Berantas Praktik Impor Tekstil Ilegal

Oleh : Herry Barus | Rabu, 07 Desember 2016 - 05:14 WIB

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. (Bloomberg/Dimas Ardian via Getty Images)
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. (Bloomberg/Dimas Ardian via Getty Images)

INDUSTRY.co.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan mencegah dan memberantas praktik penyelundupan pakaian bekas dan importasi tekstil dan produk tekstil (TPT) ilegal.

Untuk itu, ia meminta jajarannya agar memperkuat sinergi.

"Saya minta Bakamla, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Ditjen Bea Cukai, Kepolisian memperkuat sinergi untuk mengatasi permasalahan ini," kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas dengan topik Tata Niaga Tekstil dan Produk Tekstil di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (6/12).

Menurut dia, permasalahan tersebut sudah jelas tinggal melaksanakan pencegahan dan langkah-langkah pemberantasannya di lapangan.

Kepala Negara mengatakan, industri TPT Indonesia sampai saat ini belum mampu menguasai pasar domestik.

"Karena serbuan produk impor dari luar yang seringkali masuk melalui praktik-praktik impor ilegal dengan modus impor borongan atau rembesan dari kawasan berikat serta impor pakaian bekas dan pemalsuan nomor HS (harmonized system)," katanya.

Presiden mengatakan industri TPT merupakan industri padat karya yang mampu menyerap banyak sumber daya manusia.

Bahkan menurut dia, industri ini menciptakan lapangan kerja baru di sektor distribusi dan perdagangan seperti yang bisa dilihat di Tanah Abang, Jakarta Pusat, atau maraknya sentra-sentra fashion di Tanah Air.

"Saya melihat negara-negara industri utamanya di Asia seperti Jepang, China, Korea mengawali revitalisasi menuju negara industri dengan mengembangkan manufaktur TPT," katanya.

Presiden mencatat TPT Indonesia terus mengalami penurunan ekspor dari Januari-Oktober 2016 sebesar 4,3 persen dibandingkan periode yang sama 2015.

Penurunan itu kata Presiden, juga sejalan dengan kondisi pasar ekspor TPT Indonesia di dunia yang terus menurun.

"Dari 2,13 persen di tahun 2001 menjadi 1,56 persen di tahun 2015, kita masih kalah dibanding Vietnam dan Bangladesh yang masing-masing menguasai 3,62 persen dan 4,05 persen pangsa pasar TPT dunia," kata Presiden Jokowi.(Hrb)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara.

Senin, 28 Mei 2018 - 10:15 WIB

Tingkatkan Daya Saing Industri Alas Kaki, Balai Kemenperin Ciptakan Alat Digital Uji Suhu Pengerutan Kulit Penyamakan

Sebagai unit pelayanan teknis di bawah Balai Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, BBKKPtelah berhasilmembuatalat uji suhupengerutan untukkulit penyamakan dengan…

Bandar Udara Trunojoyo (Ist)

Senin, 28 Mei 2018 - 10:10 WIB

Kemenhub Kucurkan Dana Sebesar Rp 29 Miliar Bangun Terminal Penumpang Bandara Trunojoyo

Anggaran pembangunan terminal penumpang itu sekarang masuk dalam tahap lelang.

Rest Area (Ist)

Senin, 28 Mei 2018 - 10:04 WIB

Hadapi Mudik Lebaran, Jasamarga Properti Resmikan Rest Area Surabaya-Mojokerto

Baru- baru ini, PT Jasamarga Properti anak usaha PT Jasamarga (Persero) Tbk yang bergerak dibidang usaha non tol meresmikan tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau rest area Km 725 A arah…

PT Pelni (Persero)

Senin, 28 Mei 2018 - 10:00 WIB

PT Pelni Siapkan 26 Armada Anggutan Lebaran 2018

PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Baubau, Sulawesi Tenggara, menyiapkan 26 armada kapal secara nasional untuk melayani angkutan lebaran tahun 2018, di 91 pelabuhan.

Pertamina (Foto: Ist)

Senin, 28 Mei 2018 - 09:59 WIB

Pertamina Akan Tempatkan SPBU Modular Saat Ramadhan dan Lebaran 2018

PT Pertamina akan menempatkan beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) modular atau bergerak di sejumlah jalur transportasi darat yang tidak terdapat SPBU permanen saat Ramadan dan…