Ratusan Kampus Diperkirakan Bubar pada 2024

Oleh : Anab Afifi, CEO Bostonprice Asia | Jumat, 24 Januari 2020 - 05:00 WIB

Anab Afifi, CEO Bostonprice Asia
Anab Afifi, CEO Bostonprice Asia

INDUSTRY.co.id - Jadi, untuk bapak-bapak pimpinan perguruan tinggi, mindsetnya harus diubah  segera. Harus paham apa maunya generasi milenial.

Di Amerika, saat ini  ratusan universitas tutup. Karena tidak diminati kaum milenial.

Jangan terbuai dengan kebanggaan diri sebagai kampus favorit.

Tapi harus diubah menjadi kampus yang mampu menyajikan produk  sesuai permintaan pasar.

Satu contoh saja.

Sekarang ini ada kebutuhan SDM di bidang data analytic. Gajinya rata-rata 5000 ribu dolar. Pasarnya global. Tapi, di Indonesia belum ada Prodi itu.

Berikutnya, seperti yang sudah berulangkali saya tulis, metode pengajaran atau perkuliahan harus berubah juga.

Pimpinan yayasan dan pengurus sebagai ujung tombak kuasa kebijakan harus paham perubahan ini.

Sebuah riset tentang perubahan gaya hidup milenial menyimpulkan tiga hal:

1/ Senang belajar mandiri sesuai kecepatan sendiri kapanpun dan di manapun.

2/ Melek teknologi, lebih seneng liat video daripada membaca.

3./ Senang meliat orang yang nice looking bila berbicara di layar gadget.

Nah, dari tiga kesimpulan riset itu, perlu dikaji serius lalu disesuaikan dengan strateginya. Buatlah road map yang jelas.

Hal penting dan mendesak yang menjadi agenda besar harus dikerjakan dalam kurun 2020 - 2024.

Jika tidak, pada tahun 2024, Anda akan tergagap. Seperti orang yang terbangun panik gara-gara  banjir setinggi dua meter yang menenggelamkan tempat tidur Anda.

Pada tahun 2024 ratusan kampus dan universitas di Indonesia akan bubar. Karena dikelola oleh orang-orang generasi X yang bebal dan kolot melihat perubahan gaya hidup generasi Z saat ini.

Itu kabar buruknya.

Namun, kabar buruk bisa Anda ubah menjadi kabar baik karena respon atas perubahan yang sigap.

Contoh kongkrit yang sudah berjalan baik adalah perkuliahan jarak jauh dengan teknologi streaming. Dengan metode ini, satu orang dosen bisa mengajar ribuan kelas sekaligus.

Tidak hanya metode pengajaran yang harus berubah. Tetapi juga sistem back office yang berhubungan dengan administrasi perkuliahan dan pemasaran.

Anak sekarang, demi malas berlama-lama baca teks, menuntut dipenuhinya kepentingan mereka. Maka, permudah keinginan mereka.

Mereka tidak lagi suka harus datang ke kampus Anda membawa map. Antri di loket. Membeli formulir. Hanya untuk sebuah urusan: daftar kuliah.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mendag Agus di india

Senin, 24 Februari 2020 - 21:15 WIB

Uber Target Perdagangan sebesar USD 50 miliar, Mendag Sambangi Konfederasi Industri India

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan, kolaborasi dengan Konfederasi Industri India (Confederation of India Industry/CII) merupakan salah satu upaya mencapai target perdagangan yang…

BCA Expoversary 2020 BSD

Senin, 24 Februari 2020 - 21:00 WIB

BCA Expoversary 2020 Dikunjungi Lebih 50.00 Pengunjung

Perhelatan BCA Expoversary 2020 yang digelar dalam rangka merayakan HUT BCA yang ke-63 sukses dipadati oleh lebih dari 50.000 pengunjung selama tiga hari, yakni dari tanggal 21 Februari hingga…

DMMX’s signage yang terpasang pada kafe yang terletak di dalam minimarket di Jakarta

Senin, 24 Februari 2020 - 20:56 WIB

Digital Mediatama Maxima - DMMX, Fokus Mewujudkan Pertumbuhan Bisnis

Bisnis utama dilengkapi pertumbuhan strategis Sekitar 1.600 layar year-to-date Pada 21 Februari tahun ini, bisnis cloud advertising DMMX berhasil memperluas jangkauannya ke 6.800++ lokasi, 49%…

Presiden Direktur Amar Bank Vishal Tulsian bersama Susanto, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia

Senin, 24 Februari 2020 - 20:54 WIB

Amar Bank Bangun 20 Rumah Layak Huni Untuk Warga Desa Babakan Madang

Melalui kegiatan CSR ini, Amar Bank dan Yayasan Habitat melakukan pembangunan 20 rumah layak huni untuk membantu lebih dari 80 warga bersama lebih dari 300 karyawan Amar Bank di Kecamatan Babakan…

Menkop dan UKM Teten Masduki bersama Staf Khusus Presiden Putri Tanjung saat berdialog dengan sejumlah pengurus Koperasi, di Desa Wisata Candirejo, Borobudur

Senin, 24 Februari 2020 - 20:31 WIB

Menkop dan UKM Ajak Pengurus Koperasi Kembangkan Wisata Super Prioritas

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan, dirinya ditugaskan Presiden Joko Widodo untuk membantu mengembangkan pariwisata super prioritas di Indonesia. Salah satunya adalah Borobudur…