Foodex, Ajang Indonesia Bidik Pasar Makanan Jepang

Oleh : Irvan AF | Rabu, 08 Maret 2017 - 15:25 WIB

Ilustrasi pameran makanan Indonesia. (Thomas Lohnes/Getty Images)
Ilustrasi pameran makanan Indonesia. (Thomas Lohnes/Getty Images)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Perusahaan makanan dan minuman asal Indonesia membidik pasar di Jepang melalui "Food and Beverage Exhibition" (FOODEX) 2017, yang merupakan pameran makanan dan minuman tahunan terbesar di Asia.

Sejumlah 12 perusahaan Indonesia berpartisipasi dalam 'the 42nd International Food and Beverage Exhibition' - FOODEX 2017, kata pernyataan pers dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo yang dilansir pada situs resmi Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Rabu (8/3/2017).

FOODEX 2017 akan berlangsung pada 7-10 Maret 2017 di Makuhari Messe, Chiba Prefecture, yakni sekitar 20 kilometer dari Tokyo. FOODEX 2017 itu dibuka oleh perwakilan para kedutaan besar asing di Tokyo, termasuk Kuasa Usaha ad Interim KBRI Tokyo, Ben Perkasa Drajat.

Pameran tersebut diikuti oleh 3.250 peserta pameran dan diharapkan akan menarik tidak kurang dari 77.000 orang pengunjung.

"Melalui partisipasi mereka di FOODEX, para peserta dari Indonesia berharap untuk menembus pasar Jepang dan membantu meningkatkan ekspor Indonesia ke Jepang," ujar Ben.

Jenis makanan dan minuman yang dipamerkan oleh perusahaan Indonesia, antara lain kopi, teh organik, biskuit, sereal, cokelat, produk olahan kelapa, makanan ringan, makanan beku, buah merah Papua, beras dan produk olahan beras.

"Selama ini sudah ada produk-produk makanan Indonesia yang diekspor ke Jepang meskipun jumlahnya masih belum sesuai harapan. Hal tersebut karena terganjal oleh ketatnya prosedur impor produk makanan dan minuman ke Jepang," ungkap Ben.

Pemerintah Jepang sangat memperhatikan komposisi bahan yang terkandung dalam makanan, proses pembuatan hingga pengemasan produk makanan.

Pada 2016, FOODEX 2016 mampu menarik 76.532 pengunjung dan 3.197 peserta pameran. Dari keseluruhan peserta pameran, 61 persen diantaranya adalah perusahaan yang berasal dari 78 negara.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST (Foto Ist)

Jumat, 24 November 2017 - 18:42 WIB

Penjualan Tanah Bekasi Fajar Industrial Estate Telah Lampaui Target 2017

PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), perusahaan pengelola kawasan industri MM2100, hingga akhir November 2017 telah menjual lahan seluas 42 hektar. Padahal target penjualan tanah 2017…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Sekjen Kemenperin Haris Munandar

Jumat, 24 November 2017 - 18:09 WIB

2018, Pertumbuhan Manufaktur Masih Ditopang Sektor Konsumsi

Industri makanan dan minuman diproyeksi masih menjadi salah satu sektor andalan penopang pertumbuhan manufaktur dan ekonomi nasional pada tahun depan. Peran penting sektor strategis ini terlihat…

Menuju Holding BUMN Industri Pertambangan

Jumat, 24 November 2017 - 18:00 WIB

Holding Tambang akan Resmi Efektif Akhir November

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan Holding BUMN Tambang akan resmi efektif mulai akhir November 2017.

PT Vivo Energy Indonesia (Ist)

Jumat, 24 November 2017 - 17:30 WIB

Vivo Energy Indonesia Akan Bangun 3 Kilang Minyak di Indonesia

PT Vivo Energy Indonesia semakin serius menggarap bisnis hilir migas dengan membangun sebanyak 3 kilang minyak di Indonesia mulai tahun depan.

Kikan Terlibat Drama Musikal Kolosal Tekad Indonesia Jaya,

Jumat, 24 November 2017 - 17:16 WIB

Demi Perannya di Drama Kolosal Kikan Ingin Dibenci Setengah Mati

Demi Penghayatan perannya dalam Drama Kolosal yang bertajuk Tekad Indonesia Jaya yang akan dipentaskan di The Kasablanka Hall Kuningan Jakarta Selatan, Sabtu 25 November 2017 pukul 20.00 WIB,…