Menyongsong Revolusi Industri 4.0, Kemenkes Genjot Penguatan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Oleh : Herry Barus | Rabu, 13 Maret 2019 - 08:00 WIB

Menteri Kesehatan RI Prof.Dr.dr. Nila Djuwita F.Moeloek SpM (K) (Foto:frontroll)
Menteri Kesehatan RI Prof.Dr.dr. Nila Djuwita F.Moeloek SpM (K) (Foto:frontroll)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Pemerintah terus melakakukan penguatan pelayanan kesehatan masyarakat demi meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia menuju revolusi industri 4.0.

Sebagaimana disampaikan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk "Membangun Sumber Daya Manusia Menyongsong Era Industri 4.0: Bidang Ketenagakerjaan, Pendidikan, dan Kesehatan", yang diselenggarakan di Ruang Serba Guna Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa (12/3/2019), sesuai Nawacita kelima, Kementerian Kesehatan menerjemahkan menjadi aksi nyata melalui Program Indonesia Sehat. 

“Dalam program tersebut pemerintah melakukan berbagai langkah yang ditujukan untuk mengubah paradigma, melakukan penguatan yankes, dan memberikan jaminan kesehatan nasional,” katanya.

Seiring langkah tersebut, Menkes mengatakan, kini telah bisa diukur bahwa terjadi peningkatan kualitas hidup manusia Idonesia. Diketahui, ada perkembangan harapan hidup dari 2013, yakni 70,4 menjadi 71,06 pada 2017.

“Saat ini IPM meningkat. Yakni dari 68,31 pada 2013 menjadi 70,81 pada 2017. Seiring itu, usia harapan hidup Indonesia mengalami peningkatan menjadi rata-rata 71. Dengan perincian, laki di usia 69 dan perempuan di usia 74. Hal itu merupakan dampak pembangunan termasuk di bidang kesehatan,” katanya.

Menkes juga mengatakan, kendati pertambahan penduduk terjadi, angka kelahiran total di Indonesia berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) turun dari 2,6 anak per wanita di 2012 menjadi 2,3 di 2018. Angka tersebut menunjukkan pencapaian terhadap sasaran Renstra (Rencana Strategis), yakni di angka 2,3 persen.

“Angka kematian ibu dan bayi pun mengalami penurunan. Hal itu terjadi karena memang ada perubahan gaya hidup, dimana muncul kesadaran dari para ibu untuk memeriksakan kehamilan dan mau bersalin di faskes. Semua itu terjadi karena terbuka luasnya akses ke fasilitas kesehatan (faskes) bagi masyarakat,” tuturnya.

Penurunan kematian ibu, Menkes membeberkan, tercatat pada 2015 berada di anga 4.999 dan pada 2018 berada di angka 4.207. Sementara itu, angka kematian bayi juga menurun. Yakni, sambung dia, pada 2015 sebesar 33.278 menjadi 27.706 pada 2018 

Ihwal pembangunan keluarga berencana, menurut Menkes, tercatat kini ada sebanyak 14.098 kampung KB di seluruh Indonesia. Kondisi itu memiliki korelasi dengan perkembangan gizi masyarakat, yang menampilkan data penuunan angka stunting, yang setelah riskesdas empat tahun lalu, berhasil turun hingga menjadi jd 30,8. 

“Untuk stunting kita masih terus bekerja keras agar bisa turun sampe 20. Angka stunting itu jelas turun karena ibu hamil sudah mau memeriksakan kesehatan ke faskes, dan mau melahirkan ke faskes,” katanya.

Penyakit Menular

Pada kesempatan itu, Menkes juga membeberkan, upaya penanggulangan penyakit menular. Yakni sebanyak 1.508.864 penyakit menular tubercolosis (TB) berhasil diobati sejak 2015, dengan angka keberhasilan mencapai 86 persen. Sedangkan terkait malaria, sambung dia, kini hanya ditemukan di Indonesia Timur. Itu pun, kata Menkes, masih terus dieliminasi.

“Di Jawa Barat, yang berpenduduk sekitar 40 juta, penyakit malaria bahkan hilang. Itulah sebabnya kita menuntut WHO untuk memberikan penghargaan untuk memberi penghargaan per provinsi di Indonesia yang sudah terdeteksi hilang,” katanya.

Tercatat pula, total telah 196.452.431 penduduk Indonesia yang terbebas dari malaria pada 2018, meningkat dari jumlah pada 2015 yakni sebanyak 173.186.486 penduduk. Jika dipersentase angka keterbebasan itu pada 2018 mencapai 74%.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dok Redaksi Industry

Sabtu, 23 Maret 2019 - 13:33 WIB

Bambang Trihatmodjo: Pupuk Bregadium Bukti Kiprah Berkarya untuk Pertanian 

Kader utama Partai Berkarya Bambang Trihatmodjo menilai sector pertanian Indonesia berjalan di tempat, di tengah maju dan berkembangnya sector pertanian negara-negara tetangga, terutama Thailand.  

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih

Sabtu, 23 Maret 2019 - 13:10 WIB

Kemenperin Siapkan Dua Model Program Pacu Penumbuhan Wirausaha Baru di Pondok Pesantren

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menyiapkan beberapa program atau model untuk mengembangkan pemberdayaan ekonomi berbasis pondok pesantren dan menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan…

Krakatau Steel (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Sabtu, 23 Maret 2019 - 13:05 WIB

Kementerian BUMN Hormati Proses Hukum yang Sedang Berjalan di PT KS

Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengungkapkan, Kementerian BUMN menghormati proses hukum yang sedang berjalan di PT Krakatau Steel.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Sabtu, 23 Maret 2019 - 12:37 WIB

Tingkatkan Akses Air, Kementerian PUPR Terus Tambah Tampungan Air dan Dukung Revitalisasi Sungai

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan akses air bagi seluruh rakyat Indonesia melalui berbagai upaya diantaranya program air minum, pembangunan Sistem Penyediaan…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)

Sabtu, 23 Maret 2019 - 12:10 WIB

Kemenperin Bawa Santri Lulusan Pondok Pesantren Jadi Wirausaha Andal

Kementerian Perindustrian terus berupaya menumbuhkan wirausaha baru di Tanah Air, salah satunya melalui program ‘Santripreneur’. Program yang bertujuan untuk penumbuhan wirausaha baru di…