Ini Dia Sedan Mewah Rakitan Indonesia

Oleh : Ahmad Fadli | Jumat, 02 Desember 2016 - 14:01 WIB

Pekerja Sedang Merakit BMW Seri 7 di Indonesia
Pekerja Sedang Merakit BMW Seri 7 di Indonesia

INDUSTRY co.idPemerintah Indonesia sedang menawarkan insentif-insentif bagi perusahaan-perusahaan asing untuk memproduksi mobil secara domestik.

Produsen mobil Jerman BMW hari Rabu (30/11) meluncurkan sedan-sedan seri 7 di Indonesia yang akan dirakit di sini seiring upaya perusahaan itu memenuhi permintaan jangka panjang untuk kendaraan-kendaraan mewah di negara ini.

Perusahaan-perusahaan mobil mewah lainnya seperti Daimler AG yang memproduksi Mercedes-Benz juga semakin memindahkan bagian dari produksi mereka ke Indonesia untuk mengurangi biaya dan mendistribusikan kendaraan-kendaraan mereka lebih cepat kepada konsumen.

"Kami sangat positif dengan masa depan Indonesia dan untuk itu kami juga melihat peningkatan potensi dalam pasar barang mewah," ujar Axel Pannes, direktur pengelola BMW Group Asia, kepada Reuters, di sela-sela peluncuran media di Jakarta.

Perusahaan Jerman itu telah menginvestasikan lebih dari Rp 210 miliar selama lima tahun terakhir untuk merakit lebih banyak model mobil di Indonesia, sengan seri 7 merupakan model lokal terbaru.

Grup itu menjual 3.638 kendaraan di Indonesia tahun lalu, naik 5,7 persen dari setahun sebelumnya. Para eksekutif BMW menolak memberikan proyeksi-proyeksi penjualan untuk tahun ini atau untuk 2017.

Para produsen mobil global akan diuntungkan oleh tarif-tarif impor yang lebih rendah untuk komponen-komponen jika mereka membangun pabrik rakitan lokal, menurut Jongkie Sugiarto, salah satu ketua Asosiasi Industri Otomotif Indonesia.

Langkah itu juga akan menjadi hal positif untuk Indonesia karena membawa investasi ke dalam negeri dan membuka lapangan kerja, tambahnya.

Pemerintah Indonesia sedang menawarkan insentif-insentif bagi perusahaan-perusahaan asing untuk memproduksi mobil secara domestik, ujar I Gusti Putu Suryawirawan, direktur jenderal untuk logam, mesin, peralatan transportasi dan elektronik pada Kementerian Industri.

"Tujuannya agar mereka memproduksi di sini sehingga melibatkan pemasok-pemasok lokal," ujar Gusti, menaambahkan bhwa sektor otomotif adalah salah satu sektor utama dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Produk domestik bruto diperkirakan akan tumbuh 5 persen tahun ini dan naik menjadi 5,4 persen tahun 2017, menurut perkiraan terbaru dari Bank Indonesia.

Pasar mobil premium seharusnya didukung tahun depan oleh stimulus ekonomi dari pemerintah dan bergulirnya proyek-proyek infrastruktur, ujar Kariyanto Hardjosoemarto, eksekutif operasi penjualan dan manajemen produk Mercedes-Benz di Indonesia.

Program amnesti pajak Indonesia, yang diluncurkan Juli lalu, mungkin juga akan membantu mendongkrak penjualan mobil mewah karena pihak-pihak yang sebelumnya khawatir akan dikejar kantor pajak sekarang tidak akan terlalu ragu untuk melakukan pembelian semacam itu, tambah Kariyanto.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Patuna Travel Fair Turut Meriahkan Pameran Garuda Indonesia Travel Fair 2017

Jumat, 22 September 2017 - 21:27 WIB

Patuna Travel Bertabur Diskon di Ajang Garuda Travel Fair 2017

Jelang akhir tahun saatnya bagi Anda untuk merencanakan liburan, yuk datangi pameran Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2017 yang berlangsung Jumat, 22 hingga 24 September ini. Ada banyak sekali…

Ketua DPR Setya Novanto (Foto ist)

Jumat, 22 September 2017 - 21:24 WIB

KPK: Tidak Benar Setya Novanto Telah Ditahan

Kepala Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setiadi menyatakan tidak benar pihaknya telah menahan Setya Novanto seperti yang disebutkan dalam dalil permohonan praperadilan Ketua DPR…

Kartu E-toll (ist)

Jumat, 22 September 2017 - 21:19 WIB

Masih Gratis Lima Kali Beli Isi Ulang Uang Elektronik Rp200 Ribu

Masyarakat dapat mengisi ulang uang elektronik tanpa dikenakan biaya maksimal Rp200 ribu, ini dapat berlaku pengisian lima kali dalam satu waktu. Ini merupakan cara menghindari pengenaan beban…

Bank Indonesia

Jumat, 22 September 2017 - 21:16 WIB

Jangka Panjang Bank Peroleh Pendapatan e Money

Bank Indonesia (BI) mensinyalir masa depan bank penerbit uang elektronik akan mendapatkan keuntungan berupa fee base income atau pendapatan non bunga.

Ilustrasi e-money. (Foto: Istimewa)

Jumat, 22 September 2017 - 21:14 WIB

BI Segera Terbitkan Aturan Lanjutan Biaya Top Up e Money

Bank Indonesia (BI) segera menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) lanjutan tentang uang elektronik, terutama terkait on us atau isi ulang dalam satu kanal bank penerbit.