Investor Harapkan Insentif Kembangkan Energi Biogas dan Limbah

Oleh : Ridwan | Rabu, 15 Maret 2017 - 14:13 WIB

Ilustrasi Pengembangan Energi Biogas dan Limbah (JIM WEST/Getty Images)
Ilustrasi Pengembangan Energi Biogas dan Limbah (JIM WEST/Getty Images)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Keterbatasan cadangan energi fosil membuka peluang besar bagi energi baru dan terbarukan untuk lebih dikembangkan dan dieksplorasi.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong semua pemangku kepentingan untuk menggali peluang bisnis dan investasi di sektor ini.

Kadin mencatat,  penggunaan energi baru terbarukan di Indonesia saat ini baru mencapai 6,8 persen.

"Penggunaannya masih kecil, padahal potensinya sangat besar. Inilah tantangan kita di masa depan. Energi fosil mungkin akan sangat terbatas dengan perkiraan di tahun 2025. Sumber energi biogas dan limbah bisa menjadi salah satu alternatif yang menjanjikan" ungkap Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Lingkungan dan Pengelolaan Limbah, Donny Yoesgiantoro dalam acara Biogas and Waste to Energy Indonesia Forum 2017 di Jakarta (15/3/2017).

Pengembangan biogas dan limbah untuk energi di masa mendatang akan optimal jika pemerintah berani mengambil langkah untuk melakukan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) dan beralih pada subsidi untuk energi baru terbarukan.

"Pengembangan Biogas dan limbah skala mikro untuk energi akan tumbuh lebih cepat jika pemerintah memberikan dukungan untuk membiayai riset dan pengembangannya" tambah Donny.

Dukungan perbankan juga sangat diharapkan dalam pengembangan energi terbarukan. Dunia usaha meminta agar pihak otoritas keuangan dapat memberikan alokasi kredit khusus yang menarik.

"Kita harus bisa mencontoh Malaysia, dimana meraka menyumbangkan 1 persen dari biaya listrik" terangnya.

Di samping masalah keuangan, ada banyak tantangan lainnya, seperti kesulitan dalam pengadaan lahan, proses perizinan, tata ruang yang tumpang tindih hingga data dan informasi yang terbatas.

Masalah-masalah seperti ini yang menyulitkan pembangunan energi terbarukan di Indonesia, walaupun sebenarnya semua pihak telah memiliki tujuan dan orientasi yang jelas bagi pengembangan energi di masa depan.

"Untuk mempercepat pembangunan dan investasi di sektor energi terbarukan, para Investor mengharapkan adanya insentif yang menarik serta peraturan yang mendukung untuk investasi" tutup Donny.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kue jajanan (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 04:35 WIB

Waspada!!, Banyak Jajanan Sekolah Tak Higienis

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya menyatakan masih banyak ditemukan jajanan sekolah di Jawa Timur tidak higienis meski temuan jajanan pangan di tempat pendidikan yang mengandung…

Institut Pertanian Bogor IPB (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 04:29 WIB

IPB-USM Sepakat Kembangkan Lingkungan Maritim Era 4.0

Institut Pertanian Bogor (IPB) menjalin kerja sama dengan Universitas Sains Malaysia (USM) yang fokus pada pembangunan dan pemberdayaan lingkungan maritim serta pesisir dengan pendekatan inovatif…

Halal makanan (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 04:23 WIB

MUI Diminta Ambil Aih Sementara Sertifikasi Halal

Majelis Ulama Indonesia diminta mengambil alih sementara proses sertifikasi halal yang sifatnya wajib (mandatory) sesuai Undang-undang Jaminan Produk Halal karena Badan Penyelenggara JPH belum…

Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 04:20 WIB

Hoaks Membuat Anak Bangsa Saling Membenci

Ulama ternama dari Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr H Muhammad Zainul Majdi atau dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) menyatakan berita bohong (hoaks) yang disebar melalui berbagai media membuat anak…

RS Siloam Purwakarta (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 04:08 WIB

Raih Predikat Paripurna RS Siloam Purwakarta Tingkatkan Pelayanan

Rumah Sakit Siloam Purwakarta meraih predikat paripurna, yaitu pengakuan tertinggi dalam kualitas pelayanan dan keselamatan pasien. Predikat tersebut diberikan Kementerian Kesehatan Republik…