Mentan Amran Dorong Hilirisasi Industri Kakao dan Kopi di Luwu dan Toraja

Oleh : Wiyanto | Rabu, 13 Maret 2019 - 07:36 WIB

Ilustrasi Petani Kakao
Ilustrasi Petani Kakao

INDUSTRY.co.id - 

Luwu - Salah satu sektor pertanian yang menjadi program strategis Kementerian Pertanian (Kementan) adalah produk olahan perkebunan, juga rempah-rempahan.

Untuk itu, Kementan melalui Ditjen Perkebunan terus mendorong peningkatan produksi melalui program hilirisasi industri, termasuk memberi bantuan bibit, alsintan dan pendampingan bimbingan teknis.

Dalam kunjungannya ke Luwu dan Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, mengatakan program peningkatan itu terus digencarkan, utamanya pada produk perkebunan petani di Luwu Raya dan Tana Toraja.

Menurut Amran, melalui program ini perkebunan seperti kakao dan kopi mampu dikelola secara baik, karena produk yang dijual petani tidak hanya dalam bentuk segar, tetapi juga dalam bentuk olahan yang dapat meningkatkan pendapatan sekaligus kesejahteraan bagi petani.

"Dengan begitu, diharapkan program ini ada adde value-nya (nilai tambah), bahkan bisa mencapai 1.000 persen," demikian kata Amran dalam acara Mengembalikan Kejayaan Rempah dan Komoditas Perkebunan di Kabupaten Luwu, Senin (11/3).

Amran mengatakan, produk olahan Indonesia harus lebih baik dari produk negara-negara lain. Ia mencontohkan, jika berkunjung ke Singapura, maka orang akan bangga karena membawa oleh-oleh cokelat Silverqueen.

Padahal, kata dia, semua bahan baku pembuatan cokelat tersebut berasal dari Indonesia. Singapura, kata dia, tidak punya bahan baku cokelat satu batang pun.

"Prosesing disana harganya sekitar Rp 19.000- Rp 20.000, jadi naik 2.000 persen. Added value-nya ada di negara lain, harusnya prosesinya ada di bawah kakao ini. karena ini industri kecil, anggarannya sekitar Rp 500 juta sampai Rp 1 miliyar," katanya.

Menurut Amran, semua proses pengolahan ini harus bisa dibalik, karena Indonesia memiliki apa saja yang dibutuhkan. Di Singapura misalnya, harga bahan dasar sekitar Rp 19.000 sampai Rp 20.000, namun bisa naik 2.000 persen. Sedangkan Added value-nya ada di negara lain.

"Harusnya prosesinya ada di bawah kebun kakao Luwu ini. Untuk itu, jika industri pengolahan ini dibangun di Luwu dan Palopo, semua orang akan menikmati Silverqueen yang segar atau tak ada pengawet. Jadi, Produk kita sendiri dan diolah oleh anak bangsa," katanya.

Sementara itu, Bupati Luwu, Basmi Mattayang menilai kebijakan dan program Kementan dalam mengembalikan kejayaan rempah, khususnya kakao dan kopi harus didukung oleh semua pihak.

Berdasarkan catatan yang ia miliki, sepanjang tahun 2018, produksi kakao menyentuh angka 24.260 ton, dengan luas lahan 35.311 hektare. Namun produktivitasnya semakin menurun karena umur tanaman yang sudah tua.

"Jika program ini jalan, kami yakin dapat meningkatkan pendapatan petani. Produktivitas naik dan ditambah lagi dengan dibangunya hilirisasi industri kakao dan kopi. Sebab ini menjadi masalah petani saat ini. Jadi kami sangat apresiasi program Kementan," katanya.

Sekedar diketahui, di tahun 2019 Kementan menggelontarkan bantuan untuk Luwu Raya meliputi Kabupaten Luwu, Palopo, Luwu Utara dan Timur sebanyak Rp 56,23 miliar.

Bantuan itu berupa benih, alat mesin pertanian dan ternak. Khusus untuk Kabupaten, di tahun 2019 mendapat bantuan peremajaan kakao sebanyak 1 juta batang dan bantuan tambahan untuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Sementara untuk bantuan peremajaan kopi di Tana Toraja mencapai 400 hektare dengan total nilai Rp 3,08 miliar. Adapun untuk Kabupaten Toraja Utara luasnya mencapai 300 hektare dengan total anggaran Rp 2,85 miliar.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Humas BUMN))

Jumat, 22 Maret 2019 - 18:00 WIB

Tingkat Layanan Jalan Tol, Menteri Rini Ikut Simulasi RFID Jasa Marga

PT Jasa Marga Tbk menggelar simulasi transaksi nir sentuh berbasis Radio-Frequency Identification (RFID) atau Single Lane Free Flow (SLFF) untuk meningkatkan layanan dan kenyamanan bagi para…

Sampoerna Kayoe Dobrak Batasan Industri Kayu di Indonesia dan Mancanegara

Jumat, 22 Maret 2019 - 17:40 WIB

Sampoerna Kayoe Dobrak Batasan Industri Kayu di Indonesia dan Mancanegara

Sampoerna Kayoe turut meramaikan Expo Indobuildtech 2019 yang diadakan pada tanggal 20-24 Maret 2019 di ICE, BSD-Tangerang.

Peluncuran All New Ertiga Suzuki Sport (Foto: Ridwan)

Jumat, 22 Maret 2019 - 17:35 WIB

Resmi Meluncur, All New Ertiga Suzuki Sport Bawa 11 Fitur Baru

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) lagi-lagi memberikan penyegaran untuk Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) andalannya, dengan menghadirkan All New Ertiga Suzuki Sport.

Grand opening New Marketing Office dan MOU Signing Ceremony dengan Sekolah Mutiara Bangsa dan Muslim Cendekia Islamic School

Jumat, 22 Maret 2019 - 16:15 WIB

Ciputra Teken MoU Dengan Sekolah Mutiara Bangsa dan Muslim Cendekia Islamic School di Citra Maja Raya

Proyek Citra Maja Raya seluas 2.600 hektare (Ha) terus mengebut pembangunannya. Hasilnya, kini proyek garapan Joint Operation PT. Ciputra Residence, PT. Hanson International tbk, PT Bhuwanatala…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berfoto bersama dengan Karyawan Mitra Produksi Sigaret (MPS) dan Paguyuban Sampoerna Retail Community (SRC)

Jumat, 22 Maret 2019 - 16:10 WIB

Menperin Sebut Mitra Produksi Sigaret Sebagai Pahlawan Industri Nasional

Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi kepada paguyuban Mitra Produksi Sigaret (MPS), sebagai wadah yang menaungi 38 produsen Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan bermitra dengan PT HM Sampoerna.