ESDM Rancang Program Limbah Kelapa Sawit Jadi Listrik

Oleh : Ridwan | Rabu, 15 Maret 2017 - 15:05 WIB

kelapa sawit (ilustrasi)
kelapa sawit (ilustrasi)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah merancang program mandatori khusus terkait pengolahan limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) menjadi listrik.

Nantinya, perusahaan kelapa sawit (PKS) wajib membangun pembangkit listrik berbahan bakar POME atau pembangkit tenaga listrik biogas (PLTB).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, listrik yang dihasilkan dari pembangkit ini akan dialirkan ke rumah-rumah penduduk perdesaan di sekitar, selain itu bisa juga untuk keperluan operasional perusahaan.

"Nantinya akan jadi obligasi pada pabrik sawit untuk mengonversi POME jadi listrik," ungkap Rida saat menghadiri acara Biogas and Waste to Energy Indonesia Forum 2017 di Jakarta (15/3/2017).

Setiap ton tandan buah segar (TBS) akan menghasilkan sekitar 550 kilogram POME. Dari jumlah tersebut bisa memproduksi listrik minimal sebesar 1,38 gigawatt jam (GWh).

Dengan program ini, perusahaan juga akan memperoleh manfaat finansial dengan menjual listrik yang dihasilkan. Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 38 Tahun 2016, pemerintah memperbolehkan badan usaha dan koperasi mengelola usaha penyediaan listrik untuk skala kecil.

"Dengan program mandatori khusus ini  harapannya bisa memperbaiki citra industri kelapa sawit, " terang Rida.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 20:53 WIB

Pacu Implementasi Industri Keempat, RI Jadi Garda Terdepan Transformasi Industri 4.0 di Asia

Implementasi industri 4.0 di kawasan Asia dinilai dapat membangkitkan kontribusi sektor manufaktur dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi bagi negara-negara Benua Kuning tersebut.

Kepulauan Morotai, Maluku Utara. (Foto: IST)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 20:05 WIB

Yuk Nikmati Indahnya Surga Bawah Laut Pulau Morotai

Pulau yang secara administratif berada dalam kawasan Maluku Utara ini tak hanya punya pantai dan pasir yang lembut, tapi juga punya pemandangan bawah laut yang unik.

Yudha Fajrin pendiri sekaligus pemilik PT Kato Kuliner Indonesia (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 18:05 WIB

Sempat Tak Dapat Restu Orang Tua, Yudha Fajrin si Pedagang Satay Kini Sukses di Dunia Bisnis Indonesia

Mulai berbisnis sejak usia 15 tahun, Yudha Fajrin, pria kelahiran Palembang 5 Maret 1988 yang merupakan pemilik dari Satay Kato dan beberapa produk dengan brand Kato mengaku tak pernah kapok…

Kementerian Koperasi dan UKM memberikan fasilitasi kepada 18 KUKM potensial ekspor dengan total stand seluas 162 m2 untuk berpartisipasi dalam Trade Ekspor Indonesia (TEI) 2018 yang akan berlangsung 24-28 Oktober di ICE BSD Tangerang.

Selasa, 16 Oktober 2018 - 17:19 WIB

18 KUKM Potensial Ekspor Berkesempatan Ikuti TEI 2018

Kementerian Koperasi dan UKM memberikan fasilitasi kepada 18 KUKM potensial ekspor dengan total stand seluas 162 m2 untuk berpartisipasi dalam Trade Ekspor Indonesia (TEI) 2018 yang akan berlangsung…

Peluncuran Sandimas Home Center

Selasa, 16 Oktober 2018 - 17:08 WIB

Ekspansi Bisnis, Sandimas Pastikan untuk IPO

Kendati pasar properti belum sepenuhnya bergairah kembali, hal ini tidak menyurutkan Sandimas sebagai perusahaan yang bergerak di bidang bahan bangunan untuk memperlebar ekspansi bisnisnya.…