Jokowi Ajak Masyarakat Cintai Produk Tekstil Indonesia

Oleh : Ahmad Fadli | Jumat, 21 April 2017 - 20:05 WIB

Presiden Joko Widodo melakukan peresmian perluasan pabrik PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Tbk, di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Presiden Joko Widodo melakukan peresmian perluasan pabrik PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Tbk, di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

INDUSTRY.co.id, Sukoharjo- Presiden Joko Widodo melakukan peresmian perluasan pabrik PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Tbk, di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) merupakan salah satu dari kelompok industri strategis dan prioritas nasional untuk dikembangkan serta ditingkatkan pertumbuhannya.

"Saya tahu banyak orang kita ingin beli barang merek luar negeri. Kalau lihat di sini ada tulisan made in Indonesia, langsung batal beli. Senangnya barang-barang impor. Ini yang harus dihentikan. Kita harus mencintai produk-produk yang diproduksi di dalam negeri," kata Presiden Jokowi.

Hal itu disampaikan saat meresmikan perluasan pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (21/4). Menurut Jokowi, Sritex ini merupakan perusahaan tekstil yang sudah terkenal di pasar internasional.

"Kita lihat Sritex. Salah satu bukti merek Indonesia yang merajai pasar dunia. Mulai dari seragam militer, pakaian kerja, pakaian fashion, dan pakaian anak semuanya dipasok Sritex. 60 Persen produknya untuk ekspor," lanjut Jokowi

Oleh sebab itu, Jokowi mengapresiasi upaya Sritex untuk lebih meningkatkan persaingan dengan dunia internasional. Salah satunya dengan memperluas pabrik sehingga kapasitas produksi dapat ditingkatkan.

"Kepada Sritex dan seluruh produsen TPT di Indonesia, saya minta dijaga kualitas dan ketepatan waktu dalam pengiriman. Terus berinovasi, jangan tertinggal teknologinya. Kita harus buktikan bahwa produk-produk Indonesia memang berkualitas tinggi dan patut dibanggakan," tutup Jokowi.

Sementara itu, Menteri Perindusterian Airlangga Hartarto yang turut hadir dalam peresmian tersebut, juga mengungkapkan rasa bangganya atas kualitas produk buatan dalam negeri yang menurutnya tidak kalah dengan produk buatan dari luar negeri.

Airlangga juga mengatakan, program vokasi industri akan terus dilakukan oleh Pemerintah sebagai salah satu upaya mengembangkan serta meningkatkan pertumbuhan Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Nasional.

"Pemerintah akan terus melakukan upaya untuk memfasilitasi peningkatan kemampuan SDM melalui program vokasi industri, hal ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden agar Industri TPT Nasional dapat terus meningkatkan daya saingnya, baik dari aspek modal, teknologi, dan sumber daya manusia yang kompeten," ujarnya.

Tampak mendampingi Presiden, selain Menperin , hadir Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman Tbk Iwan Setiawan Lukminto.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Patuna Travel Fair Turut Meriahkan Pameran Garuda Indonesia Travel Fair 2017

Jumat, 22 September 2017 - 21:27 WIB

Patuna Travel Bertabur Diskon di Ajang Garuda Travel Fair 2017

Jelang akhir tahun saatnya bagi Anda untuk merencanakan liburan, yuk datangi pameran Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2017 yang berlangsung Jumat, 22 hingga 24 September ini. Ada banyak sekali…

Ketua DPR Setya Novanto (Foto ist)

Jumat, 22 September 2017 - 21:24 WIB

KPK: Tidak Benar Setya Novanto Telah Ditahan

Kepala Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setiadi menyatakan tidak benar pihaknya telah menahan Setya Novanto seperti yang disebutkan dalam dalil permohonan praperadilan Ketua DPR…

Kartu E-toll (ist)

Jumat, 22 September 2017 - 21:19 WIB

Masih Gratis Lima Kali Beli Isi Ulang Uang Elektronik Rp200 Ribu

Masyarakat dapat mengisi ulang uang elektronik tanpa dikenakan biaya maksimal Rp200 ribu, ini dapat berlaku pengisian lima kali dalam satu waktu. Ini merupakan cara menghindari pengenaan beban…

Bank Indonesia

Jumat, 22 September 2017 - 21:16 WIB

Jangka Panjang Bank Peroleh Pendapatan e Money

Bank Indonesia (BI) mensinyalir masa depan bank penerbit uang elektronik akan mendapatkan keuntungan berupa fee base income atau pendapatan non bunga.

Ilustrasi e-money. (Foto: Istimewa)

Jumat, 22 September 2017 - 21:14 WIB

BI Segera Terbitkan Aturan Lanjutan Biaya Top Up e Money

Bank Indonesia (BI) segera menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) lanjutan tentang uang elektronik, terutama terkait on us atau isi ulang dalam satu kanal bank penerbit.