Bijak Internet di Era Kring Tanpa Kabel

Oleh : Rizka Septiana, Pengamat Komunikasi, LSPR | Sabtu, 09 November 2019 - 18:09 WIB

Rizka Septiana, Pengamat Komunikasi LSPR
Rizka Septiana, Pengamat Komunikasi LSPR

INDUSTRY.co.id, Bertambahnya orang mengakses internet, membuat kehidupan di dunia maya kian semarak. Dunia dibuatnya begitu sempit lewat jaringan yang tanpa batas. Teknologi internet mampu mengubah pola interaksi masyarakat, terutama dalam bisnis, ekonomi, sosial dan budaya.

Hal tersebut terjadi, sejak penemuan mikroprosesor, sistem operasi DOS, internet, mobile phone dan seterusnya. Perkembangan teknologi kemudian semakin cepat sejak hadirnya internet, media sosial, dan mobile phone, membuat peluang baru dan menumbuhkan semangat entrepreneurship.

Memang penemuan telepon membawa kita pada penemunya, yakni Antonio Meucci. Berkat pria berkebangsaan Italia ini, manusia dapat saling berkomunikasi di mana pun dan kapan pun. Telepon di zaman dahulu masih menggunakan kabel dengan tombol nomor berbentuk bundar (rotary dial). Seiring berjalannya waktu, bentuk dan fungsi telepon mengalami perubahan yang signifikan. Kini fungsi telepon tak hanya sekadar untuk berkomunikasi, tetapi juga untuk aktivitas hiburan. Apalagi, kini semua orang sangat terikat dengan telepon genggam untuk kegiatan sehari-hari.

Selain memanjakan masyarakat, internet menjadi jalur saluran berkah bagi banyak orang, terutama penyediaan lapangan kerja. Dari Gojek, tokopedia, Buka Lapak dan sebagainya. Tak salah apabila CEO Buka Lapak, Achmad Zaky, mengistilahkan teknologi sebagai  senjata baru dalam membuka lapangan pekerjaan, mencetak  UKM-UKM baru. Pendapatan mereka pun  tumbuh berlipat ganda. Bahkan ada yang total transaksi mencapai milyaran rupiah perhari. Sebuah angka yang mengagumkan.

Padahal kalau merunut ke belakang, betapa eksklusifnya perkembangan teknologi dan informasi pada tahun 1990-an. Pada jaman serba semi manual itu barang yang berhubungan dengan perkembangan teknologi dan infomasi itu layaknnya hanya dikhususkan untuk golongan demografi A bahkan A+.

Terdapat perusahaan yang menjadi pionir membuat sebuah telefon tanpa kabel dan bisa portable. Untuk memilikinya pun cukup menguras isi kantong. Sedangkan untuk bentuk ataupun penggunaannya pun tidak banyak pilihan. Memiliki perangkat telekomunikasi saat itu bisa disebut sebuah prestige.

Yang tidak mampu  berlangganan telepon kabel saat itu, harus menerima keadaan yang ada yakni menggunakan fasilitas umum seperti telepon umum milik pemerintah dengan bermodalkan uang koin dan harus mengantri, ataupun wartel (warung Telepon) yang dikelola oleh pihak swasta.

The Worid is In Your Palm

Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, maka banyak sekali hal-hal yang diciptakan demi mempermudah kehidupan manusia. Teknologi merupakan bukti nyata dari keberadaan para ilmuan yang berusaha untuk memperbaiki dunia. Ponsel, terlepas dari manfaatnya yang baik ataupun buruk, kita tidak bisa menutup mata bahwa perangkat mobile tersebut menjadi temuan yang sangat luar biasa, terutama dalam membangun komunikasi instan. Padahal, 10 sampai 15 tahun yang lalu ponsel masih merupakan benda yang sangat asing, dan kemudian kemunculannya mengubah sejarah umat manusia.

Kini sejurus dengan perkembangan waktu, dunia industri melihat dunia telekomunikasi membawa peluang besar bagi kehidupan manusia dengan melakukan inovasi teknologi yang cepat. Munculnya Google yang didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin dari universitas Stanford pada September 1998, menjadikan Google sebagai perusahaan swasta yang membawa perubahan besar pada kehidupan dunia lewat dunia maya. Kondisi ini bagaikan ramuan terakhir yang menyempurnakan dan memberikan semangat, kreativitas organisasi/perusahaan untuk menyempurnakan produknya.

Sekarang , kita berada di peradaban yang serba menggunakan internet. TIdak hanya itu, produk smartphone yang semakin canggih setiap  harinya membuat kita sangat tergantung olehnya. Ketinggalan atau tidak membawa smartphone saat berpergian, kita akan rungsing (kebingungan) dan panik.

Apalagi kini, internet pada smartphone  menawarkan banyak hal. Seperti video, games dan semuanya audio visual. Bahkan tidak sedikit orangtua menggunakan perkembangan teknologi itu untuk membuat sang anak lebih mudah tenang dengan menonton kartun, musik dan lain, ketimbang berinteraksi oleh anggota keluarganya. Telebih bertanya pendapat tentang sesuatu, karena sudah ada kalimat “mau tahu sesuatu, tanya mbah Google aja”. Komunikasi interpersonalpun semakin terkikis.

Padahal menurut Jeannie Galindo, pengawas instruksional teknologi di Manatee Country School District Florida, dianjurkan pengenalan smart phone atau tablet setidaknya berusia antara 11 dan 13 tahun. Hal ini sangat masuk akal karena pada usia tersebut anak tersebut sudah memasuk tahap pra-remaja sehingga mereka lebih mudah untuk dijelaskan atau lebih mengerti ketika sang orangtua memberikan pengertian tentang dampak positif dan negatif terkaitnya.

Hal ini berkaitan dengan isi yang ada di teknologi itu. Sejak tahun 2010 seterusnya, para perusahaan aplikasi jejaring atau networking juga berusaha untuk berkontribusi, seperti ditahun 2016 Facebook mengeluarkan “Tips Internet Aman untuk si Kecil” yang mana lebih dari 100 negara berpartisipasi dalam Safer Internet pada yang diadakan pada tanggal 9 Februari. Facebook merupakan salah satu raksasa jejaring sosialpun menggungkapkan teknologi telah mengubah cara masyarakat untuk tertap terhubung, namun bagi keluarga cara mendasar untuk berkomunikasi dengan anak-anak adalah tetap sama.

Hal ini memperlihatkan walaupun seluruh pemerintah di dunia ini (termasuk Indonesia) sudah berusaha keras untuk melakukan pengawasan bahkan peraturan keras tentang pornografi, cyberbully bahkan penyebaran hoax (berita palsu), tetapi tetap tidak akan efektif apabila sang keluarga tidak memberikan sumbangsihnya yakni pengertian dan pengawasan.

Yang perlu digarisbawahi, perangkat canggih itu tidak bisa menggantikan kasih sayang, interaksi sebuah keluarga. Smartphone atau tablet itu tidak dapat menggantikan peran orangtua dalam mendidik anak. Karena dalam sebuah keluarga manapun komunikasi dua arah antara orang tua, anak (kakak dan adik) tetap yang paling utama dan sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan mereka.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kisah Heroik Penyelamatan SMPN 1 Turi Sleman

Rabu, 26 Februari 2020 - 07:30 WIB

Kisah Heroik Penyelamatan SMPN 1 Turi Sleman

Pemerintah melalui Kementerian Sosial memberikan penghargaan kepada Mbah Sudiro dan Darwanto alias Mas Kodir yang melakukan aksi penyelamatan siswa-siswi SMPN 1 Turi dalam kegiatan Susur Sungai…

Ilustrasi Reksa Dana (bisnisfranchiseindonesia)

Rabu, 26 Februari 2020 - 07:00 WIB

Lima Langkah Perlu Diwaspadai dalam Memilih Sektor Investasi Reksa Dana

Isu negatif seringkali menerpa industri reksa dana akhir-akhir ini. Beberapa kasus membuat cemas para investor, salah satunya mengenai nasabah yang sulit menarik dana investasinya di beberapa…

OJK

Rabu, 26 Februari 2020 - 06:55 WIB

OJK: Nara Hotel Internasional Lakukan Penawaran Ulang

Otoritas Jasa Keuangan meminta PT Nara Hotel Internasional untuk mengulang proses Penawaran Umum perdana sahamnya melaui PT Magenta Kapital Sekuritas Indonesa sebagai Penjamin Pelaksana Emisi…

Top brand award Bank DKI

Rabu, 26 Februari 2020 - 06:39 WIB

Bank DKI Raih TOP Brand Award 2020

Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan layanannya, pada tanggal 20 Februari 2020, produk Tabungan Monas mendapatkan penghargaan TOP Brand Award 2020 pada kategori Provincial Bank Savings…

Kepala sekolah Seminari Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur membantah kabar kasus pendamping asrama yang mencekoki siswanya memakan kotoran manusia.

Rabu, 26 Februari 2020 - 06:35 WIB

Sekolah di Maumere Flores Bantah Kabar Siswa Dipaksa Makan Kotoran Manusia

Maumere- Kepala sekolah Seminari Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur membantah kabar kasus pendamping asrama yang mencekoki siswanya memakan kotoran manusia.…