Industri Tekstil Perlu Diselamatkan, Pengusaha Desak Pemerintah Revisi Permendag 64/2017

Oleh : Herry Barus | Rabu, 10 Juli 2019 - 21:00 WIB

Redma Gita Wirawasta (Foto Dok Industry.co.id)
Redma Gita Wirawasta (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) meminta Pemerintah untuk segera mencabut Peraturan Menteri Perdagangan (PERMENDAG) no 64 tahun 2017 yang dianggap sebagai penyebab utama keterpurukan industri tekstil dan produk tekstil nasional khususnya di sector pembuatan kain. Sekretaris Jenderal APSyFI, Redma Gita Wirawasta mengatakan bahwa saat ini utilisasi produksi di sektor pertenuan, perajutan dan pencelupan kain hanya berada di level 40%.

“Sub-sektor antara ini dalam 5 tahun terakhir memang tidak sehat karena banjirnya serbuan barang impor, namun kehadiran PERMENDAG No. 64 tahun 2017 yang memberikan ijin impor tanpa pengendalian kepada importir pedagang (API-U) membuat kondisi semakin kritis” jelas Redma.  

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa pertumbuhan impor TPT sepanjang tahun 2018 mengalami lonjakan terburuk dalam 5 tahun terakhir yaitu 13,8% sedangkan ekspor hanya naik 0,9% sehingga menggerus neraca perdagangan TPT sebesar 25,5%. Di semester 1 2019 ini Redma memperkirakan impor naik sekitar 7% (yoy).

“Memang di kuartal 1 2019 turun sekitar 4,2%, namun dikuartal 2 yang merupakan momen lebaran impor kembali naik sehingga total di semester 1 impor TPT telah mencapai USD 4,4 milyar” tutur Redma. “Jika pemerintah tidak segera mencabut PERMENDAG 64 tahun 2017, impor 2019 bisa lebih dari USD 11 milyar sehingga neraca perdagangannya kembali turun dari USD 3 milyar menjadi USD 2 milyar” tegasnya, Rabu (10/7/2019)

Ekspor Impor Neraca Kondisi ini juga akan memperburuk neraca perdagangan yang selama 2 tahun terakhir mengalami deficit. “Sektor tekstil yang selama ini kan menjadi andalan negara kita untuk menghasilkan devisa, kalau neracanya terus merosot dan hingga jadi deficit, sektor TPT akan jadi pesakitan, ”ungkap Redma.

 APSyFI sangat mengapresiasi kinerja pemerintah dalam membantu sector hilir yang memproduksi pakaian jadi melalui penyediaan tenaga kerja terampil sehingga pertumbuhan industry garmen masih cukup baik. Namun pihaknya juga menuntut pemerintah untuk memperhatikan sektor antara dan hulunya, karena permasalahan disektor pembuatan kain menjadi penghambat bagi kinerja disektor produksi benang, serat hingga ke sektor petrokimia sebagai bahan baku serat.

 Redma meminta KEMENDAG untuk tidak beralasan lagi bahwa impor diperlukan sebagai bahan baku ekspor, karena untuk kepentingan ekspor Pemerintah sudah memberikan fasilitas Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan untuk kepentingan UKM garment bahan bakunya sudah bias dipenuhi oleh UKM tenun dan rajut.

“Ini kondisi sudah kritis, kami mohon pemerintah untuk segera berpihak kepada produsen dan tidak lagi berpihak pada importir pedagang, ” pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menkop dan UKM Teten Masduki bersama Staf Khusus Presiden Putri Tanjung saat berdialog dengan sejumlah pengurus Koperasi, di Desa Wisata Candirejo, Borobudur

Senin, 24 Februari 2020 - 20:31 WIB

Menkop dan UKM Ajak Pengurus Koperasi Kembangkan Wisata Super Prioritas

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan, dirinya ditugaskan Presiden Joko Widodo untuk membantu mengembangkan pariwisata super prioritas di Indonesia. Salah satunya adalah Borobudur…

Mendag Agus bertemua industri gula india

Senin, 24 Februari 2020 - 20:10 WIB

Mendag Agus Rayu Industri Gula India Benamkan Modal di Indonesia

ISMA adalah asosiasi industri tertua di India. Asosiasi ini beranggotakan lebih dari 650 pabrik gula dan memproduksi lebih dari 50 persen total gula India.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

Senin, 24 Februari 2020 - 19:36 WIB

Menteri Teten Dorong Pelatihan SDM KUMKM di Daerah Wisata Super Prioritas

Menteri Teten minta kepada Deputi Bidang SDM pendidikan/pelatihan SDM KUMKM terutama untuk Kewirausahaan/Vocational untuk diperluas dan diperbanyak, khususnya daerah wisata super prioritas (bali…

Arind Kunto

Senin, 24 Februari 2020 - 17:32 WIB

Arind Kunto Presentasikan Dunia Otomotif Lewat Kanal Youtube

Arind YouTuber yang penuh eksplorasi, berorientasi dengan pandangan ke depan yang positif, dan fokus pada kualitas konten Vlog yang sajikan.

Samsung Giga Party Audio

Senin, 24 Februari 2020 - 16:06 WIB

Samsung Hadirkan Samsung Giga Party Audio

Samsung Electronics Indonesia memperkenalkan Samsung Giga Party Audio, penambahan terbaru ke jajaran home audio dan entertainment. Dengan Built-in Woofer, Bass Booster, dan fungsi Karaoke Mode,…