Indocement Raih Top CSR On Nawacita 7

Oleh : Herry Barus | Selasa, 11 April 2017 - 13:10 WIB

Ilustrasi Indocement. (Dimas Ardian/Bloomberg)
Ilustrasi Indocement. (Dimas Ardian/Bloomberg)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mendapatkan penghargaan "Top CSR 2017 on Nawa Cita 7: Empowerement of SME's Through Avalist Scheme", atas keseriusan kinerja perusahaan mengenalkan konsep koperasi kepada kelompok masyarakat.

 "Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Dirut Indocement Christian Kartawijaya," kata Corporate and Public Communication Manager Indocement Pigo Pramusakti dalam penjelasan kepada Antara di Jakarta, Selasa (11/4/2017)

Pada ajang penganugerahan "Top CSR 2017" pada Rabu (5/4/2017) di Jakarta, penilaian yang dilakukan oleh dewan juri mencakup pada ISO 26000 sebagai panduan tanggung jawab sosial perusahaan, yakni keterkaitan program CSR dengan Nawa Cita, serta tata kelola perusahaan yang baik.

Penghargaan tingkat nasional itu diikuti oleh 117 perusahaan lainnya dari seluruh wilayah di Indonesia.

Dalam ajang dimaksud atas kegigihan mendorong masyarakat mandiri secara ekonomi dengan pembentukan Koperasi Rancage di Desa Pasir Mukti, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, produsen semen "Tiga Roda" mendapatkan penghargaan tersebut.

Indocement membantu mengenalkan konsep koperasi kepada kelompok masyarakat pengrajin kaleng di Desa Pasir Mukti ini hingga akhirnya terbentuklah Koperasi Rancage pada tahun 2014.

Perusahaan juga memberikan modal bergulir, melibatkan Koperasi Rancage dalam berbagai pameran UMKM, dan menjadi fasilitator kepada Dinas Koperasi Kabupaten Bogor.

Saat ini Koperasi Rancage, yang dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat Dedi Ahmadi, memroduksi berbagai barang, seperti hiasan lampu, tempat sampah, knalpot kendaraan, hingga cerobong untuk kebutuhan industri.

Nawa Cita adalah 9 agenda prioritas pemerintahan Kabinet Kerja yang digagas Presiden Joko Widodo.

Sedangkan Nawa Cita ke-7 berisikan tentang cita-cita mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Sembilan program Nawa Cita antara lain menargetkan pengentasan kemiskinan, akses pendidikan dan kesehatan untuk semua, ketahanan pangan, akses energi untuk semua secara berkelanjutan, pembangunan infrastruktur untuk efisiensi dan kemandirian ekonomi.

Program-program tersebut selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs - Sustainable Development Goals) dalam menyeimbangkan tiga dimensi pembangunan berkelanjutan yang terdiri dari lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Sementara itu, Corporate Social Responsibility & Security Division (CSRS) Manager Indocement Sahat Panggabean menambahkan dalam ajang yang sama perusahaan juga mendapat penghargaan lainnya.

"Penghargaan yang diraih adalah 'Top Leader on CSR Commitment'," katanya.

Ia menjelaskan bahwa anugerah itu diberikan kepada Dirut Indocement Christian Kartawijaya sebagai presiden direktur yang terbukti memiliki komitmen tinggi dalam perencanaan dan pelaksanaan program-program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

"Dua penghargaan bergengsi yang kami raih akan semakin mendorong kami meningkatkan komitmen dan kinerja perusahaan dalam mendorong tercapainya pembangunan berkelanjutan," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi (Dok Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 08:00 WIB

Presiden Jokowi akan Hadiri Seminar Revolusi Industri 4.0 di Surabaya

Presiden Jokowi jadi pembicara kunci seminar berjudul "Revolusi Industri 4.0 Meningkatkan Daya Saing, Menjadi Bangsa Pemenang" bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beserta Gubernur Jawa…

Petani sedang membajak lahan persawahan

Selasa, 19 Maret 2019 - 08:00 WIB

Pendekatan E Commerce, Penjualan Pertanian Lebih Cepat

Sentul - Riyanto, Ekonom Universitas Indonesia, menuturkan implementasi teknologi 4.0 di sektor pertanian sangat bermanfaat bagi konsumen dan petani untuk mendekatkan distribusi.

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Selasa, 19 Maret 2019 - 07:54 WIB

Stop Impor Pangan Harga Beli Petani Tidak Jatuh

Sentul - Impor pangan memang seharusnya terus dikurangi terutama masa panen. Jika tanpa impor saat itu, petani bisa menikmati untung hasil jerih payahnya.

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 07:44 WIB

Kementerian Pertanian Dorong Generasi Milenial Masuk Industri Pertanian 4.0

Sentul - Kementerian Pertanian (Kementan) RI siap memasuki revolusi industri 4.0 dalam rangka mendorong modernisasi pertanian dan generasi milenial di sektor pertanian. Berbagai kebijakan yang…

Jalan Tol (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 07:00 WIB

Di Tengah Masa Ekspansi, Jasa Marga Berhasil Pertahankan Laba Bersih

Pada tahun 2018 Jasa Marga berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp. 2,20 Triliun, tetap stabil di tengah ekspansi bisnis jalan tol. Hal ini juga didukung oleh keberhasilan Perseroan dalam…