Lola Amaria Eksplorasi Keindahan Labuan Bajo lewat film Labuan Hati

Oleh : Amazon Dalimunthe | Jumat, 31 Maret 2017 - 09:17 WIB

Pemeran film "Labuan Hati"
Pemeran film "Labuan Hati"

INDUSTRY.co.id - Jatuh cinta pada keindahan wilayah Labuan Bajo dan Pulau Komodo, membuat Lola Amaria, artis yang juga sutradara mencari cara untuk membagikannya kepada masyarakat.  Sebagai sutradara yang sudah menghasilkan 5 film layar lebar, pilihannya tentu membuat film. Maka dibuatlah film dengan judul “Labuan Hati” yang akan mulai tayang  bulan April mendatang

”Saya pilih Labuan Bajo dan Pulau Komodo di NTT sebagai lokasi shooting film ’Labuan Hati’ karena saya jatuh cinta dengan pemandangannya. Kedua, alam bawah lautnya indah. Ketiga, daya tarik wisata di sana banyak diminati orang dan harus terus disosialisasikan,”ucap Lola .

Sebelum menjatuhkan pilihannya pada lokasi itu, pada tahun 2012 pernah keLabuan Bajo dan pulau komodo. Bahkan hampir setiap tahun, Lola punya rencana membuat film di NTT tetapi niat itu terhalang sulitnya mencari investor yang bersedia mendanai pembuatan filmnya.

Untung saja Lola akhirnya mendapatkan investor dan film yang selama ini dia impikan bisa terwujud. Lola pun tidak terlalu banyak melibatkan pemain dalam film ini. Sejumlah nama yang akan membintangi film ini adalah Nadine Chandrawinata, Kelly Tandiono, Ully Tiriani, dan Ramon Y Tungka.

”Jadi, waktu saya punya ide ini, saya tidak mau menampilkan hanya keindahan alamnya seperti film-film pariwisata. Saya mau ada dua (tujuan), wisatanya dapat dan kontennya pun dapat. Saya punya ide yang bercerita tentang tiga perempuan. Mereka bertiga datang dari Jakarta menuju Labuan Bajo dan Pulau Komodo, di sana ada konflik,” kata Lola.

Untuk memilih pemain yang mau bekerja sama dalam film ini, Lola memiliki kriteria yang tinggi. “pertama harus memiliki jiwa petualang. Kedua memiliki lisensi menyelam. Dan ketiga sanggup hidup ditengah laut selama 3 minggu,” ujarnya.

”Haruskuat juga  naik-turun bukit. Pokoknya mereka yang terlibat dalam film ini punya stamina kuat. Maka saya ambil Kelly, Nadine, Ully, dan Ramon. Saya sudah tahu tentang mereka. Mereka bukan ahli dalam akting saja, mereka juga punya lisensi menyelam dan tenaganya cukup kuat. Meskipun ada kandidat lagi, tapi mereka semua lolos seleksi,” katanya.

Ketika pemain sudah diperoleh, ijin pembuatan film juga sudah di dapat, tantangan lain adalah saat proses produksi. “Karena banyak adegan di bawah air maka para pemain sebelum masuk ke laut sudah diarahkan di darat dengan sebaik-baiknya. Solanya susah kalau untuk mengulang adegan kalau sudah dibawah laut. Karena kita hanya bisa menggunakan isyarat dan tidak bisa bicara,” terang Lola.

Jika terjadi kesalahan adegan, maka harus menunggu saat kondisi artis sudah stabil. “Karena begitu peraturan menyelam yang baik. Tidak bisa setiap saat kita masuk laut. Harus menunggu beberapa jam baru menyelam lagi,” katanya.

Termasuk saat mereka ingin mengambil gambar bersama ikan raksasasa jenis pari yang bernama Manta.

“Sudah berkali kali menyelam, kami tidak menemukanya. Untung saja akhirnya kami bertemu dengan ikan Manta dan pengambilan gambar bisa dilakukan maksimal. Hasilnya? Tonton deh,” ajak Lola (Amz)

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat meresmikan pabrik farmasi PT Ethica

Kamis, 23 November 2017 - 18:12 WIB

Kemenperin Perdalam Struktur Industri Farmasi Nasional

Kementerian Perindustrian tengah memprioritaskan pendalaman struktur industri farmasi nasional terutama di sektor hulu atau produsen penyedia bahan baku farmasi. Upaya strategis ini untuk mengurangi…

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip, Apling, MA., PhD. bersama Lansia

Kamis, 23 November 2017 - 18:00 WIB

Selain Jawa Tengah, NTT Rawan Perdagangan Manusia

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana S Yembise mengatakan Nusa Tenggara Timur masuk dalam zona merah "human trafficking" atau perdagangan manusia.

Menperin Airlangga resmikan Pabrik Farmasi di Cikarang Bekasi

Kamis, 23 November 2017 - 17:01 WIB

Menteri Airlangga Resmikan Pabrik Farmasi Senilai Rp1 Triliun

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto hari ini, Kamis (23/11/2017) meresmikan pabrik farmasi milik PT Ethica di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Kepala BPPI Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara

Kamis, 23 November 2017 - 16:54 WIB

Kemenperin Bentuk Balai Litbang di Pekanbaru Guna Tingkatkan Nilai Tambah CPO

Riau merupakan salah satu provinsi yang memiliki pertumbuhan ekonomi cukup baik, dengan didorong oleh aktivitas industri pengolahan kelapa sawit.

Menhub Budi Karya S (humas kemenhub)

Kamis, 23 November 2017 - 16:30 WIB

Menhub Budi Karya Tnjau Pengoperasian Kereta Bandara Soetta

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau pengoperasian Kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta dari Stasiun Sudirman Baru Jakarta, menggunakan kereta inspeksi, Kamis (23/11/2017)