SDM Industri Belum Tercukupi, Kemenperin Realokasi Anggaran Rp131,5 Miliar

Oleh : Herry Barus | Selasa, 21 Maret 2017 - 09:32 WIB

Pekerja Sedang Merakit BMW Seri 7 di Indonesia
Pekerja Sedang Merakit BMW Seri 7 di Indonesia

INDUSTRY.co.id -Jakarta-Alokasi anggaran program pengembangan sumber daya manusia (SDM) Kementerian Perindustrian tahun 2017 mencapai Rp941,6 miliar.

Besaran anggaran tersebut merupakan yang terbesar jika dibandingkan dengan kegiatan prioritas lainnya.

"Kami tetap fokus menjalankan program pengembangan tenaga kerja industri yang kompeten melalui pendidikan vokasi," ungkap Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di Jakarta (20/3/2017).

Menurut Menperin, alokasi anggaran tahun 2017 untuk pengembangan SDM industri dinilai belum mencukupi sehingga akan menghambat implementasinya.

"Maka diperlukan realokasi anggaran, yang kami usulkan untuk pengembangan SDM industri sebesar Rp131,5 miliar sehingga menjadi Rp1,07 triliun," terangnya.

Upaya ini untuk mencapai target satu juta tenaga kerja kompeten hingga tahun 2019 sesuai kebutuhan dunia industri.  

Pada akhir Maret 2017, Kemenperin akan meluncurkan kembali program pendidikan vokasi industri untuk wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, setelah sukses diluncurkan di wilayah Jawa Timur akhir bulan lalu.

Ditargetkan, tahap kedua ini akan dilakukan kerja sama antara 250 SMK dengan 50 industri.

"Secara bertahap nanti juga dilakukan di Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten pada tahun ini, " imbuh Menperin.

Anggaran Kemenperin 2017 juga dialokasikan pada peningkatan sarana dan prasarana aparatur Kemenperin sekitar Rp10 miliar, penumbuhan dan pengembangan untuk industri berbasis agro sebesar Rp181 miliar, untuk industri kimia tekstil dan aneka (IKTA) Rp125 miliar, untuk industri logam, mesin, alat transportasi dan elektronika (ILMATE) Rp130 miliar, serta untuk industri kecil dan menengah (IKM) Rp307 miliar.

Kemudian, anggaran untuk pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur Kemenperin sekitar Rp40 miliar, pengembangan teknologi dan kebijakan industri Rp552 miliar, percepatan penyebaran dan pemerataan pembangunan industri Rp490 miliar, serta peningkatan ketahanan dan pengembangan akses industri internasional Rp47 miliar.

Airlangga menyebutkan, beberapa kegiatan yang akan dilakukan dalam program pengembangan SDM industri, antara lain penyelenggaraan Diklat 3 in 1 (pelatihan, sertifikasi dan penempatan) untuk 21.500 calon tenaga kerja industri, serta penyediaan pembina yang memiliki kompetensi teknis bidang industri melalui rintisan Gelar S1-S3 sebanyak 100 orang.

Selanjutnya, pengadaan peralatan dan mesin untuk pelatihan berbasis kompetensi dan inkubator bisnis di balai pelatihan industri meliputi peralatan dan mesin pengolahan kelapa sawit, peralatan desain bordir, serta peralatan pola dan desain garmen.

Selain itu, renovasi gedung dan lahan pendidikan vokasi Industri berbasis kompetensi seperti di SMTI Banda Aceh, STTT Bandung, AKA Bogor, ATK Yogyakarta, SMAK Bogor, SMAK Padang, SMTI Yogyakarta, SMTI Lampung, ATI Makassar, ATI Padang, dan SMTI Jakarta.

Airlangga juga menyampaikan, pada tahun 2016, program pengembangan SDM industri telah menyerap anggaran hingga Rp759,4 miliar atau 96,6 persen dari pagu sebesar 785,7 miliar.

Capaian ini terbesar dibandingkan seluruh kegiatan prioritas lainnya. Sementara itu, realisasi anggaran Kemenperin mulai 1 Januari-31 Desember 2016 sebesar Rp2,06 triliun atau 95,6 persen dari pagu anggaran sebesar Rp2,16 triliun, setelah dikurangi self blocking dan pemotongan anggaran sebesar Rp1,22 triliun.

Plt. Sekjen Kemenperin Haris Munandar mengatakan, realisasi anggaran Kemenperin Januari-Maret 2017 diperkirakan sudah sekitar 10 persen dari total pagu sebesar Rp2,82 triliun.

“Kegiatan yang tengah kami prioritaskan tahun ini adalah pelaksanaan pendidikan vokasi industri, penumbuhan populasi industri, serta pengembangan industri kecil dan mengenah (IKM),” paparnya.

Kemenperin mencatat, proyeksi penambahan jumlah tenaga kerja industri periode 2016-2020 rata-rata 600.000 orang per tahun. Pada periode 2017-2019 sejumlah kegiatan dirancang untuk menyiapkan tenaga kerja industri tersertifikasi sebanyak 1.040.552 orang.

“Program-program tersebut perlu kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait seperti Kadin, Kemenristekdikti, dan Kemenaker,” sebut Haris.

Pada akhir Maret 2017, Kemenperin akan meluncurkan kembali program pendidikan vokasi industri untuk wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, setelah sukses diluncurkan di wilayah Jawa Timur akhir bulan lalu. Ditargetkan, tahap kedua ini akan dilakukan kerja sama antara 250 SMK dengan 50 industri.

”Secara bertahap nanti juga dilakukan di Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten pada tahun ini,” imbuhnya.

Dalam hasil raker, Komisi VI DPR menyetujui realokasi penggunaan APBN 2017 Kemenperin sebesar Rp219,1 miliar dari total pagu APBN Kemenperin sebesar Rp2,82 triliun.

Adapun realokasi anggaran berasal dari pemotongan anggaran program percepatan, penyebaran, dan pemerataan pembangunan industri yang semula mencapai Rp490,2 miliar, namun dipotong Rp219,1 miliar sehingga tinggal sebesar Rp271,1 miliar.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih

Senin, 28 Mei 2018 - 17:02 WIB

IKM Batik Nasional Bakal Melenggak-Lenggok di Paris, Perancis

Kementerian Perindustrian terus melakukan promosi keunggulan batik sebagai hasil kebudayaan Tanah Air. Salah satunya dengan mendukung para pelaku IKM untuk berpartisipasi dalam ajang pameran…

Nusa Flying International School Akan Segera Bangun Sekolah Penerbangan di Tanjung Lesung

Senin, 28 Mei 2018 - 16:57 WIB

Nusa Flying International School Akan Segera Bangun Sekolah Penerbangan di Tanjung Lesung

Kegiatan tersebut diadakan dalam rangka kerjasama antara keduanya untuk membuka sekolah penerbangan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. PT BWJ merupakan pengelola dari KEK Tanjung…

Industri kaca lembaran. (Foto Ist)

Senin, 28 Mei 2018 - 16:15 WIB

Makin di Ujung Tanduk, Asosiasi Kaca Lembaran Desak Pemerintah Turunkan Harga Gas Serta Redam Impor Kaca dari Malaysia

Membanjirnya produk impor dan masih tingginya harga gas industri di Tanah Air telah membawa industri kaca nasional berada di ujung tanduk.

Launching Calender of Event (CoE) 2018 Provinsi Riau di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) (Foto:Chodijah Febriyani/Industry.co.id)

Senin, 28 Mei 2018 - 16:00 WIB

Wisman Malaysia Pilih Riau untuk Wisata Ramadhan

Provinsi Riau memiliki daya tarik untuk mendatangkan wisatawan dari negara serumpun Malaysia untuk melakukan kunjungan wisata selama bulan Ramadhan 1439 H.

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan

Senin, 28 Mei 2018 - 15:52 WIB

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan Buat Prototipe Pesawat Tanpa Awak Pemadam Kebakaran

Pesawat tanpa awak tersebut diberi nama PROPEDER Prototype Robot Terbang Pemadam Kebakaran.