Menpar Haruskan Food Street Segera Tersertifikasi

Oleh : Chodijah Febriyani | Rabu, 29 Maret 2017 - 15:20 WIB

Kementerian Pariwisata dan Akademi Gastronomi Indonesia menyelenggarakan Dialog Gastronomi Nasional ke-2 dan Promosi Kuliner Wakatobi (Chodijah Febriyani/INDUSTRY.co.id)
Kementerian Pariwisata dan Akademi Gastronomi Indonesia menyelenggarakan Dialog Gastronomi Nasional ke-2 dan Promosi Kuliner Wakatobi (Chodijah Febriyani/INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Wisata kuliner di Indonesia sangat beragam cita rasa. Untuk melestarikan kuliner khas Indonesia, perlu promosi terus menerus. Maka dari itu telah ditetapkan 'Soto' sebagai makanan nasional khas Indoensia.

Sekarang ini, banyak sekali kuliner-kuliner baru yang digagasi oleh anak-anak muda Indonesia. Mulai dari restoran, hingga food street yang beredar di Indonesia. Dari makanan tersebut, mereka memperkenalankan berbagai makanan khas Indonesia.

Menurut Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam Dialog Gastronomi Nasional ke-2 dan Promosi Kuliner Wakatobi yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata Jakarta, Rabu (29/3/2017), "Potensi wisata budaya, sebesar 60 persen dan untuk wisata belanja dan untuk wisata kuliner potensinya sangat besari, yakni 45 persen."

Ia juga mengungkapkan, setiap orang yang berwisata, mereka spending untuk kuliner sendiri mencapai 30 hingga 40 persen.

Menpar juga mengarahkan, bahwa food street di Indonesia harus punya Standard Operating Prosedure (SOP)

"Kitakan punya restoran jalanan, food street juga punya banyak, kita harus punya standart operating prosedurenya (SOP). Mohon, tahun ini segera disertifikasikan. Mulai dari orangnya harus tersertifikasi lalu perusahaannya harus tersertifikasi. Tolong dibantu kita setifikasi baik orangnya maupun UKMnya," pungkas Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Industri kaca lembaran. (Foto Ist)

Senin, 28 Mei 2018 - 16:15 WIB

Makin di Ujung Tanduk, Asosiasi Kaca Lembaran Desak Pemerintah Turunkan Harga Gas Serta Redam Impor Kaca dari Malaysia

Membanjirnya produk impor dan masih tingginya harga gas industri di Tanah Air telah membawa industri kaca nasional berada di ujung tanduk.

Launching Calender of Event (CoE) 2018 Provinsi Riau di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) (Foto:Chodijah Febriyani/Industry.co.id)

Senin, 28 Mei 2018 - 16:00 WIB

Wisman Malaysia Pilih Riau untuk Wisata Ramadhan

Provinsi Riau memiliki daya tarik untuk mendatangkan wisatawan dari negara serumpun Malaysia untuk melakukan kunjungan wisata selama bulan Ramadhan 1439 H.

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan

Senin, 28 Mei 2018 - 15:52 WIB

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan Buat Prototipe Pesawat Tanpa Awak Pemadam Kebakaran

Pesawat tanpa awak tersebut diberi nama PROPEDER Prototype Robot Terbang Pemadam Kebakaran.

Perry Warjiyo Gubernur Bank Indonesia (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 28 Mei 2018 - 15:00 WIB

BI Antisipasi Modal Keluar Jelang Pertemuan FOMC

Bank Indonesia menyebutkan terus meningkatkan pengawasan dan mitigasi terhadap potensi keluarnya modal asing yang bisa menggerus nilai tukar rupiah terutama menjelang rapat Komite Pasar Terbuka…

Dealer Honda / http://idolosol.com

Senin, 28 Mei 2018 - 14:54 WIB

Honda Siapkan 114 Bengkel Siaga Hadapi Mudik Lebaran 2018

PT Honda Prospect Motor (HPM) kembali menghadirkan program Honda emergency service atau bengkel siaga Honda. Program ini dirancang untuk menemani konsumen Honda selama melakukan perjalanan mudik.…