RI-Singapura Wujudkan Kerja Sama MICE dan Cruise

Oleh : Chodijah Febriyani | Sabtu, 25 Maret 2017 - 09:09 WIB

Tempat Wisata di Singapura (Thant Zaw Wai/Getty Images)
Tempat Wisata di Singapura (Thant Zaw Wai/Getty Images)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Indonesia melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) segera mewujudkan kerja sama yang konkret dengan Pemerintah Singapura dalam bidang "MICE", "cruise", dan investasi pariwisata.

Kemenpar menyelenggarakan "The 1 st Joint Working Group Meeting (JWGM) on Tourism" bersama Singapura di Hotel Mercure Sabang Jakarta, Jumat (24/3/2017)

Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana mengatakan pertemuan tersebut merupakan implementasi nota kesepahaman (MoU) antara Kemenpar RI dengan Kementerian Pariwisata Singapura yang ditandatangani di Semarang dan disaksikan oleh Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsein Loong pada akhir November 2016 yang diikuti "bilateral meeting" selama ATF 2017 di Singapura.

"Pertemuan ini juga untuk mendukung dan melaksanakan kerja sama pengembangan pariwisata yang telah disepakati," ujarnya kepada awak media di Jakarta.

Dalam pertemuan itu dibahas tiga topik utama yakni kapal pesiar, "Meeting Incentive Conference and Exhibition" (MICE), dan investasi di bidang pariwisata.

Untuk membahas ketiga topik tersebut delegasi Indoneia diwakili oleh Honorary Advisor Minister of Tourism, Dwi Suryo Indroyono Susilo untuk topik kapal pesiar dan MICE, sedang Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pengembangan dan Pembangunan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar Hiramsyah Sambudhy mengenai investasi.

Pitana berharap pertemuan itu menghasilkan program kegiatan yang "real" dan "deal" untuk diimplementasikan kedua pihak sekaligus sebagai upaya untuk menghilangkan kegiatan yang hanya bersifat seremonial.

"Harus ada satu program yang bisa langsung diimplementasikan apakah terkait dengan program kapal pesiar, promosi bersama bidang MICE ke Bintan, Batam atau Karimun, maupun penunjukan lokasi investasi di tiga destinasi yang diminanti investor Singapura, apakah Danau Toba, Mandalika, atau Yogyakarta terpenting jangan banyak seremonialnya," tuturnya.

Indonesia sendiri akan meminta operator cruise Singapura untuk dapat menaikkan dan menurunkan penumpangnya di 5 pelabuhan besar yaitu Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Benoa, dan satu pelabuhan lain yang diusulkan yaitu Tanjung Mas Semarang, sekaligus disiapkan paket-paket wisatanya.

Sebelumnya dalam pertemuan kedua negara di Singapura pada 20 Januari 2017, pihak Singapura menyatakan ketertarikannya terhadap tawaran Indonesia untuk berinvestasi di bidang pariwisata di tiga daerah yakni Danau Toba, Yogyakarta, dan Mandalika.

Untuk merealisaikan ketertarikannya tersebut Singapore Tourism Boarad (STB) telah melakukan kunjungan awal ke Danau Toba dan sektitanya pada 21-23 Maret 2017 untuk melihat lokasi berikut infrastruktur serta sarana penunjang lainnya terkait pariwisata. Kunjungan STB ini dampingi Dirut Badan Otorita Danau Toba.

Kegiatan JWGM on Tourism Indonesia-Singapura juga diharapkan akan meningkatkan kerja sama bidang pariwisata kedua negara yang pada gilirannya akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, pengeluaran dan lama tinggal melalui aktivitas "people to people contact" melalui program kapal pesiar dan MICE.

Selain itu, melalui investasi yang ditanam nantinya akan membuka kesempatan usaha dan lapangan kerja di bidang pariwisata yang berdampak langsung terhadap meningkatnya kesejahteraan masyarakat setempat.

Kegiatan JWGM on Tourism sebagai tindak lanjut dari hasil nota kesepahaman bersama (MoU) kedua negara saat "leader retreat" di Semarang pada November 2016, kemudian ditindaklanjuti dengan kunjungan kerja Menko Bidang Kemaritiman ke Singapura pada Desember 2016 serta hasil pertemuan bilateral Indonesia-Singapura saat acara ASEAN Tourism Forum (ATF) di Singapura pada 20 Januari 2017.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi kredit perbankan

Kamis, 18 Januari 2018 - 22:32 WIB

OJK Optimis Pertumbuhan Kredit 12 Persen di 2018

Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas target pertumbuhan ekonomi 5,4% yang ditetapkan Pemerintah di tahun 2018, OJK memperkirakan kredit dan Dana Pihak Ketiga perbankan berpotensi untuk…

Ilustrasi kredit perbankan

Kamis, 18 Januari 2018 - 22:00 WIB

Kredit Perbankan Tumbuh 8,3 Persen Sepanjang 2017

Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan intermediasi lembaga jasa keuangan juga mengalami pertumbuhan sejalan kinerja perekonomian domestik.

Wimboh Santoso Ketua Dewan Komisioner (Foto Anto)

Kamis, 18 Januari 2018 - 21:17 WIB

Ini Komitmen OJK Jaga Stabilitas Keuangan

Jakarta-OJK memiliki komitmen tinggi untuk meningkatkan peran sektor jasa keuangan dalam memacu pertumbuhan dengan tetap menjaga kesinambungan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.

AFTECH Resmikan Kemitraan dengan UnionSpace

Kamis, 18 Januari 2018 - 20:45 WIB

AFTECH Resmikan Kemitraan dengan UnionSpace Dorong Perkembangan Industri Fintech

Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) meresmikan kemitraannya dengan UnionSpace untuk mendorong perkembangan industri teknologi finansial (tekfin) melalui penyediaan Fintech Space, yang merupakan…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Kamis, 18 Januari 2018 - 20:25 WIB

Menperin: Indonesia Termasuk Pemain Industri Manufaktur Sarana Kereta Api Terbesar di Asia Tenggara

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia saat ini termasuk salah satu pemain industri manufaktur sarana kereta api terbesar di Asia Tenggara. Produk industri kereta api…