Pembangunan Pabrik Semen Rembang Tidak Ganggu Lahan Pertanian

Oleh : Herry Barus | Senin, 20 Maret 2017 - 08:41 WIB

Demonstrasi masyarakat Rembang mendukung pabrik semen, Selasa (14/3). (Foto: IST)
Demonstrasi masyarakat Rembang mendukung pabrik semen, Selasa (14/3). (Foto: IST)

INDUSTRY.co.id - Rembang- Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero), Agung Wiharto menegaskan tidak ada satupun aktivitas pabrik maupun penambangan di Rembang Jawa Tengah akan mengganggu lahan pertanian bahkan kehadiran peruahaan akan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

"Kalau disebut lahan kami berlokasi di lahan pertanian. Hal itu sama sekai tidak benar karena lahan seluas 52 hektar itu sebenarnya milik PT Perhutani," kata Agung dalam penjelasannya terkait dengan rencana beroprasinya pabrik pada bulan April 2017.

Sedangkan untuk lahan di areal tambang kapur juga bukan areal pertanian, karena di lahan seperti itu hampir tidak ada tanaman apalagi pertanian, jelas dia.

"Sehingga kalau pabrik Rembang diangap melanggar AMDAL, maka harap ditunjukkan kepada kami bagian apa saja yang dianggap keliru agar sama-sama dapat dilakukan perbaikan. Apalagi di Rembang sendiri sudah ada pabrik semen yang telah melakukan aktivitas serupa," kata Agung..

Agung menyampaikan Rembang sendiri selama ini merupakan Kabupaten termiskin nomor tiga di Jawa Tengah persoalannya ada tiga yakni air, penyerapan tenaga kerja, serta lingkungan.

Berbeda dengan daerah tetangganya Kudus dan Pati lebih maju dikarenakan adanya industri besar yang beroperasi, sehingga memberi kontribusi tidak hanya ke masyarakat tetapi juga pemerintah daerah melalui PAD dan pajak, kata Agung.

Terkait dengan kesulitan air bersih terdapat enam desa yang masuk dalam wilayah operasi pabrik, telah di data terdapat 4300 kepala keluarga yang membutuhkannya, sebanyak 2.000 kepala keluarga telah mendapat bantuan, ke depan diharapkan terus ditambah.

Perusahaan saat ini selain membangunkan sejumlah embung selain untuk memasok kebutuhan pendingin mesin pabrk nantinya, juga dapat dimanfaatkan warga sebagai sumber air untuk pertanian atau perikanan, ujar dia.

Kebutuhan tenaga kerja kalau pabrik Rembang beroperasi organik 261 orang (produksi), non organik 1400 (non produksi), prioritasnya warga Rembang. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan pekerja PT Semen Indonesia membuka program D2 dengan target pengajar 22 orang, admin 6, dan jumlah siswa angkatan pertama 90 orang, jelas Agung.

Agung juga menyampaikan meskipun pabrik belum beroperasi, namun perusahaan telah menyelenggarakan program CSR untuk 2016 sebesar Rp25 miliar Rp14 untuk kemitraan dan Rp11 miliar sebagai dana bergulir. Program kemitraan yang dijalan diantaranya pembangunan sarana dan prasarana sanitasi, bedah rumah, beassiwa, kesenian, dan beberapa lainnya.

"Kami juga tengah membangun zona penyangga (buffer zone) rencana berkerja sama dengan perusahaan benih sayuran PT East West Seed Indonesia (Ewindo) untuk memanfaatkan lahan tersebut sebagai lahan pertanian," jelas dia.

Agung juga menyampaikan persoalan AMDAL secara hukum telah diselesaikan, pihaknya juga berkomitmen melaksanakan tata cara pertambanangan yang besar sepertihalnya pabrik-pabrik Semen Indonesia lainnya.

Sementara itu Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M Soemarno dalam kunjungan terakhir ke Rembang memastikan pabrik Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah, mulai beroperasi pada April 2017.

Maka dari itu, ia menyampaikan bagi sekitar lima persen warga yang menolak keberadaan pabrik semen tetap harus dirangkul dan dicarikan solusi terbaiknya.

"Bagi sekitar lima persen warga yang kurang mendukung akan tetap kami carikan solusi untuk aktivitas mereka," kata Rini seperti dilansir Antara.

Setidaknya ada lima desa yang termasuk ring satu pabrik Semen Indonesia di Rembang, yakni Desa Tegaldowo, Desa Kajar, Desa Pasucen, Desa Kadiwono, dan Desa Timbrangan.

Mayoritas masyarakat di enam desa itu mendukung dan meminta pabrik semen segera beroperasi seiring izin lingkungan baru yang sudah diterbitkan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

CEO TelkomGroup Alex J. Sinaga (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 16 Agustus 2018 - 14:43 WIB

Jelang Pembukaan Asian Games, Telkom Pantau Kesiapan Infrastruktur dan Layanan

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) sebagai Official Prestige Telco Partner Asian Games 2018 memastikan bahwa layanan telekomunikasi milik TelkomGroup siap untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan…

Ilustrasi. Turis asal Amerika Serikat belajar membatik di kampung batik Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (10/6). Antara Foto/Maulana Surya.

Kamis, 16 Agustus 2018 - 14:43 WIB

Pebisnis Wisata Yakin Kunjungan 17 Juta Turis Tercapai, Ini Alasannya

Kalangan pelaku usaha yang bergerak di bidang industri pariwisata optimistis perhelatan olahraga akbar Asian Games 2018 bakal mendatangkan 500.000 kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.…

Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani (INDUSTRY.co.id)

Kamis, 16 Agustus 2018 - 14:40 WIB

Kadin Ajak Pengusaha Konversikan Hasil Ekspor ke Rupiah

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama pemerintah dan Bank Indonesia berupaya untuk memperkuat dan menstabilkan nilai tukar rupiah.

Presiden Jokowi di DPR (Foto Dok Sitkab)

Kamis, 16 Agustus 2018 - 14:30 WIB

Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi di DPR 2018

Jakarta - Berikut disampaikan versi lengkap pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo dalam rangka HUT ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI di depan Sidang Bersama DPR RI dan DPR RI di Gedung MPR/DPR/DPD…

Penandatanganan Memorandum of Collaboration (MoC) antara Pelindo III dan tiga perusahaan, yaitu PT Muria Sumba Manis, PT Sriboga Flour Mill, dan PT lndonesia Bulk Terminal.

Kamis, 16 Agustus 2018 - 14:29 WIB

Pelindo III Incar Pemasok Air Bersih di Kawasan Industri Bersih dan Terminal Pelabuhan

Pelindo III terus mengeksplorasi berbagai potensi pasar di luar bisnis utamanya sebagai operator pelabuhan dan properti. Kini BUMN tersebut mulai mengincar pasar pemasok kebutuhan air bersih…