Film Perfect Dream Tampilkan Kehidupan Mafia dan Sosialita Surabaya

Oleh : Amazon Dalimunthe | Rabu, 22 Maret 2017 - 09:38 WIB

Ferry Salim sebagai Gangster di film "Perfect Dream"
Ferry Salim sebagai Gangster di film "Perfect Dream"

INDUSTRY.co.id - Jakarta sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia tentu memiliki segalanya. Termasuk kehidupan mafia dan juga sosialitanya. Dan itu sudah banyak diangkat ke film. Namun film Perfect Dream justru berbeda. Film ini menyajikan kehidupan mafia dan Sosialita kota terbesar kedua di Indonesia yakni Surabaya. Sebuah setting yang mengundang keingintahuan banyak orang.

Sutradara Hestu Saputra ternyata memiliki pertimbangan khusus mengapa memilih mengambil kisah nyata yang pernah ada di kota Surabaya ke dalam film yang dibintangi  oleh Ferry Salim dan Wulan Guritno sebagai pemeran utama ini.  "Surabaya itu menarik. Kultur di Surabaya itu kan sebuah daerah, bukan Ibu Kota. Tapi kehidupan di dalamnya juga memiliki apa yang disebut mafia dan sosialita" kata Hestu saat Gala Premiere film Pefect Dream di Plaza Senayan, Selasa (21/3) malam.

 Film ini berangkat dari seorang tokoh bernama Dibyo (Ferry Salim) yang berambisi menjadi mafia nomor satu di Surabaya. Mula-mula ia menjadi anak buah tokoh mafia bernama Marcel (Hengky Solaiman). Namun ambisinya membuat ia menikahi anak Marcel bernama Lisa (Wulan Guritno).  Marcel memiliki teman mafia bernama Hartono (H. Qomar)  yang berbagi daerah kekuasaan di Surabaya.

Setelah Marcel Wafat, ambisi Dibyo untuk memperluas daerah kekuasaannya semakin menjadi dan mau tak mau bersinggungan dengan Hartono yang lebih senior.

Di Tengah ambisinya itu, Dibyo berselingkuh dengan seorang fotografer bernama Rina (Olga Lidya) yang membuatnya melupakan kedua anaknya Bagus (Baim Wong) dan Anna (Tisa Biani). Sementara Lisa yang merasa dicampakkan terus aktif dengan teman-teman sosialitanya yang sibuk dengan peragaan busana, makan minum mewah dan kegiatan social.

Dengan latar belakang seperti itulah film yang diproduksi oleh East Java Film dan Empat Sisi Production ini, dibuat. “ Ini bukan film fiksi. Tapi diangkat dari kisah nyata yang pernah ada di Surabaya,”tambah Hestu.

Ferry Salim yang menjadi tokoh sentral film ini mengaku tidak terlalu kesulitan dalam memerankan tokoh Dibyo. “Hanya pada dialek Surabayaan saya terus bertanya dan berlatih hingga terasa pas,” katanya.

Bagi Ferry film yang dibintanginya ini, tidak melulu mengandung nilai kekerasan sebagaimana layaknya film Mafia, tapi juga ada nilai-nilai keluarga. “Ini film yang lengkap. Ada Drama, ada eksyen, ada Komedi, da nada juga musikalnya. Pokoknya saya puas di film ini,” ujarnya setelah premiere.

Wulan Guritno mengatakan hal yang senada dengan Ferry Salim yang mengaku bahwa ia tertarik bermain dalam film tersebut lantaran adanya sudut pandang yang berbeda. Meski mengangkat cerita dewasa, tetapi film ini dipoles secara menarik. Terutama pada bagian konflik keluarga.

Film Perfect Dream akan mulai tayang pada tanggal 30 Maret 2017 bertepatan dengan Hari Film Nasional. “Mudah-mudahan film kami menjadi satu film yang akan tercatat dalam sejarah perfilmnan nasional karena mengambil tema yang berbeda,” ujar Amelia Salim yang bertindak sebagai Eksekutif Produser dan salah satu sosialita terkenal di Surabaya. (AMZ)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli (Foto Ist)

Minggu, 18 November 2018 - 12:18 WIB

Selaras Pemikiran Rizal Ramli, Pemerintah dan Bank Indonesia Wajibkan Eksportir Bawa Pulang Devisa

Rencana Bank Indonesia (BI) dalam menerbitkan aturan baru yang mewajibkan eksportir membawa devisa hasil ekspor (DHE) ke dalam negeri pada 1 Januari 2019 selaras dengan ide dan gagasan ekonom…

Peneliti berprestasi ke Taiwan

Minggu, 18 November 2018 - 11:15 WIB

Kementerian Pertanian Berangkatkan Peneliti Berprestasi ke Taiwan

INDUSTRY.co.id -

Taiwan Kementerian Pertanian memberangkatkan Peneliti Berprestasi untuk mempelajari inovasi teknologi pertanian modern khususnya bidang Hortikultura…

Petani Padi (Ilustrasi)

Minggu, 18 November 2018 - 10:46 WIB

Agroekologi Bisa Jadi Solusi Pertanian Masa Depan

Agroekologi sesungguhnya memiliki kemampuan menghasilkan produksi pertanian lebih tinggi dibanding pola pertanian konvensional. Sayangnya, agroekologi masih belum mendapatkan perhatian dan dukungan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:34 WIB

KTT APEC akan Bahas Konektivitas Untuk Pertumbuhan Inklusif

Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2018 hari kedua, Minggu (18/11/2018) di Port Moresby, Papua Nugini, antara lain akan membahas konektivitas untuk pertumbuhan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Minggu, 18 November 2018 - 10:29 WIB

Presiden Jokowi Hadiri Pertemuan Dewan Bisnis APEC

Presiden Joko Widodo menghadiri pertemuan Dewan Bisnis Asia-Pacific Economic Cooperation atau APEC Business Advisory Council (ABAC) di Port Moresby, Papua Nugini, Sabtu (17/11/2018).