Komunitas Indonesian Reggae Siap Konser Dibayar Sampah

Oleh : Amazon Dalimunthe | Minggu, 16 April 2017 - 20:33 WIB

Wagub DKI , Djarot Syaiful Hidayat di tengah musisi Reggae
Wagub DKI , Djarot Syaiful Hidayat di tengah musisi Reggae

INDUSTRY.co.id - Demi menjaga kebersihan Ibukota Jakarta,  komunitas musisi reggae yang tergabung dalam Indonesian Reggae menawarkan konsep konser dibayar dengan sampah. Konsep ini mereka sampaikan langsung kepada wakil Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat saat betemu di sebuah Café di kawasan Menteng, Minggu (16/4) petang.

"Bukan berarti kita manggung dibayar pakai sampah, tapi dibayar oleh pemerintah DKI . Maksudnya, konser yang disuguhkan itu diperuntukkan untuk masyarakat yang sudah membuang sampah dengan benar," tutur Conrad 'Good Vibration', musisi reggae yang ikut hadir dalam diskusi 'Semangat Pemuda Reggae, Semangat Pemuda Cinta Damai'.

Lebih jaun Conrad memaparkan sebenarnya dalam APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah)  ada anggaran untuk pengelolaan sampah yang berbentuk  bank sampah. "Jadi misalnya, ada  kelurahan yang bersih karena warganya tidak membuang sampah sembarangan, kebersihan sungainya juga dijaga, nah pemerintah memberikan reward dengan membuat konser di daerah tersebut. Misalnya mendatangkan Slank, atau musisi lain. Dan yang membiayai konser itu ya pemerintah. Jadi dana APBD untuk kebersihan bisa dialokasikan untuk itu," jelas Conrad. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat yang juga hadir langsung mengapresiasi gagasan itu.  "Ya, kita memang ada yang namanya bank sampah. Program itu bisa saja dilaksanakan bagi masyarakat yang bisa menjaga kebersihan di lingkungannya," kata Djarot yang disambut tepuk tangan anak-anak komunitas reggae.

Selain menawarkan gagasan soal Konser di bayar oleh pemerintah, musisi reggae asal Flores itu juga berharap pemerintah Jakarta juga memperhatikan para musisi.  Selama ini,  lahan untuk musisi berapresiasi dirasa kurang. "Selama ini hanya olahraga yang diperhatikan, dilihat dengan adanya GOR (Gelanggang Olah Raga).  Tapi musisi nggak punya tempat berapresiasi sendiri. Ada GKJ (Gedung Kesenian Jakarta) tapi fungsinya bukan lebih pada musik. Kalau pun kita mau pakai GOR atau GKJ, birokrasinya yang rumit dan perlu sponsor besar," jelasnya.

Usai acara diskusi bertema 'Semangat Pemuda Reggae, Semangat Pemuda Cinta Damai' Wagub Djarot ikut meramaikan acara dengan bernyanyi lagu Koes Plus yang diaransemen dalam Raggae. "Saya memang suka musik dari muda, kalau lagu Reggae saya suka lagu Suzzana dari dulu, madu dan racun dan lagu-lagu koes plus," ujar Djarot di sambut tawa para musisi yang hadir.

Dalam kesempatan ini, Djarot menyanyikan 2 lagu,  Kolam susu disusul lagu Cant Help Falling In Love milik Elvis Presley. Usai bernyanyi Djarot memberikan semangat dan motivasi kepada para musisi Reggae untuk bisa membangun Jakarta lewat kreatifitas musik. (AMZ)

 

 

.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Biodiesel 20 Persen (B20)

Minggu, 18 November 2018 - 08:00 WIB

BI: Penggunaan B20 Bisa Kurangi Defisit Transaksi Berjalan

Deputi Gubenur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan kewajiban penggunaan biodiesel 20 persenn (B20), yang sudah dicanangkan pemerintah, bisa mengurangi defisit neraca transaksi berjalan…

Presiden Ri Joko Widodo dan Presiden Xi Jinping (Foto: Istimewa)

Minggu, 18 November 2018 - 07:00 WIB

Presiden Jokowi-Presiden Xi Bahas Perkembangan Ekonomi Digital

Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping dan membahas perdagangan hingga ekonomi digital dalam pertemuan bilateral yang digelar di sela KTT APEC.

Tanaman kopi (foto Industry.co.id)

Minggu, 18 November 2018 - 06:37 WIB

Aceh Tengah Targetkan Produksi Kopi 800 Kh/Ha

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Pertanian daerah setempat menargetkan produksi komoditas kopi di kawasan tersebut mencapai 800 kilogram per hektare pada 2018.

Menlu Retno Marsudi (Foto Istimewa)

Minggu, 18 November 2018 - 06:00 WIB

Impinan APEC Diharapkan Bantu Negara-Negara Pasifik

Para pemimpin Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) diharapkan membantu negara-negara di Kepulauan Pasifik menghadapi dampak perubahan iklim dan menangani isu-isu kelautan.

 Dody Budi Waluyo Deputi Gubernur BI (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 18 November 2018 - 05:18 WIB

BI Pastikan Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2019

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo memastikan adanya penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2019 dari kisaran sebelumnya sebesar 5,1-5,5 persen.