April, Sistem Tarif Batas Atas dan Bawah Taksi Online Diterapkan

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 21 Maret 2017 - 06:22 WIB

Ilustrasi Uber. (Carl Court/Getty Images)
Ilustrasi Uber. (Carl Court/Getty Images)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Kementerian Perhubungan segera menetapkan tarif batas atas dan bawah bagi taksi online mulai April mendatang. Pertimbangan tarif jasa taksi online tertuang dalam revisi PM 32/2016 untuk melindungi konsumen dan menjaga kesetaraan berusaha.

“Tarif batas dan bawah taksi online tersebut nantinya akan ditetapkan oleh masing-masing pemerintah daerah. Atau dengan kata lain, penentuan tarif taksi online akan sama seperti penentuan transportasi umum konvensional lainnya,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Pudji Hartanto, Senin, (20/3/2017) kemarin.

Pudji menjelaskan hal tersebut setelah melakukan pertemuan bersama Ombudsman. Dia memastikan peraturan ini akan tetap dijalankan. Pudji mengklaim selama ini tidak ada saran signifikan baik dari perusahaan taksi online setelah telah melewati masa uji publik dan sosialisasi.

"Di uji publik, taksi konvensional dan taksi online juga hadir dan tidak memberikan komentar. Sehingga materi tidak bergeser karena tidak signifikan. Rencananya uji publik 5 kali, 2 kali sudah diminta untuk segera, kami harus segera toh waktunya sudah dua minggu lagi. Dilihat substansinya sudah tidak ada lagi," ujarnya.

Dengan adanya aturan tersebut, baik taksi konvensional maupun online akan mengacu pada tarif bawah dan tarif atas yang ditetapkan. Dia berharap tidak ada lagi gejolak dan juga menghadirkan persaingan yang sehat.

"Yang penting harganya itu tidak boleh murah banget. Jadi ada batasan tarif bawah dan atas itu batasan, kalau taksi konvensional Rp 50 ribu taksi online Rp 40 ribu itu kemungkinan tidak jauh, paling tidak ada batasan di situ," ujarnya.

Pudji berharap semua pihak bisa menerima dan mengikuti peraturan tersebut dengan baik. Dia mengatakan, jika seluruh aturan ini sudah bisa segera diterapkan.

"Kami sedang finalisasi, pada prinsipnya kita sudah jelaskan mudah-mudahan mengerti, Ombudsman saja sudah mengerti kok," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Asuransi Jiwasraya (Foto Industry.co.id)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 00:55 WIB

OJK Monitor Penyelesaian Kewajiban Jiwasraya

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik upaya yang telah dilakukan oleh Direksi dan pemegang saham PT. Jiwasraya (Persero) berkaitan…

BRI Syariah

Senin, 15 Oktober 2018 - 21:37 WIB

Produk Halal BRIsyariah Sukses Gaet Milenial Jogja

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Jogja Halal Fest 2018 yang digelar di Yogyakarta pada tanggal 11 sd 14 Oktober lalu, menjadi bukti besarnya animo masyarakat terhadap produk…

Japan Airlines (JAL) (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 21:00 WIB

Japan Airlines Beroperasi di Terminal 3 Bandara Soetta

Japan Airlines (JAL) beroperasi di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai 26 Oktober 2018 mendatang.

Christine Lagarde Terkesan dengan Paviliun Indonesia (Foto Humas BUMN)

Senin, 15 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Indonesia Pavilion Pukau Ribuan Peserta Annual Meeting IMF-WB 2018

Kehadiran Indonesia Pavilion sebagai wajah pembangunan dan budaya Indonesia yang digagas oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak 8 Oktober - 14 Oktober 2018, mendapat banyak perhatian…

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 20:15 WIB

Pemerintah Usulkan Asumsi Rupiah 2019 Rp15.000

Pemerintah mengusulkan perubahan asumsi nilai tukar rupiah dalam RAPBN 2019 menjadi Rp15.000 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.500 per dolar AS.