Pasokan Menipis, Pelaku Usaha Mamin Berharap Izin Impor Garam Segera Terealisasi

Oleh : Hariyanto | Selasa, 28 Februari 2017 - 08:41 WIB

Adhi S Lukman-Ketua Asosiasi Gabungan Pengusaha Makanan Dan Minuman Indonesia
Adhi S Lukman-Ketua Asosiasi Gabungan Pengusaha Makanan Dan Minuman Indonesia

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pelaku usaha makanan dan minuman (mamin) nasional membutuhkan pasokan garam yang cukup besar untuk produksi karena pasokan yang ada mulai menipis menyusul belum adanya izin impor garam.

"Kita sudah mendapatkan kabar pemerintah tentang izin impor garam dan diharapkan bisa segera terealisasi," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi S. Lukman di Jakarta, Senin (27/2/2017).

Menurut Adhi, jika pemerintah lambat dalam menambah pasokan garam di dalam negeri, menurut Adhi, akan berdampak pada kinerja industri.

"Impor garam industri seharusnya bisa cepat. Stok yang ada sudah kritis, jika terjadi kekosongan akan berbahaya," papar dia.

Adhi menambahkan, untuk tahun ini industri mamin perlu pasokan sekitar 500.000 ton. Peningkatan kebutuhan garam disesuaikan dengan kenaikan produksi.

"Industri sulit untuk tidak melakukan impor mengingat kualitas bahan baku dalam negeri tidak sesuai dengan standar perusahaan. Tahun lalu saja, sebagian besar kebutuhan garam yang mencapai 450.000 ton dipenuhi dari impor, untuk garam dalam negeri kita gunakan dari PT Garam," ujar Adhi.

Adhi menegaskan, industri mamin mengandalkan impor karena garam industri yang diproduksi di dalam negeri sangat jarang memenuhi persyaratan spesifikasi dan mutu. Meski saat ini kerepotan mendapatkan bahan baku garam, industri makanan dan minuman optimistis mampu tumbuh positif tahun ini. (Hry/Imq)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pandu Sastro Wardoyo Pakar Blockchain

Rabu, 18 Juli 2018 - 23:37 WIB

Membaca Peluang Baru di Era Blockchain

Blockchain berasal dari cryptocurrency, sehingga perkembangannya mendapatkan banyak sekali suntikan dana semenjak awal, tanpa harus meminta dari perusahaan atau bank

Vice President of Corporate Communications BMW Group Indonesia Jodie O'tania bersama Presiden Direktur PT Gaya Motor Ary Mariano (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Rabu, 18 Juli 2018 - 20:34 WIB

Perkuat Pasar Kendaraan Premium di Indonesia, BMW Tambah Investasi Hingga Rp20 Miliar

BMW Indonesia secara konsisten terus menerus tingkatkan aktivitas produksinya di Indonesia melalui investasi senilai lebih dari Rp270 miliar sejak tahun 2011 hingga saat ini. Tambahan investasi…

Dirut BTN Maryono (Fot Rizki Meirino)

Rabu, 18 Juli 2018 - 19:50 WIB

BTN Tak Ikut Biaya Divestasi Saham PT Freeport

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tidak akan ikut menyalurkan kredit ke PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) untuk membeli 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 18 Juli 2018 - 19:31 WIB

Rupiah Rabu Sore Melemah ke Rp14.414

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu sore, (18/7/2018) ditutup melemah besar 36 poin menjadi Rp14.414 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.378 per dolar AS.

Dirut Bank BNI Achmad Baiquni (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 18 Juli 2018 - 19:26 WIB

Januari-Juni 2018, Laba Bersih Bank BNI Tumbuh 16 Persen

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat kenaikan laba bersih 16% menjadi Rp7,44 triliun sepanjang Januari-Juni 2018 dibandingkan dengan realisasi laba bersih di periode yang sama pada 2017…