oknum Bobotoh

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil) , akan memberikan santunan kepada keluarga korban pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum Bobotoh, jelang pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta,…

Tersangka Tindak Pidana (Foto Ist)

Senin, 24 September 2018 - 21:00 WIB

Polisi Bandung Tangkap Tujuh Pelaku Pengeroyokan Anggota Jakmania

Polisi telah menangkap tujuh tersangka pelaku dugaan pengeroyokan terhadap seorang pendukung Persija bernama Haringga Sirla (23) yang berujung tewasnya pemuda tersebut.

Teluk Bintuni

Senin, 24 September 2018 - 20:38 WIB

Butuh Dana Rp 1,7 Triliun Kembangkan Industri Teluk Bintuni

Kementerian Perindustrian mendorong percepatan pembangunan kawasan industri Teluk Bintuni, Papua Barat. Langkah yang akan dilakukan melalui skema kerja sama Permerintah dan Badan Usaha (KPBU)…

Pertamina (Foto: Ist)

Senin, 24 September 2018 - 20:00 WIB

Kejagung: Investasi di Australia Rugikan Pertamina Rp568 Miliar

Kejaksaan Agung menegaskan kerugian keuangan negara akibat dugaan korupsi investasi PT Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada tahun 2009 mencapai Rp568 miliar.

BRI Sediakan Pembiayaan Tagihan Faskes Mitra BPJS Kesehatan (Foto Meirino)

Senin, 24 September 2018 - 19:45 WIB

BRI Sediakan Pembiayaan Tagihan Faskes Mitra BPJS Kesehatan

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk menyediakan skema pembayaran tagihan fasilitas kesehatan mitra Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Hal ini ditandai dengan adanya penandatangan…