Jelang Musim Tanam, Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk Bersubsidi Tiga Kali Lipat

Oleh : Ridwan | Jumat, 13 September 2019 - 18:15 WIB

Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana
Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Pupuk Indonesia (Persero), melalui anak usahanya, telah menyiapkan stok pupuk sebanyak 1,26 juta ton untuk kebutuhan pupuk bersubsidi nasional.

Adapun komposisinya terdiri dari 532.106 ton pupuk Urea, 375.520 ton NPK, 123.096 ton ZA, 123.102 ton SP-36, dan 114.979 ton Organik.

Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana mengatakan, stok tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi jelang musim tanam pada Oktober hingga Maret mendatang.

Menurutnya, jumlah stok yang disiapkan di lini III dan IV tersebut cukup untuk kebutuhan tiga bulan ke depan.

"Melalui para produsen pupuk, yaitu Pupuk Kaltim, Petrokimia Gresik, Pupuk Kujang CIkampek, Pupuk Iskandar Muda serta Pusri Palembang, kami menyiapkan jumlah ini agar dapat memenuhi kebutuhan petani sesuai dengan alokasi yang diatur Kementerian Pertanian. Sehingga tidak terjadi kekurangan stok pupuk jelang musim tanam tahun ini," kata Wijaya di Jakarta, Jumat (13/9).

Dijelaskan Wijaya, dalam menjalankan penugasan penyaluran pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dalam Permendag 15/M-DAG/PER/4/2013 yang menyebut stok pupuk bersubsidi harus tersedia untuk memenuhi kebutuhan hingga dua minggu.

Namun, lanjutnya, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pupuk dan agar petani lebih mudah dan cepat menerima pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia meningkatkan ketersedian stok hingga dua kali lipat baik di lini III (Gudang yang berlokasi di Kabupaten) dan Lini IV (Kios Resmi).

Selain itu, sesuai dengan Peraturan Pemerintah, stok pupuk bersubsidi yang disalurkan oleh Pupuk Indonesia pun disesuaikan berdasarkan alokasi pupuk di masing-masing provinsi. Berdasarkan wilayah dan kebutuhannya, stok pupuk tertinggi saat ini ada di Jawa Timur yaitu sebesar 345.472 ton untuk semua jenis pupuk, kemudian Jawa Barat sebesar 216.724 ton, dan Jawa Tengah 195.189 ton.

Tercatat hingga 11 September 2019 Pupuk Indonesia Grup telah menyalurkan 6.026.667 ton pupuk bersubsidi. Terdiri dari 2.612.641 ton Urea, 583.313 ton SP-36, 636.207 ton ZA, 1.697.400 ton NPK, 497.104 ton Organik.

"Angka penyaluran pupuk bersubsidi hingga 11 September sudah mencapai 68% dari alokasi penyaluran pupuk bersubsidi di tahun 2019 sebesar 8.8 Juta ton," papar Wijaya.

Alokasi 2019 sebanyak 8.8 juta ton tersebut berkurang sebanyak 676 ribu ton jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 9,55 juta ton. "Untuk mengantisipasi kebutuhan petani, kami pun menyiapkan stok pupuk non subsidi di kios-kios," jelas Wijaya.

Ia berharap dengan komitmen bersama antara Produsen pupuk, distributor, dan kios dapat bersinergi dengan baik untuk mengutamakan kepentingan petani dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di seluruh Negeri.

Wijaya pun mengingatkan bahwa pihaknya tidak ragu untuk menindak tegas distributor dan penyalur pupuk bersubsidi yang kedapatan melakukan kecurangan. Sebab, pupuk bersubsidi merupakan amanat undang-undang yang harus disalurkan kepada petani yang telah terdaftar dalam Rencana Definitif Kelompok Kerja (RDKK).

"Kami tidak segan menindak tegas para distributor dan kios-kios yang tidak menyalurkan dengan jujur. Kami ingatkan juga bahwa setiap tindakan penyelewengan pupuk bersubsidi dapat dijerat hukuman pidana maksimal 5 tahun penjara," kata Wijaya.

Pendistribusian pupuk bersubsidi diatur oleh Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian secara nasional mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 47/Permentan/SR.310/11/2018 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk bersubsidi tahun anggaran 2019.

Pupuk Indonesia bersama sejumlah pihak terkait seperti Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah dan aparat hukum terus melakukan pengawasan terhadap penyaluran pupuk bersubsidi agar dapat sesuai aturan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

GPS untuk Keamanan Anak dan Ketenangan Orang Tua

Jumat, 28 Februari 2020 - 19:00 WIB

GPS untuk Keamanan Anak dan Ketenangan Orang Tua

Maraknya kasus penculikan anak belakangan ini membuat orang tua khawatir dan harus menciptakan proteksi lebih pada sang buah hati. Anak-anak sangat mudah dirayu dengan uang dan mainan sehingga…

smsi raih rekor muri

Jumat, 28 Februari 2020 - 18:53 WIB

Pemuatan Opini di 571 Media dalam Tujuh Setengah Jam, SMSI Raih Penghargaan MURI

Penghargaan peraihan rekor dunia MURI ini, diberikan atas kecepatan, daya sebar dan banyaknya media siber yang tergabung di SMSI dalam menyampaikan opini "Mendambakan Keadilan Sosial". hanya…

Anang Hermansyah

Jumat, 28 Februari 2020 - 18:00 WIB

Anang Desak Menteri Wishnutama Ubah Aturan TDUP Akomodasi Royalti Musik

Keberadaan UU No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta nyatanya belum banyak pemangku kepentingan yang mengetahuinya. Aturan pembayaran royalti di tempat publik seperti pusat perbelanjaan, cafe, restoran…

Seminar HIPMi prospek industri nikel dalam negeri (Candra/Industry.co.id)

Jumat, 28 Februari 2020 - 17:27 WIB

Ketum Hipmi Mardani: Pemerintah harus Hadir Lindungi Pelaku Industri Nikel agar Menjadi Tuan Rumah di Negerinya Sendiri

Kami itu ingin pengusaha indonesia bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri, makanya kami berharap pemerintah dalam regulasi tata niaga dan pengelolaan industri nikel berbasis kepastian…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Jumat, 28 Februari 2020 - 17:22 WIB

IHSG Jeblok, BEI Gimana Sih!

Analis pasar modal mengkritik keras regulator PT Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah mencapai 5,349.08 −186.61 (3.37%)…