Semua Ganda Putri Indonesia Tersingkir di All England

Oleh : Irvan AF | Jumat, 10 Maret 2017 - 07:10 WIB

Greysia Polii/Rizki Amelia Pradipta. (Foto: BadmintonIndonesia.org)
Greysia Polii/Rizki Amelia Pradipta. (Foto: BadmintonIndonesia.org)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Wakil-wakil Indonesia pada nomor ganda putri dalam turnamen bulu tangkis All England 2017 tersingkir selepas dua pasangan terakhirnya kalah pada pertandingan putaran kedua yang berlangsung di Birmingham, Inggris, Kamis (9/3/2017) malam waktu setempat.

Dua pasangan atlet ganda putri, Greysia Polii/Rizki Amelia Pradipta dan Anggia Shitta Awanda/Apriani Rahayu, dalam situs resmi PP Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat dini hari, kalah dari pasangan-pasangan Jepang.

Greysia/Rizki kalah dalam dua game langsung 22-24, 8-21 dari pasangan unggulan delapan Naoko Fukuman/Kurumi Yonao dalam permainan selama 41 menit.

Pada awal game pertama, Greysia/Rizki sempat memimpin perolehan poin hingga 17-14. Tapi, mereka saling beradu poin dengan Naoko/Kurumi pada akhir game pertama dan dipaksa merelakan game pertama 22-24.

Kekalahan pada game pertama mempengaruhi pola permainan Greysia/Rizki di game kedua. Greysia/Rizki tidak mampu menahan laju wakil Negeri Sakura itu dan kalah 8-21.

"Kami tidak mampu bangkit menghadapi serangan-serangan lawan pada game kedua karena kepercayaan diri kami sudah hilang pada game pertama," kata Greysia selepas pertandingan.

Greysia mengaku telah mencoba menenangkan diri dan menerima instruksi pelatih yang menemani di sisi lapangan agar fokus melakukan serangan balik atas lawan.

"Serangan-serangan kami mudah terbaca oleh lawan. Kami juga bermain terburu-buru," kata Rizki.

Sementara, Anggia/Apriani kalah dari pasangan Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto dalam tiga game 21-14, 13-21, 11-21 selama 62 menit permainan.

"Kami mencoba terus menyerang lawan. Tapi, lawan mampu mempercepat tempo permainan setelah melakukan serangan balik ke kami. Kami seringkali bermain ragu-ragu saat mereka menyerang," kata Anggia.

Anggia mengatakan komunikasi tidak menjadi masalah baginya bersama Apriani meskipun mereka adalah pasangan baru ganda putri pelatnas PBSI.

"Hanya mungkin soal rotasi di lapangan yang belum sempurna," ujar Anggia.

Apriani mengatakan kelemahannya dari lawan terletak pada stamina dan kekuatan serangan yang kurang dibanding lawan. "Saya harus lebih melatih kekuatan tangan. Lawan juga bermain sangat ulet dan tidak mudah mati," kata Apriani.

Sebelumnya pada pertandingan putaran pertama yang berlangsung Rabu (8/3), dua pasangan lain Merah-Putih harus angkat koper lebih awal.

Pasangan Ni Ketut Mahadewi Istarani/Tiara Rosalia Nuraidah kalah dari ganda Denmark Julie Finne-Ipsen/Rikke Soby 20-22, 21-9, 18-21.

Kemudian, pasangan Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari dipaksa menyerah oleh pemain unggulan pertama Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi 15-21, 13-21.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 22 September 2018 - 08:00 WIB

Utang Pemerintah Capai Rp4.363,19 Triliun

Kementerian Keuangan mencatat, posisi total utang pemerintah pusat hingga akhir Agustus 2018 berjumlah Rp4.363,19 triliun.

Hotel Dafam Teraskita, Jakarta. (Foto: IST)

Sabtu, 22 September 2018 - 07:30 WIB

Hotel Dafam Teraskita Tawarkan Kenyamanan Meeting & Stay Weekend

Hotel Dafam Teraskita Jakarta, hotel bisnis yang berlokasi di jantung kota Jakarta Timur menawarkan kenyamanan untuk berbagai pertemuan (meeting), gathering serta acara lainnya yang membutuhkan…

Transaksi melalui gesek EDC Bank BTN

Sabtu, 22 September 2018 - 07:00 WIB

Bank BTN KCP Pluit Diresmikan Jadi Kantor Cabang Penuh

Seiring pertumbuhan jumlah penduduk di Provinsi DKI Jakarta, khususnya Jakarta Utara yang akan mendorong kebutuhan pembiayaan perumahan, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau Bank BTN meningkatkan…

Jaksa Agung, HM Prasetyo

Sabtu, 22 September 2018 - 06:21 WIB

Kejagung Apresiasi OTT Dana Gempa Lombok

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo memberikan apresiasi kinerja Kejaksaan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang melakukan operasi tangkap tangan dana gempa Lombok dari anggota DPRD Kota Mataram…

DPRD Sumut (Foto Industry.co.id)

Sabtu, 22 September 2018 - 06:03 WIB

Anggota DPRD Sumut Terkait Korupsi Telah Kembalikan Uang Rp7,15 Miliar

Sejumlah anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara telah mengembalikan uang yang pernah mereka terima dengan total Rp7,15 miliar terkait dengan kasus suap kepada DPRD Sumut.