Safeguard Harus Jamin Pemulihan Industri

Oleh : Herry Barus | Jumat, 20 September 2019 - 10:00 WIB

Industri Tekstil
Industri Tekstil

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) sangat mendukung visi Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) untuk meningkatkan ekspor dan mengurangi impor seperti dibahas dalam pertemuan dengan Presiden Presiden Joko Widodo di istana negara (Senin, 16 Sep 2019). Dalam pertemuan itu juga dibahas usulan safeguard tekstil dan produk tekstil (TPT) untuk membendung serangan produk impor.

APSyFI meminta besaran safeguard produk tekstil dan produk tekstil (TPT) untuk memulihkan kondisi pasar dari injury yang terjadi akibat serangan impor. APSYFI meminta agar pemerintah dapat secara paralel mengeluarkan kebijakan perbaikan daya saing selama periode safeguard yang diusulkan (tiga tahun). Permintaan ini juga disampaikan langsung kepada Kepala Negara.

“Safeguard kami harapkan memberikan proteksi atas keseluruhan rantai industri TPT dari hulu ke hilir yang saat ini sedang dalam kondisi memprihatinkan akibat serangan impor”, ujar Ketua Umum APSyFI, Ravi Shankar.

Ravi menekankan bahwa pengenaan safeguard bukan hanya untuk harmonisasi tarif, namun lebih pada upaya pemulihan industri TPT dari hulu ke hilir yang kinerjanya tertekan akibat serangan barang impor murah. Pengenaan safeguard juga harus diikuti oleh pembenahan standar harga untuk menghindari praktik under invoice. “Kita mendorong safeguard agar dari serat sampai garmen mendapatkan ruang untuk perbaikan” ungkapnya.

Ravi menjelaskan bahwa sudah bertahun-tahun pasar dalam negeri diserang produk impor murah dengan harga dumping yang terbukti melalui investigasi oleh Komite Anti-Dumping Indonesia (KADI) yang menemukan praktik curang beberapa eksportir luar di pasar dalam negeri. “BMAD adalah instrumen ilmiah dan terverifikasi untuk memberikan efek jera pada perusahaan yang berbuat curang. Sayangnya investigasi dan implementasi bea hanya di hulu” tegas nya.

Pada kesempatan itu, Ravi menambahkan bahwa inisiasi safeguard adalah tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara APSyFI dengan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) yang ditandatangani dihadapan Menteri Perindustrian.

“Baik APSYFI maupun API sama-sama menyadari bahwa industri domestik perlu diselamatkan, dan safeguard ini adalah salah satu titik temu bersama.”, tambah Ravi. Dalam kesepakatan tersebut juga disebutkan upaya mengoptimalkan penggunaan produksi dalam negeri agar seluruh rantai nilai pertekstilan nasional bisa menguasai pasar domestik dan berdampak positif bagi kinerja industri TPT dari hulu kehilir.

Terkait besaran safeguard, APSyFI meminta agar bea yang disusun harus memberikan efek proteksi. “Tujuan safeguard adalah perlindungan, jadi jika bea nya kecil maka tidak akan ada efek dan industri akan semakin menderita”, ujar Ravi. APSYFI mengusulkan bahwa pemerintah dapat menggunakan bea masuk antidumping yang saat ini berlaku sebagai benchmark dalam penetapan besaran beamasuk safeguard. “Serat saat ini 16% plus MFN, Filamen 15%, keduanya teruji oleh Kemendag, sehingga pemerintah tinggal melanjutkan saja perhitungannya sampai garmen”, tambah Ravi

Untuk meningkatkan dayasaing selama periode pengenaan safeguard, APSyFI mengajak para pebisnis dan pemerintah untuk Bersama-sama menaikan daya saing diberbagai sektor seperti sektor energi, logistic, tenaga kerja, lingkungan, perbankan dan lain sebagainya.

“Safeguard harus dibarengi dengan upaya perbaikan dan peningkatan daya saing, agar setelah 3 tahun pengenaannya industri ini bisa tumbuh secara berkelanjutan” pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Raffi Ahmad

Kamis, 27 Februari 2020 - 12:30 WIB

Nagita Slavina Berhasil Hentikan Sifat PlayBoy Raffi Ahmad

Jarang ada selebritis yang mengakui terus terang kalau kenakalannya dibuka secara terbuka di hadapan publik, apalagi yang masalah pribadi. Tapi Raffi Ahmad mengakui kalau dimasa remaja menjadi…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara Perluasan Investasi dan Pelepasan Ekspor ke Amerika Serikat oleh PT. Future Pipe Industries

Kamis, 27 Februari 2020 - 12:17 WIB

Telan Investasi USD40 juta, PT. Future Pipe Industries Memulai Ekspor Produk Industri Pipanya ke Amerika Serikat

PT. Future Pipe Industries mulai tahun ini akan mengekspor produk pipa ke Amerika Serikat untuk proyek pembangunan infrastruktur sistem pembuangan yang menghubungkan beberapa kota di area San…

Ariel Tatum

Kamis, 27 Februari 2020 - 12:00 WIB

Ada Apa Antara Ariel Tatum dan Glenn Fredly?

Setelah merasa nyaman di dunia akting, Ariel Tatum ingin mengembangkan sayap dengan terjun ke dunia tarik suara. Dan sebagai bukti keseriusan Ariel Tatum terjun ke dunia tarik suara ia akan…

Memperingati HUT ke-16 Majalah MIX Marcomm, menggelar diskusi di Auditorium London School Public Relations (LSPR) Jakarta, Rabu (26/2). Acara menghadirkan jurnalis dari berbagai media, serta para praktisi PR dan pengelola brand dari sejumlah korporat.

Kamis, 27 Februari 2020 - 11:30 WIB

Prita Kemal Gani: Ada 5 Tantangan Komunikasi Perusahaan di Era Digital

Jakarta-Era digital menciptakan peta media di Tanah Air semakin clutter. Hal ini dipicu oleh hadirnya beragam channel di luar media mainstream yang kerap mempengaruhi strategi komunikasi para…

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro (Foto Dok Humas)

Kamis, 27 Februari 2020 - 11:00 WIB

Terwujudnya Kemandirian Kesehatan dan Obat Nasional Didukung Menristek

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menegaskan dalam upaya meningkatkan inovasi mesti terjalin sinergi yang positif…