Perkuat Komitmen Dukung Inisiatif Belt & Road, Standard Chartered Gelar Acara Lari di 44 Negara

Oleh : Herry Barus | Senin, 11 Maret 2019 - 08:00 WIB

Rino Donosepoetro, CEO SCBI (Foto Dok Industry.co.id)
Rino Donosepoetro, CEO SCBI (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta– Standard Chartered Bank (“Bank”) menggelar Belt and Road Relay, sebuah kegiatan lari pertama di dunia yang diadakan di negara-negara yang dilalui oleh jalur Belt and Road. Kegiatan ini digelar untuk menunjukkan komitmen Bank dalam mendukung Inisiatif Belt and Road (Inisiatif Satu Sabuk dan Satu Jalan/OBOR) yang diluncurkan pemerintah Cina pada Oktober 2013 serta mewujudkan dampak positif dari inisiatif tersebut kepada dunia usaha dan masyarakat global.

Delapan karyawan Bank dengan latar belakang yang berbeda dari kelompok negara dimana Bank beroperasi – Asia, Afrika, Timur Tengah, Eropa dan Amerika – akan berlari di 44 negara yang dilewati oleh jalur Belt and Road selama kurun waktu 90 hari. Bill Winters, Group Chief Executive Standard Chartered mengatakan bahwa, “Inisiatif Belt and Road merupakan sebuah agenda berskala sangat besar yang ada saat ini dan sebuah kebanggaan bahwa

Standard Chartered Bank memiliki cabang di duapertiga dari seluruh negara Belt and Road. Kelebihan tersebut didukung juga dengan pengalaman panjang, pengetahuan mendalam, serta jaringan luas sehingga memberikan kesempatan yang besar bagi Bank untuk membantu mitra bisnis, klien, serta masyarakat dalam memanfaatkan inisiatif global tersebut. Bekerjasama dengan klien, pemerintah, media, dan masyarakat di masing-masing negara, kegiatan Belt and Road Relay ini memperkuat komitmen kami sebagai Satu Bank dalam mendukung inisiatif OBOR.”

Kegiatan Belt and Road Relay ini telah dimulai di Hongkong pada 17 Februari 2019 berbarengan dengan acara Standard Chartered Hong Kong Marathon yang merupakan salah satu acara olahraga terbesar di kota tersebut melibatkan lebih dari 74.000 pelari, dan akan berakhir di Cina pada 11 Mei 2019 setelah acara Belt and Road Forum.

Kedelapan pelari yang merupakan karyawan Bank tersebut adalah Jack Missin (Inggris), Lynsey McGarry (Amerika Serikat), Danny Chang (Malaysia), Therese Neo (Singapura), Henry Xiao Qi Li (Cina), Serena Leung (Hongkong), Herman Kambugu (Uganda), dan Dina Tarek Elessawy (Dubai). Di Indonesia, mereka akan berlari pada 10 Maret 2019 menempuh jarak 10 kilometer. Sekitar 200 karyawan Standard Chartered Bank Indonesia juga akan ikut berpartisipasi dalam acara ini dengan berlari dengan tiga jarak berbeda, yaitu 2,5 kilometer, 5 kilometer, dan 10 kilometer.

Rino Donosepoetro, Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia mengatakan, “Sebagai bank tertua di Indonesia dengan keberadaan lebih dari 155 tahun, kami senantiasa memainkan peranan aktif dalam mendukung program-program pembangunan nasional, salah satunya dengan menarik investasi asing untuk masuk ke Indonesia dengan memanfaatkan jaringan internasional yang  dimiliki Standard Chartered di lebih 60 negara di dunia, termasuk dari Cina. Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi Cina ke Indonesia di 2018 mencapai 2,4 miliar dolar AS dan menduduki peringkat ketiga setelah Singapura dan Jepang. Kami memperkirakan jumlah ini akan terus meningkat seiring dengan inisiatif pemerintah untuk memberikan berbagai insentif bagi investor asing”.

Inisiatif Belt and Road sangat penting bagi Standard Chartered Bank. Di 2017, Bank berkomitmen untuk memberikan pembiayaan tambahan paling tidak sebesar 20 miliar dolar AS hingga 2020 untuk proyek-proyek Belt and Road. Bank juga telah terlibat dalam lebih dari 50 proyek Belt and Road bernilai lebih dari 10 miliar dolar AS di berbagai produk dan layanan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:30 WIB

Indonesia Posisi Kedua Sebagai Negara Dengan Optimisme Tinggi Terapkan Industri 4.0

Berdasarkan hasil riset McKinsey, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan optimisme tertinggi dalam menerapkan industri 4.0, yakni 78%.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:06 WIB

INDI 4.0 Jadi Acuan Kemenperin Ukur Kesiapan Industri Masuk Era Digitalisasi

Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0 khususnya lima sektor yang telah menjadi prioritas berdasarkan peta jalan Making Indonesia…

Kemen Kominfo

Selasa, 19 Maret 2019 - 19:33 WIB

Kominfo Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme

Jakarta-Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan pemblokiran konten internet yang memuat radikalisme dan terorisme sebanyak 11.803 konten mulai dari tahun 2009 sampai tahun 2019.…

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:50 WIB

Lewat Program Santripreneur, Kemenperin Telah Bina Lebih dari 4 Ribu Santri Jadi Wirausaha

Kementerian Perindustrian hingga saat ini telah membina dan memberikan pelatihan tentang kewirausahaan kepada 4.720 santri.

Direktur Utama PT Jababeka Morotai Basuri Tjahja

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:48 WIB

Dirut PT Jababeka Morotai Cari Investor untuk Kembangkan Bandara Internasional KEK Morotai

Perhelatan Metal & Energy International Summit 2019 kembali digelar selama dua hari yang berlangsung 19 -20 Maret 2019, di Hotel JS Luwansa. Acara ini menghadirkan sekitar 100 delegasi negara…