Tahun ini PTBA Targetkan Penjualan Naik 30%

Oleh : Hariyanto | Jumat, 17 Maret 2017 - 09:05 WIB

Ilustrasi Tambang Batu Bara PT Bukit Asam Tbk
Ilustrasi Tambang Batu Bara PT Bukit Asam Tbk

INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) menargetkan penjualan pada tahun ini sebanyak 27,3 juta ton atau naik 30% dari capaian tahun sebelumnya 20,76 juta ton.

Sekretaris Perusahaan Adib Ubaidillah menuturkan, komposisi penjualan tersebut terdiri dari 15,9 juta ton untuk memenuhi domestik setara dengan 58% dari total target penjualan atau 29% lebih tinggi dari realisasi tahun sebelumnya seitar 12,27 juta ton.

"Sementara rencana ekspor sebesar 11,4 juta ton setara dengan 42% dari total penjualan atau 34% lebih tinggi dari ekspor tahun sebelumnya," kata Adib di Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Untuk mendukung angka penjualan tersebut, PTBA memproyeksikan produksi dan pembelian batubara seitar 27,1 juta ton atau naik 30% dari realisasi sebesar 20,8 juta ton.

Masing-masing produksi sekitar 24,1 juta ton atau tumbuh 22% dibanding tahun sebelumnya sekitar 19,62 juta ton, termasuk produksi anak perusahaan PT IPC sebanyak 900.000 ton dan tambang Peranap di Riau sekitar 200.000 ton.

Sementara pembelian batubara oleh anak perusahaan PT Bukit Asam Prima sekitar 3,03 juta ton atau 152% lebih tinggi dari realisasi tahun sebelumnya 1,20 juta ton.

"Untuk mendukung peningkatan penjualan dan produksi selama tahun ini, perusahaan angkutan kereta api berkomitmen untuk mengangkut batubara PTBA dari lokasi tambang sekitar 21,7 juta ton atau naik 22% dari realisasi tahun sebelumnya 14,7 juta ton, masing-masing 18 juta ton menuju Pelabuhan Tarahan di Bandar Lampung dan 3,7 juta ton menuju Dermaga Kertapati Palembang," paparnya.

Selain itu, PTBA juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan dan penanganan lingkungan, sehingga bisa meraih proper emas.(Hry/ Imq)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat meresmikan pabrik farmasi PT Ethica

Kamis, 23 November 2017 - 18:12 WIB

Kemenperin Perdalam Struktur Industri Farmasi Nasional

Kementerian Perindustrian tengah memprioritaskan pendalaman struktur industri farmasi nasional terutama di sektor hulu atau produsen penyedia bahan baku farmasi. Upaya strategis ini untuk mengurangi…

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip, Apling, MA., PhD. bersama Lansia

Kamis, 23 November 2017 - 18:00 WIB

Selain Jawa Tengah, NTT Rawan Perdagangan Manusia

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana S Yembise mengatakan Nusa Tenggara Timur masuk dalam zona merah "human trafficking" atau perdagangan manusia.

Menperin Airlangga resmikan Pabrik Farmasi di Cikarang Bekasi

Kamis, 23 November 2017 - 17:01 WIB

Menteri Airlangga Resmikan Pabrik Farmasi Senilai Rp1 Triliun

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto hari ini, Kamis (23/11/2017) meresmikan pabrik farmasi milik PT Ethica di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Kepala BPPI Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara

Kamis, 23 November 2017 - 16:54 WIB

Kemenperin Bentuk Balai Litbang di Pekanbaru Guna Tingkatkan Nilai Tambah CPO

Riau merupakan salah satu provinsi yang memiliki pertumbuhan ekonomi cukup baik, dengan didorong oleh aktivitas industri pengolahan kelapa sawit.

Menhub Budi Karya S (humas kemenhub)

Kamis, 23 November 2017 - 16:30 WIB

Menhub Budi Karya Tnjau Pengoperasian Kereta Bandara Soetta

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau pengoperasian Kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta dari Stasiun Sudirman Baru Jakarta, menggunakan kereta inspeksi, Kamis (23/11/2017)