Tidak Adanya Bahan Fungsional Lokal Mengakibatkan Pelaku Industri Masih Andalkan Impor

Oleh : Hariyanto | Jumat, 03 Maret 2017 - 13:38 WIB

Head of Research Center, Susana (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)
Head of Research Center, Susana (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Indonesia masuk dalam 10 besar pasar global untuk kesehatan dan kebugaran. Hal tersebut mengakibatkan minat yang tinggi terhadap bahan pangan yang memiliki komposisi gizi baik dan juga fungsi fisiologis bermanfaat bagi tubuh, sehingga muncul tren pangan fungsional dan nutrasetikal.

Namun tidak adanya ketersediaan bahan Fungsional dan Nutrasetikal di indonesia mengakibatkan bahan bahan untuk industri tersebut harus mengandalkan impor.

Head of Nutrifood Research Center, Susana mengatakan Bahan fungsional sendiri memiliki banyak sekali jenisnya, di Indonesia sendiri lebih potensi bahan fungsional tradisional seperti dari ekstrak jahe kemudian kunyit dan lain sebagainya .

"Industri makanan minuman fungsional contohnya, menggunakan wey protein itu dari impor. kemudian seperti Stevia itu juga masih impor dan masih banyak lainya seperti omega tiga dan banyak ingredient fungsional lainya memang masih sebagian besarnya impor," ujar Susan kepada INDUSTRY.co.id di Jakarta, Kamis (2/3/2017).

Sementara, menurut Susana, Indonesia sendiri memiliki potensi yang paling banyak di ingredient fungsional yang basisnya dari tanaman tradisional.

"Harusnya kita bergerak bagaimana supaya potensi yang kita punya bisa di besarkan dan di dengar oleh dunia luar sehingga kita bisa memperbesar ekspor untuk bahan fungsional tradisional Indonesia ke luar," tambahnya.

Bahan fungsional tradisional indonesia, lanjut Susana, mungkin sangat besar tapi diluar mungkin masih terbatas orang yang tau tentang hal ini.

"Jadi mungkin menggiatkan penelitian penelitian terhadap bahan fungsional tradisional Indonesia mengenalkannya ke industri luar salah satunya melalui Health Ingredient South East Asia 2017 ini akan membantu untuk dunia luar itu tau bahwa Indonesia punya tradisional ingredient seperti ini yang punya sifat fungsional" pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat meresmikan pabrik farmasi PT Ethica

Kamis, 23 November 2017 - 18:12 WIB

Kemenperin Perdalam Struktur Industri Farmasi Nasional

Kementerian Perindustrian tengah memprioritaskan pendalaman struktur industri farmasi nasional terutama di sektor hulu atau produsen penyedia bahan baku farmasi. Upaya strategis ini untuk mengurangi…

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip, Apling, MA., PhD. bersama Lansia

Kamis, 23 November 2017 - 18:00 WIB

Selain Jawa Tengah, NTT Rawan Perdagangan Manusia

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana S Yembise mengatakan Nusa Tenggara Timur masuk dalam zona merah "human trafficking" atau perdagangan manusia.

Menperin Airlangga resmikan Pabrik Farmasi di Cikarang Bekasi

Kamis, 23 November 2017 - 17:01 WIB

Menteri Airlangga Resmikan Pabrik Farmasi Senilai Rp1 Triliun

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto hari ini, Kamis (23/11/2017) meresmikan pabrik farmasi milik PT Ethica di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Kepala BPPI Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara

Kamis, 23 November 2017 - 16:54 WIB

Kemenperin Bentuk Balai Litbang di Pekanbaru Guna Tingkatkan Nilai Tambah CPO

Riau merupakan salah satu provinsi yang memiliki pertumbuhan ekonomi cukup baik, dengan didorong oleh aktivitas industri pengolahan kelapa sawit.

Menhub Budi Karya S (humas kemenhub)

Kamis, 23 November 2017 - 16:30 WIB

Menhub Budi Karya Tnjau Pengoperasian Kereta Bandara Soetta

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau pengoperasian Kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta dari Stasiun Sudirman Baru Jakarta, menggunakan kereta inspeksi, Kamis (23/11/2017)