Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Belum Beruntung di All England 2017

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 11 Maret 2017 - 10:34 WIB

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. (Foto: BadmintonIndonesia.org)
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. (Foto: BadmintonIndonesia.org)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang akrab disapa Owi/Butet, tersingkir pada perempat final All England 2017 di Birmingham, Inggris, Jumat malam waktu setempat.

Owi/Butet, seperti tercantum dalam situs tournamentsoftware, Sabtu dini hari, kalah  21-16, 19-21, 12-21 dari pasangan tuan rumah Chris Adcock/Gabrielle Adcock dalam waktu 65 menit.

Setelah merebut game pertama, penampilan pasangan Merah-Putih peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 itu justru tertekan dari lawan. Walaupun sempat unggul 19-17, Owi/Butet harus merelakan game kedua dengan 19-21.

"Mestinya kami bermain dengan serangan panjang, tapi permainan saya justru halus sehingga lawan mudah mengembalikan serangan itu," kata Owi dalam situs resmi PP Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Owi mengaku permainannya bersama Butet pada game penentuan terpengaruh empat poin yang tersusul pada game kedua turnamen tingkat super series premier tertua di dunia itu.

"Kehilangan empat poin berurutan itu sangat berpengaruh kepada kami. Padahal, pola permainan kami sudah kembali ketika mampu menyusul pada game kedua," kata Butet.

Owi/Butet hanya mampu menahan laju pasangan suami-istri Inggris itu hingga skor 4-3. Selebihnya, ganda unggulan tujuh itu yang mendominasi pertandingan game ketiga hingga menang 21-12.

"Kami mencoba bangkit pada game ketiga. Tapi, lawan sudah mendapatkan pola permainan mereka dan lebih percaya diri. Permainan kami justru tidak dapat keluar," kata Butet.

Kekalahan Owi/Butet dari pasangan Adcock menyerupai kekalahan yang sama pada All England 2016 yaitu pada putaran perempat final.

"Hasil pertandingan kami hari ini tidak terpengaruh tahun lalu. Pada dua pertemuan kami dengan mereka sebelumnya, kami sudah bisa menang. Kesalahan kami hanya pada game kedua sehingga permainan kami tertekan," kata Butet.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat meresmikan pabrik farmasi PT Ethica

Kamis, 23 November 2017 - 18:12 WIB

Kemenperin Perdalam Struktur Industri Farmasi Nasional

Kementerian Perindustrian tengah memprioritaskan pendalaman struktur industri farmasi nasional terutama di sektor hulu atau produsen penyedia bahan baku farmasi. Upaya strategis ini untuk mengurangi…

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip, Apling, MA., PhD. bersama Lansia

Kamis, 23 November 2017 - 18:00 WIB

Selain Jawa Tengah, NTT Rawan Perdagangan Manusia

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana S Yembise mengatakan Nusa Tenggara Timur masuk dalam zona merah "human trafficking" atau perdagangan manusia.

Menperin Airlangga resmikan Pabrik Farmasi di Cikarang Bekasi

Kamis, 23 November 2017 - 17:01 WIB

Menteri Airlangga Resmikan Pabrik Farmasi Senilai Rp1 Triliun

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto hari ini, Kamis (23/11/2017) meresmikan pabrik farmasi milik PT Ethica di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Kepala BPPI Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara

Kamis, 23 November 2017 - 16:54 WIB

Kemenperin Bentuk Balai Litbang di Pekanbaru Guna Tingkatkan Nilai Tambah CPO

Riau merupakan salah satu provinsi yang memiliki pertumbuhan ekonomi cukup baik, dengan didorong oleh aktivitas industri pengolahan kelapa sawit.

Menhub Budi Karya S (humas kemenhub)

Kamis, 23 November 2017 - 16:30 WIB

Menhub Budi Karya Tnjau Pengoperasian Kereta Bandara Soetta

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau pengoperasian Kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta dari Stasiun Sudirman Baru Jakarta, menggunakan kereta inspeksi, Kamis (23/11/2017)